Muraya Hotel Aceh Resmi Lepas dari Jaringan Kyriad, Kini Dikelola Mandiri

Ekonomi28 views

BANDAPOS | Manajemen Muraya Hotel Aceh resmi mengakhiri kerja sama dengan jaringan internasional Kyriad Hotel dan kini beroperasi secara mandiri. Keputusan tersebut efektif berlaku sejak 1 Januari 2026.

Pengumuman itu disampaikan langsung oleh General Manager Muraya Hotel Aceh, Bambang Pramusinto, dalam acara buka puasa bersama media dan travel agent yang digelar pada 13 Ramadan 1447 Hijriah, Selasa (3/3/2026) di Hotel setempat.

“Per 1 Januari 2026 hotel ini sudah kami kelola sendiri setelah delapan tahun bekerja di bawah bendera Prancis (Kyriad) dengan setoran mencapai Rp150 juta per bulan. Sekarang semuanya kita kelola secara mandiri dengan sumber daya lokal menggunakan nama Muraya Hotel Aceh tanpa Kyriad,” ujar Bambang, yang disambut aplaus para tamu undangan yang hadir.

Hotel yang diresmikan pada 2017 tersebut sebelumnya beroperasi sebagai bagian dari jaringan Louvre Hotels Group melalui brand Kyriad. Selama delapan tahun bermitra, manajemen hotel menyetorkan biaya kerja sama yang disebut mencapai Rp150 juta setiap bulan.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa keberhasilan pengelolaan mandiri tidak terlepas dari dukungan masyarakat, media, dan mitra perjalanan di Aceh.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan teman-teman media dan travel agent. Sekarang Muraya Hotel Aceh dan Alhamra berada di bawah satu manajemen. Kami berharap dukungan tetap berlanjut meskipun tidak lagi membawa embel-embel Kyriad,” kata Bambang

Berdasarkan penelusuran media ini, keputusan rebranding juga dipengaruhi kondisi tingkat hunian (okupansi) hotel yang mengalami penurunan signifikan. Pada periode Januari hingga Juni 2025, okupansi tercatat turun sekitar 30 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Manajemen berharap, ke depan, peningkatan kegiatan pemerintah dan event berskala lokal maupun nasional dapat kembali mendorong tingkat hunian hotel di Banda Aceh.

Kini, Muraya Hotel Aceh beroperasi sepenuhnya dengan manajemen independen dan mengandalkan sumber daya manusia lokal. Meski tidak lagi menjadi bagian dari jaringan internasional, pihak hotel menegaskan tetap membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya pelaku industri pariwisata di daerah.

Langkah ini menandai babak baru bagi Muraya Hotel Aceh dalam memperkuat identitas lokal sekaligus meningkatkan daya saing di industri perhotelan Kota Banda Aceh.(**)

Komentar