Foto | Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam dan Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus
BANDAPOS |Â Pemerintah Kota Sabang mulai mengarahkan pembangunan tahun 2026 dengan menitikberatkan pada penguatan layanan dasar masyarakat. Langkah ini ditandai melalui penetapan proyek strategis daerah yang dituangkan dalam Surat Keputusan Wali Kota Sabang Nomor 000.3/88/2026, sebagai pedoman pelaksanaan program prioritas di berbagai sektor.
Kebijakan tersebut tidak hanya memuat daftar kegiatan, tetapi juga mencerminkan pergeseran fokus pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan riil warga. Pemerintah berupaya memastikan setiap program yang dijalankan memiliki dampak langsung, sekaligus mendukung transformasi Sabang menuju kota berbasis teknologi atau smart city.
Sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian utama dalam rencana tersebut. Pemerintah menganggarkan ratusan juta rupiah untuk pengadaan meja dan kursi siswa, baik di tingkat sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama. Upaya ini diharapkan mampu menunjang kenyamanan proses belajar mengajar di ruang kelas.
Di sisi lain, sektor kesehatan memperoleh alokasi anggaran yang jauh lebih besar. Sejumlah program strategis disiapkan, mulai dari rehabilitasi gedung rumah sakit, pengadaan peralatan medis, hingga kelanjutan pembangunan RSUD Kota Sabang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas fasilitas kesehatan di daerah kepulauan itu.
Penguatan sektor kesehatan dinilai krusial, mengingat kebutuhan layanan medis yang cepat dan memadai terus meningkat. Pemerintah menargetkan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan yang lebih baik, tanpa harus menghadapi keterbatasan fasilitas seperti sebelumnya.
Tak hanya itu, bidang infrastruktur dan transportasi juga masuk dalam daftar prioritas. Pemerintah merencanakan pengadaan bus sekolah untuk mendukung mobilitas pelajar, serta melanjutkan pembangunan mess pemerintah kota yang selama ini menjadi fasilitas penunjang kegiatan kedinasan.
Secara keseluruhan, total anggaran proyek strategis yang disiapkan mencapai Rp52,3 miliar. Dana tersebut dibagi dalam beberapa kategori pengembangan, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, kenyamanan hidup masyarakat, serta konektivitas transportasi. Pemerintah berharap arah pembangunan ini mampu mendorong pertumbuhan Sabang yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.








Komentar