Akibat Banjir dan Longsor, Harga Cabai di Aceh Besar Tembus Rp250 Ribu/Kg

Sabtu, 29 November 2025 - 06:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAPOS | Harga cabai merah di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, melonjak tajam hingga menyentuh Rp250 ribu per kilogram pada Jumat (28/11/2025). Lonjakan harga ini terjadi menyusul terganggunya pasokan dari sejumlah daerah penghasil utama akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sebagian wilayah Aceh dan Sumatera Utara sejak hampir sepekan terakhir.

Pasokan cabai merah dan berbagai komoditas hortikultura biasanya datang dari Medan, Sumatera Utara, serta Takengon, Aceh Tengah. Namun, bencana alam yang terjadi sejak awal pekan membuat sejumlah ruas jalan nasional dan jalur penghubung antarprovinsi tidak bisa dilalui kendaraan angkut, sehingga distribusi terhenti total.

Baca Juga :  Pj Gubernur Safrizal Ucapkan Duka Cita atas Meninggalnya Abu Madinah

Seorang pedagang di Pasar Induk Lambaro mengungkapkan bahwa kenaikan harga kali ini merupakan yang tertinggi sejak awal tahun.

“Bencana alam kemarin membuat jalur distribusi terputus. Barang dari Medan dan Takengon tidak bisa masuk. Stok yang kami punya sangat sedikit, jadi harga terpaksa naik,” ujarnya.

Menurutnya, pasokan cabai yang biasanya masuk setiap dua hari kini tidak datang sama sekali selama hampir lima hari terakhir.

Tidak hanya cabai merah, cabai rawit juga mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai Rp200 ribu per kilogram. Demikian juga sejumlah komoditas lain turut terkerek naik diantaranya, Tomat kualitas super: dari Rp15 ribu menjadi Rp30 ribu/kg. Kentang: dari Rp12–15 ribu menjadi Rp20 ribu/kg dan Bawang merah naik menjadi Rp60 ribu/kg

Baca Juga :  BAS Buka KCP di Simpang Tiga, Pemkab Pidie Tambah Modal Rp 1 M

Pedagang menilai kenaikan ini dipicu oleh minimnya stok baru yang masuk ke Aceh Besar dan tingginya biaya distribusi alternatif melalui jalur yang memutar.

Keterbatasan akses membuat pedagang kini bergantung pada persediaan lama yang tersisa di gudang. Kondisi ini dikhawatirkan tidak bertahan lama.

“Selama jalan masih putus, kami susah dapat barang baru. Kalau pasokan belum lancar, harga pasti tidak turun,” kata pedagang tersebut.

Baca Juga :  PKA-8 Segera Digelar, Sejarah Budaya Menjadi Isu Utama

Ia memperkirakan bahwa harga beberapa komoditas dapat kembali naik bila distribusi belum pulih dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Lonjakan harga ini membuat daya beli masyarakat menurun. Konsumen di pasar tradisional memilih membeli cabai dalam jumlah kecil, sedangkan pedagang kuliner mengurangi penggunaan cabai pada menu mereka untuk menekan biaya produksi.

Sebagian pedagang di Pasar Induk Lambaro bahkan mengaku menahan penjualan dalam jumlah besar untuk menghindari kekosongan stok.(**)

Berita Terkait

Alumni 93 Jadi Pembina Upacara : Bangkitkan Semangat Kejayaan SMA Negeri 15 Adidarma Banda Aceh
Wagub Fadhlullah Jadi Penengah, Konflik Pimpinan Pidie Jaya Berakhir Damai
Dinilai Lamban Tangani Banjir, Ratusan Warga Aceh Gelar Aksi, Desak Penetapan Status Bencana Nasional
BREAKING NEWS : Direktur RSUDZA dan Kadis Kesehatan Aceh Mengundurkan Diri
Ribuan Warga Padati Banda Aceh, Saksikan Pawai Karnaval HUT ke-80 RI
Jalin Persaudaraan, PAS Aceh Terima Kunjungan Delegasi PAS Selangor
Peringati HAB ke 79, Kemenag Banda Aceh Santuni 206 Yatim dan Piatu
Pj Gubernur Safrizal Ucapkan Duka Cita atas Meninggalnya Abu Madinah

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:18 WIB

Sabang Siapkan Kawasan Kota Tua sebagai Destinasi Wisata Sejarah dan Edukasi

Kamis, 5 Maret 2026 - 05:36 WIB

Senja dan Jejak Sejarah di Sabang, Daya Tarik Wisata di Pulau Weh

Kamis, 5 Maret 2026 - 05:01 WIB

Kunjungan Wisatawan Meningkat, Sektor Pariwisata Sabang Dorong Ekonomi Warga

Rabu, 4 Maret 2026 - 05:18 WIB

Pemkot Sabang Fokus Tata Ruang Destinasi, Dorong Wisata Bahari Berkelanjutan

Selasa, 3 Maret 2026 - 05:29 WIB

Sabang Matangkan Persiapan Sambut Kapal Pesiar Internasional Sepanjang 2026

Selasa, 3 Maret 2026 - 05:27 WIB

Bahari hingga Heritage, Sabang Punya Modal Kuat Jadi Destinasi Wisata Dunia

Selasa, 3 Maret 2026 - 05:23 WIB

Pantai di Sabang Tetap Jadi Magnet Kunjungan Wisatawan

Senin, 2 Maret 2026 - 06:04 WIB

Promosi Wisata Sabang Lewat Konten Digital, Menarik Minat Wisatawan

Berita Terbaru