Sering Dilanda Bencana, SAPA Minta DPRA Bentuk Pansus Lingkungan Usai Banjir dan Longsor di Aceh

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAPOS | Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami, meminta bencana banjir dan longsor yang kembali melanda sejumlah wilayah di Aceh dijadikan peringatan serius bagi para pemangku kebijakan. Ia menilai, peristiwa tersebut tidak seharusnya dipandang sebagai bencana rutin tahunan, melainkan momentum untuk membenahi tata kelola lingkungan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Menurut Fauzan, penanganan bencana selama ini masih didominasi pendekatan jangka pendek yang berfokus pada respons darurat. Sementara itu, upaya pencegahan dan mitigasi risiko bencana dinilai belum berjalan optimal. Kondisi tersebut, kata dia, menyebabkan banjir dan longsor terus berulang dengan dampak terbesar dirasakan oleh masyarakat.

Baca Juga :  Pj Bupati Iswanto Serahkan Dua Unit Rumah untuk Anak Yatim dan Dhuafa

“Setiap bencana seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama. Tanpa langkah perbaikan dan pencegahan yang serius, risiko bencana akan terus mengancam masyarakat,” ujar Fauzan, Selasa (13/1/2026).

Ia menyebut banjir dan longsor yang terjadi sepanjang 2025 sebagai pengalaman pahit bagi Aceh. Selain merusak infrastruktur, bencana tersebut juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat di sejumlah daerah.

Fauzan menyoroti kondisi lingkungan sebagai salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian lebih. Ia menilai aktivitas perambahan hutan, pertambangan, serta pembukaan lahan perkebunan yang tidak terkontrol berpotensi memperparah kerusakan lingkungan. Padahal, hutan memiliki fungsi penting sebagai penyangga alam yang berperan mengurangi risiko bencana.

Baca Juga :  Event Fun Bike Disbudpar Aceh Dukung Destinasi Wisata

Menurutnya, dampak kerusakan lingkungan kerap dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar, mulai dari banjir dan longsor hingga kerusakan infrastruktur dan terganggunya mata pencaharian.

“Pengelolaan sumber daya alam perlu dilakukan secara adil dan berkelanjutan agar masyarakat tidak terus-menerus menanggung dampak negatif dari kerusakan lingkungan,” katanya.

Atas dasar itu, Fauzan mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk mempertimbangkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Lingkungan. Ia menilai pansus tersebut penting untuk mengkaji penyebab bencana, mengevaluasi perizinan usaha, serta memastikan seluruh aktivitas ekonomi berjalan sesuai ketentuan dan prinsip perlindungan lingkungan.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Raih Penghargaan Nirwasita Tantra 2023

Ia juga menekankan pentingnya fungsi pengawasan legislatif, termasuk pemberian rekomendasi apabila ditemukan pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku.

“Perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, agar pembangunan tidak mengorbankan masa depan Aceh dan generasi mendatang,” ujarnya.

Fauzan menambahkan, pencegahan bencana perlu ditempatkan sebagai agenda utama, bukan semata penanganan pascabencana. Menurutnya, menjaga kelestarian hutan dan lingkungan merupakan langkah penting untuk menekan risiko banjir dan longsor di masa mendatang.

“Lingkungan Aceh harus dijaga bersama demi keselamatan masyarakat dan keberlanjutan daerah,” pungkasnya. (**)

Berita Terkait

Demi Keselamatan Pengguna Jalan, Tol Padang Tiji–Seulimeum Ditutup Mulai Hari Ini, Pengendara Dialihkan ke Saree
Jaga Keselamatan Pengguna Jalan, Hutama Karya Uji Coba Contraflow di KM 55 Tol Binjai–Langsa
BNPB: Bencana Banjir dan Longsor, 47 Warga Aceh Meninggal dan 51 Masih Hilang
Peringati HUT ke-80 RI, Hotel Amel Sukses Gelar Lomba Mewarnai
Bupati Aceh Singkil Resmikan Gedung UPPKB Singkil
Perkuat Koordinasi Pelayanan Samsat, Kepala BPKA Terima Kunjungan Dirlantas Polda Aceh
Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Polsek Kuta Baro Gelar Bhakti Kesehatan
Idul Adha 2025, Warga Dusun Tgk Diblang Sembelih 10 Hewan Qurban

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah di Kota Jantho

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:35 WIB

Pemkab Aceh Besar dan Unmuha Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Adopsi Sistem Sumedang, Bupati Aceh Besar Paparkan Inovasi Digital dan Rencana Call Center Bencana di Monev KIA

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:17 WIB

Sekda Aceh Besar Ajak Seluruh OPD dan Masyarakat Sukseskan MTQ ke-35 di Kuta Baro

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Atasi Krisis Air di Leupung, Pemkab Aceh Besar Siapkan Perbaikan Pipa dan Rencana Bendungan 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:42 WIB

Perluas Akses Listrik Perdesaan, Pemkab Aceh Besar Lakukan Sinkronisasi Data Bersama PLN

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Bupati Muharram Tegaskan Kepastian Hukum untuk Lindungi Hak Masyarakat Hukum Adat Aceh Besar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 04:59 WIB

Kembangkan Lahan Transmigrasi, Pemkab Aceh Besar Dorong Pemanfaatan di Jantho dan Seulimeum

Berita Terbaru