Dinilai Belum Berjalan Signifikan, Kinerja APBA 2026 Disorot, Yah Fud Minta Eksekusi Anggaran Dipacu

Selasa, 7 April 2026 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRA, Saifuddin Muhammad atau Yah Fud. Foto: Dok. Pribadi

Wakil Ketua DPRA, Saifuddin Muhammad atau Yah Fud. Foto: Dok. Pribadi

BANDAPOS | Memasuki April 2026, realisasi program dan kegiatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2026 dinilai belum berjalan signifikan. Hingga akhir kuartal pertama, pelaksanaan anggaran baru didominasi belanja rutin seperti gaji dan tunjangan aparatur sipil negara (ASN), sementara program yang berdampak langsung kepada masyarakat belum terealisasi secara optimal.

Kondisi tersebut juga berdampak pada lambannya pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir tahun lalu. Padahal, percepatan realisasi APBA dinilai sangat penting sebagai stimulus pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Aceh, Saifuddin Muhammad, meminta Pemerintah Aceh segera mempercepat realisasi program prioritas, khususnya yang berkaitan dengan rehab rekon.

Baca Juga :  Paparkan LKPJ di Paripurna DPRA, Muzakir Manaf Urai Capaian Pembangunan 2025

“Kita meminta Pemerintah Aceh untuk segera merealisasikan APBA 2026, khususnya untuk program dan kegiatan percepatan rehab rekon. Ini sudah akhir kuartal pertama, harus ada upaya akselerasi. Bila perlu dibuat timeline untuk percepatan tender dan penandatanganan kontrak secara kolektif,” ujar Saifuddin, yang akrab disapa Yah Fud, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, percepatan realisasi anggaran akan mendorong perputaran uang di masyarakat, terutama di wilayah terdampak bencana. Hal ini diyakini dapat membantu pemulihan ekonomi sekaligus mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak.

Ia mencontohkan sejumlah sektor prioritas yang perlu segera ditangani, seperti normalisasi sungai, pembangunan bendungan, waduk, serta perbaikan jaringan irigasi untuk mendukung pemulihan sektor pertanian. Selain itu, perbaikan jalan, jembatan, dan infrastruktur vital lainnya juga dinilai mendesak.

Baca Juga :  Besok, Tgk M.Nizar Dilantik sebagai Anggota DPRA dari PAS Aceh

“Kalau kegiatan sudah berjalan dan uang mulai beredar, insyaallah bisa meringankan beban masyarakat di wilayah terdampak. Warga juga bisa dilibatkan dalam proses pembangunan. Dengan begitu, kondisi ekonomi yang sempat terpuruk dapat kembali bergerak,” katanya.

Saifuddin menambahkan, selain dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), APBA juga diharapkan menjadi instrumen penting dalam mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat pascabencana.

Di sisi lain, ia meminta masyarakat memahami keterlambatan realisasi APBA 2026 yang disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD) yang berdampak pada penyesuaian dokumen anggaran.

Baca Juga :  Anggota DPRA Desak Pemerintah Aceh Alihkan Paket Kurang Produktif untuk Irigasi Gunung Pudung

“Kita berharap masyarakat dapat memahami jika realisasi APBA sedikit terlambat. Ada dinamika dalam proses tersebut, termasuk penyesuaian akibat pengembalian dana TKD yang memerlukan revisi dokumen Pergub penjabaran APBA dan DPA SKPA,” jelasnya.

Meski demikian, Saifuddin menegaskan bahwa seluruh proses penyesuaian kini telah selesai. Ia berharap Pemerintah Aceh, khususnya seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), segera menuntaskan tahapan administratif dan mempercepat eksekusi anggaran.

“Kita harapkan tidak ada lagi keterlambatan. Pemerintah Aceh harus segera menyelesaikan seluruh proses birokratis dan administratif agar APBA dapat segera dieksekusi, karena masyarakat sudah menanti,” pungkasnya.(**)

Berita Terkait

Anggota DPRA Desak Pemerintah Aceh Alihkan Paket Kurang Produktif untuk Irigasi Gunung Pudung
Ketua DPRA Minta KPK Perkuat Pendampingan dan Pencegahan Korupsi di Aceh
Pergub JKA Dicabut, Anggota DPRA Nora Idah Nita Dukung Langkah Gubernur Mualem
DPRA Dukung PORA XV 2026 di Aceh Jaya Tetap Digelar Sesuai Jadwal
Pemulihan Pascabencana Dinilai Lamban, DPRA Minta Pemerintah Bergerak Cepat
Ketua Komisi V DPRA, Soroti Krisis RSUDZA, Desak Perbaikan Layanan dan Minta Manajemen Transparan
Kemacetan di Jembatan Kutablang Bireuen Disorot, DPRA Minta Evaluasi Sistem Buka-Tutup
DPRA Desak Pergub JKA Dicabut, Dinilai Batasi Akses Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:42 WIB

Bahas Kemandirian Ekonomi Dayah, Disdik Dayah Aceh Audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif

Kamis, 3 September 2026 - 14:57 WIB

MIN 4 Banda Aceh Peringati Maulid Nabi, Perkuat Persatuan dan Akhlak Mulia

Minggu, 5 Juli 2026 - 04:15 WIB

Salurkan Bantuan ke Dayah Rahmatul Huda, Ini Harapan Plt Kadis Pendidikan Dayah Aceh

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:47 WIB

Sinergi DPDA dan Aceh Hijau: Rancang Model Dayah Aman dan Siaga Iklim

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:36 WIB

Cetak Santri Melek Teknologi, Ini 4 Strategi Baru Disdik Dayah Aceh Hadapi Ekonomi Modern

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:25 WIB

Plt, Kadis Pendidikan Dayah Aceh Ajak Santri Jaga Ukhuwah di Gema Muharram

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:28 WIB

Dinas Pendidikan Dayah Aceh Gelar Pelatihan e-Kinerja untuk 221 PPPK

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:38 WIB

Perkuat Peran Lembaga Pendidikan Islam, Dinas Dayah Aceh Beri Masukan Strategis untuk Qanun Dayah Pidie Jaya

Berita Terbaru

Plt. Sekda Aceh, Taufik, ST, M.Si, menghadiri acara serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, yang berlangsung di Aula Kantor DWP Aceh, Rabu (9/9/2026).

Pemerintah Aceh

Plt. Sekda Aceh Hadiri Serah Terima Jabatan Ketua DWP Aceh

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:29 WIB