BANDAPOS | Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh melakukan kegiatan gotong royong membersihkan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir di Taman Kanak-Kanak Negeri (TKN) 3 Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir yang terjadi pada November 2025 lalu.
Banjir yang melanda wilayah Karang Baru menyebabkan lingkungan sekolah dipenuhi lumpur dan sisa material banjir, sehingga proses belajar mengajar sempat terhenti. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah belum dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka dalam beberapa waktu.
Melalui kegiatan kerja bakti selama tiga hari Sabtu hingga Senin (3-5/1/2026) yang melibatkan tim relawan DKP Aceh, sejumlah ruang kelas, halaman sekolah, serta fasilitas pendukung lainnya dibersihkan agar dapat kembali digunakan. Setelah pembersihan selesai, kegiatan proses belajar mengajar di TKN 3 Karang Baru kembali dilaksanakan dan para murid bergembira menyambut hari pertama sekolah.
Kepala TKN 3 Karang Baru, Suarni, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada tim relawan DKP Aceh yang telah membantu pemulihan lingkungan sekolah.
“Sekolah kami sebelumnya terdampak cukup parah akibat banjir. Berkat bantuan dari tim relawan DKP Aceh, lingkungan sekolah kini sudah bersih dan aman untuk digunakan kembali. Anak-anak pun bisa kembali belajar dengan nyaman,” ujar Suarni.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Kariamansyah, S.Hut, menyatakan dukungannya terhadap keterlibatan ASN DKP dalam kegiatan kemanusiaan pascabencana.
Menurutnya, partisipasi ASN DKP Aceh dalam kegiatan pembersihan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat yang terdampak bencana, khususnya dalam mendukung pemulihan fasilitas umum seperti sekolah.
“Kami mendorong ASN DKP Aceh untuk turut berperan aktif membantu masyarakat pascabencana. Pemulihan fasilitas pendidikan menjadi penting agar aktivitas belajar anak-anak tidak terganggu dalam waktu yang lama,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, sehingga proses pemulihan pascabencana di Aceh dapat berjalan lebih cepat dan optimal.(**)








Komentar