Bahas Pemberdayaan Dayah Pascabencana, Plh. Kadis Pendidikan Dayah Aceh Terima Audiensi Yayasan Aceh Hijau dan YDSF Surabaya

Daerah41 views

BANDAPOS | Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh (DPDA), Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., menerima audiensi perwakilan Yayasan Aceh Hijau bersama Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Surabaya di Ruang Rapat Lantai II DPDA, Kamis (22/1/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala bidang di lingkungan DPDA.

Audiensi membahas rencana program pemulihan dan pemberdayaan dayah pascabencana hidrometeorologi yang melanda beberapa wilayah di Aceh. Bencana tersebut dilaporkan berdampak pada kerusakan sarana dan prasarana dayah serta memengaruhi kondisi sosial dan psikologis santri.

Dalam pertemuan itu, disampaikan sejumlah kebutuhan prioritas dayah pascabencana, di antaranya perbaikan fasilitas sanitasi dan penyediaan air bersih, rehabilitasi sarana dan prasarana dayah, dukungan bagi anak yatim di dayah perbatasan, pemberdayaan ekonomi santri, serta program pemulihan trauma bagi santri.

Muhsin menyampaikan bahwa perbaikan sanitasi dan akses air bersih menjadi kebutuhan mendesak karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan santri dan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di dayah.

“Banyak dayah yang fasilitas sanitasi dan jaringan air bersihnya terdampak bencana. Kondisi ini perlu segera ditangani agar aktivitas pendidikan dapat berjalan kembali dengan baik,” kata Muhsin.

Selain itu, ia menilai perbaikan ruang belajar, asrama, dan fasilitas pendukung lainnya penting untuk memulihkan fungsi dayah secara menyeluruh. Ia juga menyinggung perlunya perhatian terhadap anak yatim di dayah perbatasan yang membutuhkan dukungan berkelanjutan.

Menurut Muhsin, pemberdayaan ekonomi santri dapat menjadi salah satu upaya memperkuat kemandirian dayah, sementara program pemulihan trauma diperlukan untuk membantu santri kembali beraktivitas secara normal pascabencana.

Audiensi tersebut diakhiri dengan diskusi mengenai pemetaan kebutuhan dayah terdampak, mekanisme pelaksanaan program, serta kemungkinan kerja sama lanjutan antara DPDA dan lembaga terkait dalam mendukung pemulihan pendidikan dayah di Aceh.(**)

Komentar