BANDAPOS | Tim dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di SMA Negeri 1 Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Rabu, (3/6/2026). Kegiatan ini fokus pada pelatihan pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) guna mendukung program digitalisasi pembelajaran nasional.
Pelatihan yang berjalan secara mandiri ini dipasilitasi oleh dua narasumber nasional Program Digitalisasi Pembelajaran Kemendikdasmen, yaitu Fitria Herliana, S.Pd., M.Pd. dan Drs. Mukhlis, M.Hum. Turut hadir pula anggota tim pengabdi lainnya, Dra. Erni Maidiyah, M.Pd., Dr. Muhammad Syukri, M.Ed., dan Dr. Susilawati, M.Ed.
Kepala SMAN 1 Peukan Bada, Ahlul Fikri, S.Pd.I., M.Pd., menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, sekolah sudah menerima bantuan perangkat PID dari pemerintah pusat melalui program Kemendikdasmen, namun penggunaannya belum optimal karena keterbatasan panduan pelatihan.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim dosen FKIP USK. Ini kesempatan berharga bagi para guru untuk benar-benar memahami dan memanfaatkan teknologi papan interaktif digital yang selama ini sudah ada di kelas, namun belum digunakan secara maksimal,” ujar Ahlul Fikri.
Pelatihan ini dirancang dengan porsi 30 persen teori dan 70 persen praktik langsung yang dibagi ke dalam dua sesi utama.
Pada sesi pertama, para guru dilatih mengoperasikan fitur teknis PID, mulai dari penggunaan whiteboard digital, fitur anotasi, layar sentuh, hingga konektivitas perangkat. Guru juga diajarkan mengakses platform ‘Rumah Pendidikan’ milik Kemendikdasmen untuk memanfaatkan ribuan konten digital seperti video, buku elektronik, dan kuis interaktif.
Sementara pada sesi kedua, fokus beralih pada aspek pedagogis. Tim dosen mendemonstrasikan bagaimana mengintegrasikan PID dalam proses belajar mengajar yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan, sesuai amanat Kurikulum Merdeka. Guru juga diajak memanfaatkan fitur split screen dan multi-touch untuk mendukung diskusi kelompok siswa.
Koordinator tim pengabdi, Fitria Herliana, mengapresiasi tingginya antusiasme para peserta. Sepanjang pelatihan, para guru aktif mencoba fitur layar sentuh dan menyusun skenario pembelajaran berbasis PID.
“Semangat para guru hari ini sangat menggembirakan. Dengan antusiasme yang tinggi, kami optimis minimal 70 persen guru peserta akan mampu mengoperasikan PID secara mandiri dan mengintegrasikannya dalam pembelajaran setelah kegiatan ini,” kata Fitria.
Salah seorang guru peserta juga mengaku terbantu dengan pelatihan terstruktur ini. “Saya tidak menyangka PID ini bisa digunakan semudah ini. Ternyata banyak sekali konten pembelajaran yang sudah tersedia dan siap digunakan,” ungkapnya.(*)





Komentar