BANDAPOS | Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan pentingnya kebersamaan antara ulama dan pemerintah dalam menjaga arah pembangunan daerah di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi Aceh saat ini.
Pernyataan itu disampaikan Mualem dalam silaturrahmi Gubernur Aceh bersama alim ulama dan pimpinan dayah di Banda Aceh, Sabtu, 9 Mei 2026.
“Cobaan yang diberikan Allah semoga bisa kita lewati bersama. Dua puluh tahun setelah tsunami, cobaan kembali menimpa rakyat Aceh. Semoga ada hikmah terbaik untuk kita,” kata Mualem.
Ia menilai, situasi Aceh saat ini membutuhkan kekompakan semua elemen, terutama ulama dan umara, agar kebijakan pembangunan tetap sejalan dengan nilai-nilai keislaman dan kepentingan masyarakat luas.
“Ulama dan umara harus seiring sejalan dalam menjaga persatuan, membimbing umat, serta mengawal pembangunan agar tetap berada pada nilai-nilai syariat, keadilan, dan kemaslahatan,” katanya.
Mualem juga menyinggung upaya Pemerintah Aceh dalam memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat pusat, termasuk perpanjangan serta penambahan dana otonomi khusus Aceh. Hal itu, kata dia, telah disampaikan dalam pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang yang dihadiri seluruh gubernur se-Indonesia.
“Malah na yang moe lom, bahkan ada yang menangis saat melaporkan kondisi daerahnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Mualem juga dijadwalkan menunaikan ibadah haji. Keberangkatannya diiringi doa dan dukungan dari para ulama serta pimpinan dayah dalam suasana kebersamaan.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, menekankan bahwa peran ulama tetap menjadi faktor penting dalam menjaga arah kebijakan pemerintah agar tetap berada pada koridor syariat dan kemaslahatan.
“Ulama adalah pewaris nabi dan penjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Pemerintah membutuhkan nasihat ulama agar pembangunan tetap berjalan di atas prinsip syariat,” kata Muhsin.
Ia menyebut, terdapat 1.826 dayah yang tersebar di seluruh Aceh dan menjadi pilar penting dalam pendidikan serta pembinaan akidah masyarakat.(**)




Komentar