Raih Gelar Doktor, Salman Sebut Profesionalisme Guru PAI Aceh Perlu Pembenahan

Kamis, 7 Mei 2026 - 04:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. H. Salman, S.Pd, M.Ag

Dr. H. Salman, S.Pd, M.Ag

BANDAPOS | Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman, S.Pd., M.Ag., resmi meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Analisis Kebijakan Pemerintah Aceh dalam Pengembangan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam” pada sidang promosi doktor di Aula Pascasarjana Lantai III Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Rabu (6/5/2026).

Dalam sidang tersebut, Salman memaparkan hasil penelitiannya terkait kebijakan pengembangan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Aceh. Menurutnya, Aceh sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam memiliki landasan yuridis yang kuat dalam pengembangan pendidikan agama.

“Pengembangan profesionalisme guru PAI masih mengikuti regulasi nasional dan belum sepenuhnya mempertimbangkan konteks kearifan lokal Aceh. Hal ini menjadi persoalan utama dalam kajian ini,” ujar Salman saat mempresentasikan disertasinya.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Dayah Aceh Gelar Pelatihan e-Kinerja untuk 221 PPPK

Ia menjelaskan, terdapat tiga temuan penting dalam penelitiannya. Pertama, secara normatif kebijakan pengembangan profesionalisme guru PAI di Aceh telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dan qanun daerah. Namun, masih terjadi policy-profession gap karena guru PAI masih diposisikan dalam kerangka profesionalisme umum yang bersifat teknokratis.

Kedua, implementasi kebijakan dinilai masih didominasi pendekatan administratif. Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) memang menjadi program utama, tetapi pelaksanaannya belum merata dan belum kontekstual dengan kebutuhan Aceh. Program lain, seperti studi lanjut dan Guru Penggerak, juga dinilai berjalan sporadis tanpa desain afirmatif yang khusus.

Ketiga, tantangan utama dalam pengembangan profesionalisme guru PAI meliputi dualisme kewenangan, lemahnya dukungan kelembagaan dan anggaran, serta penggunaan indikator evaluasi yang masih bersifat umum. Kondisi tersebut, menurut Salman, melahirkan restricted religious professionalism, yakni profesionalisme guru PAI yang tereduksi hanya pada aspek administratif.

Baca Juga :  Dipimpin Muhsin, ASN Dinas Pendidikan Dayah Aceh Kumpulkan 42 Kantong Darah

Melalui penelitiannya, Salman juga menawarkan konsep baru berupa redefinisi profesionalisme guru PAI dari paradigma administratif menuju model profesionalisme substantif-religius berbasis kekhususan Aceh. Model tersebut mengintegrasikan dimensi pedagogik, spiritual, sosial-keagamaan, serta legitimasi hukum daerah dalam satu kerangka konseptual.

Kasubbag Tata Usaha Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Kusnadi, S.Ag., M.A., mengatakan semangat Salman dalam menyelesaikan studi doktoral patut menjadi teladan.

“Semangat Bapak meraih gelar doktor perlu dicontoh. Meski tidak lagi muda, semangat beliau tetap seperti anak muda dalam menyelesaikan pendidikan,” kata Kusnadi usai sidang promosi doktor.

Baca Juga :  Cetak Santri Melek Teknologi, Ini 4 Strategi Baru Disdik Dayah Aceh Hadapi Ekonomi Modern

Sidang promosi doktor tersebut dipimpin Prof. Eka Srimulyani, Ph.D. selaku ketua sidang dan Dr. Silahuddin, M.Ag. sebagai sekretaris. Adapun tim promotor terdiri atas Prof. Dr. Warul Walidin, Ak., M.A. dan Prof. Dr. T. Zulfikar, M.Ed. Sementara tim penguji yakni Prof. Dr. Zulfikar Ali Butho, Prof. Dr. Safrul Muluk, M.A., serta Fatimah, Ph.D.

Promosi doktor Salman turut dihadiri keluarga, kolega, dan berbagai elemen masyarakat. Istri Salman, Rosnidar, mengatakan suaminya dikenal sebagai pribadi humoris dan dekat dengan keluarga.

“Sebagai ayah, beliau selalu menyempatkan diri berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak-anak,” ujar Rosnidar yang juga berprofesi sebagai Pengawas PAI di lingkungan Kementerian Agama Kota Banda Aceh. (Heri Ulka)

Berita Terkait

Perkuat Profesionalisme dan Integritas Wartawan, LUKW-MIO Indonesia Gelar UKW Angkatan XX
Bahas Kemandirian Ekonomi Dayah, Disdik Dayah Aceh Audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif
MIN 4 Banda Aceh Peringati Maulid Nabi, Perkuat Persatuan dan Akhlak Mulia
Salurkan Bantuan ke Dayah Rahmatul Huda, Ini Harapan Plt Kadis Pendidikan Dayah Aceh
Sinergi DPDA dan Aceh Hijau: Rancang Model Dayah Aman dan Siaga Iklim
Cetak Santri Melek Teknologi, Ini 4 Strategi Baru Disdik Dayah Aceh Hadapi Ekonomi Modern
Plt, Kadis Pendidikan Dayah Aceh Ajak Santri Jaga Ukhuwah di Gema Muharram
Dinas Pendidikan Dayah Aceh Gelar Pelatihan e-Kinerja untuk 221 PPPK

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 07:43 WIB

Serukan Penyelesaian, Wali Nanggroe Tegaskan Blang Padang Bukan Sekadar Aset, Ada Sejarah dan Amanah di Baliknya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Diduga Lecehkan Anak di Bawah Umur, Pemilik Wisma di Lambhuk Dilaporkan ke Polresta Banda Aceh

Selasa, 21 April 2026 - 11:29 WIB

Polda Aceh Lanjutkan Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa BPSDM, Tersangka Diserahkan ke JPU

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:52 WIB

Data Pengelolaan Diduga Tak Jelas, SAPA Desak Aparat Penegak Hukum Selidiki Aset Wakaf Masjid Raya Baiturrahman

Selasa, 10 Februari 2026 - 05:50 WIB

Nama Dicatut dalam Transaksi Pajak Fiktif, PT Global Bima Utama Terancam Laporan Pidana dan Perdata

Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:09 WIB

Diduga Kuasai Lahan Warung Kopi, Direktur PT Wajib Usaha Mix Dilaporkan ke Polda Aceh

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:01 WIB

SAPA Minta Kejati Aceh Percepat Penanganan Dugaan Korupsi Beasiswa BPSDM

Jumat, 25 Juli 2025 - 16:28 WIB

Terbukti Korupsi Pengadaan Lahan Zikir, Muhammad Yasir Dieksekusi ke Lapas Lambaro

Berita Terbaru

Plt. Sekda Aceh, Taufik, ST, M.Si, menghadiri acara serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, yang berlangsung di Aula Kantor DWP Aceh, Rabu (9/9/2026).

Pemerintah Aceh

Plt. Sekda Aceh Hadiri Serah Terima Jabatan Ketua DWP Aceh

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:29 WIB