Inovasi dan Kecerdasan Membaca Peluang, Sektor Ekraf Perkuat Budaya Lokal

Rabu, 17 Desember 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir pada sebuah kesempatan mengunjungi showroom Dekranasda Aceh Timur. [Foto: Dok Ist]

Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir pada sebuah kesempatan mengunjungi showroom Dekranasda Aceh Timur. [Foto: Dok Ist]

BANDAPOS | Ekonomi kreatif merupakan salah satu usaha yang bertumpu pada ide, gagasan, pemikiran dan kecerdasan dalam melihat peluang usaha serta memberdayakan sumber daya manusia dengan mengikuti perkembangan tekhnologi bertujuan agar mampu menguasai pasar dan menghasilkan produk serta jasa.

Sektor ini mencakup seni, desain, fesyen, kuliner, musik, film, pariwisata, hingga teknologi, dan berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing nasional dengan dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2022 ekonomi kreatif menyumbang Rp1.300 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional atau tumbuh 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor ini juga menyerap sekitar 18,1 juta tenaga kerja.

Baca Juga :  Lestarikan Warisan Indatu, Aceh Bawa Budaya Takbenda ke Tingkat Nasional 2026

Ekonomi kreatif memanfaatkan kreativitas, keahlian, dan kekayaan budaya sebagai sumber utama penciptaan nilai ekonomi. Selain produksi, sektor ini menekankan pengelolaan kekayaan intelektual seperti hak cipta, merek, dan paten, sekaligus menjadi sarana promosi identitas dan budaya lokal.

Ciri utama ekonomi kreatif antara lain berbasis ide dan pengetahuan, menghasilkan nilai tambah tinggi, fleksibel mengikuti tren, serta dapat berupa produk fisik maupun digital. Distribusinya beragam dan berorientasi pada keberlanjutan serta pelestarian budaya.

Ragam sektor ekonomi kreatif meliputi industri kreatif (seni, desain, film, musik, fesyen), teknologi dan media digital, kuliner, pariwisata budaya, hingga industri berbasis pengetahuan.

Baca Juga :  Tingkatkan Daya Saing, Disbudpar dan Gekrafs Gelar Pelatihan Kreatif Digital di Banda Aceh

Keberadaan ekonomi kreatif memberikan manfaat luas, seperti mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat daya saing bangsa, serta mengembangkan pariwisata dan diplomasi budaya.

Di Banda Aceh, subsektor ekonomi kreatif didominasi kuliner, fesyen, suvenir, dan kriya, dengan kuliner sebagai sektor unggulan. Pemerhati ekonomi kreatif, Munawir, menyebut pelaku usaha semakin adaptif dengan memanfaatkan digital branding dan e-commerce untuk menjaga keberlanjutan usaha.

Selain itu, Ia menekankan pentingnya legalitas produk dan kolaborasi dengan Kemenparekraf agar produk lokal dapat naik kelas melalui penguatan merek dan pemasaran digital.

Inovasi seperti ini merupakan peluang strategis bagi generasi muda untuk berinovasi dan menciptakan nilai tambah berbasis budaya lokal. Dengan dukungan pendidikan dan pelatihan yang tepat, peluang pengembangan sektor ini semakin terbuka luas.

Baca Juga :  Kolaborasi Layanan Syariah Hotel dan Restoran Strategi Aceh Tarik Wisatawan Nusantara & Mancanegara

Berikut Bentuk Ekonomi Kreati : Industri Kreatif: Seni pertunjukan, desain, arsitektur, film, musik, penerbitan, periklanan, fashion.

Teknologi & Media Digital: Software, aplikasi, permainan video, animasi, konten digital.

Kuliner & Wisata Budaya: Restoran, festival makanan, tur budaya, pengalaman kuliner lokal.

Desain & Mode: Desain produk, grafis, interior, fashion, manufaktur tekstil dan Pariwisata Budaya & Kreatif yang meliputi, Destinasi berbasis kekayaan budaya dan kreativitas.

Dengan demikian, pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya menyasar pada peningkatan pendapatan asli daerah, tetapi juga memberdayakan masyarakat serta memperkuat identitas budaya lokal.(Adv)

Berita Terkait

Brain Drain di Kota Kecil Merupakan Tantangan SDM Sabang ke Depan
Lebaran Bukan Sekadar Hari Raya, Ini Makna Idulfitri yang Sering Terlupakan
Ketika Akses Jadi Tantangan: Mampukah Sabang Menjaga Pesonanya?
Menyelam di Sabang, Pesona Wisata Dunia Bawah Laut yang Mendunia
Benteng Anoi Itam Pulau Weh, Saksi Perang di Pintu Selat Malaka
Sabang berbenah, Pariwisata Berkelas Dunia dan Berkelanjutan
Dari Laut ke Panggung ; Tarian Tarek Pukat Menghidupkan Tradisi Nelayan Aceh
Seudati, Warisan Tarian Legendaris Aceh yang Membawa Pesan Keislaman dan Kepahlawanan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:29 WIB

Plt. Sekda Aceh Hadiri Serah Terima Jabatan Ketua DWP Aceh

Selasa, 8 September 2026 - 15:39 WIB

Wagub Fadhlullah Ikuti Rakor Percepatan Rehab-Rekon Pascabencana di Sumatera

Senin, 7 September 2026 - 05:16 WIB

Percepat Perubahan RKPA 2026, Pemprov Aceh Minta SKPA Rapikan Data Anggaran

Kamis, 3 September 2026 - 05:51 WIB

Bahas Agenda Strategis, Pemegang Saham Pengendali Pimpin RUPSLB Bank Aceh

Kamis, 13 Agustus 2026 - 03:51 WIB

Pemerintah Aceh Raih Penghargaan Akses Layanan Pendidikan Regional Sumatera 2026

Selasa, 7 Juli 2026 - 04:40 WIB

Sukses Transformasi Ekonomi Syariah, Aceh Borong Sembilan Penghargaan di Anugerah Adinata Syariah 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:49 WIB

Sekda Aceh Muhammad Nasir Resmi Pimpin Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026–2030

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:49 WIB

Mualem Minta Mendagri Percepat Pemulihan Sawah dan Infrastruktur Pascabencana di Aceh

Berita Terbaru

Plt. Sekda Aceh, Taufik, ST, M.Si, menghadiri acara serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, yang berlangsung di Aula Kantor DWP Aceh, Rabu (9/9/2026).

Pemerintah Aceh

Plt. Sekda Aceh Hadiri Serah Terima Jabatan Ketua DWP Aceh

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:29 WIB