BANDAPOS | Media Independen Online (MIO) Indonesia bersama Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XX pada 12–13 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Sebelum pelaksanaan UKW, peserta mengikuti pra-UKW secara daring pada 11 September 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Profesional, Kompeten, Beretika untuk Jurnalisme Berkualitas.”
Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie mengatakan, UKW merupakan bagian penting dalam meningkatkan kompetensi sekaligus memastikan wartawan memahami dan menjunjung tinggi etika jurnalistik.
“UKW bukan sekadar ujian untuk mendapatkan pengakuan kompetensi. Lebih dari itu, UKW merupakan proses untuk memastikan seorang wartawan memiliki kemampuan, pemahaman etika, dan tanggung jawab profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujarnya.
Ia mengatakan tantangan dunia pers semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Wartawan tidak hanya dituntut cepat memperoleh dan menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu melakukan verifikasi, memastikan akurasi, menjaga keberimbangan, serta memahami aspek hukum dan etika pers.
“Di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan harus tetap menempatkan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan Kode Etik Jurnalistik sebagai fondasi. Kecepatan publikasi tidak boleh mengorbankan kebenaran dan tanggung jawab kepada publik,” tegasnya.
Dalam UKW Angkatan XX, peserta diuji melalui sejumlah materi dan praktik jurnalistik. Materi tersebut antara lain pemahaman Kode Etik Jurnalistik, hukum dan regulasi pers, perencanaan liputan, pemanfaatan platform digital, rapat redaksi, konferensi pers, wawancara, penulisan berita, hingga penyuntingan.
Pengujian dilakukan berdasarkan tiga jenjang kompetensi, yakni wartawan muda, wartawan madya, dan wartawan utama.
MIO Indonesia berharap pelaksanaan UKW tidak hanya menghasilkan wartawan yang memenuhi standar kompetensi secara formal, tetapi juga memiliki integritas, independensi, dan profesionalisme dalam menjalankan fungsi jurnalistik.
“Pers yang berkualitas lahir dari wartawan yang kompeten dan berintegritas. Karena itu, peningkatan kapasitas wartawan pada akhirnya merupakan investasi untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pers,” kata Ketua Umum MIO Indonesia.
Kerja sama LUKW UMJ dan MIO Indonesia dalam pelaksanaan UKW Angkatan XX menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mendorong pers yang merdeka, profesional, bertanggung jawab, dan berintegritas.(Sumber: Humas MIO Indonesia)













