Memperkuat Identitas, Bootcamp II Akselerasi Fesyen Muslim Resmi Dibuka di Banda Aceh

Selasa, 25 November 2025 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Fesyen Deputi Badan Koordinasi dan Kebijakan Desain (BKBD), Romi Astuti berbincang dengan peserta usai membuka secara resmi Bootcamp II Akselerasi Fesyen Muslim Indonesia Selasa (25/11/2025) di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh.

Direktur Fesyen Deputi Badan Koordinasi dan Kebijakan Desain (BKBD), Romi Astuti berbincang dengan peserta usai membuka secara resmi Bootcamp II Akselerasi Fesyen Muslim Indonesia Selasa (25/11/2025) di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh.

BANDAPOS | Upaya memantapkan posisi Aceh sebagai pusat akselerasi fesyen muslim nasional memasuki tahap baru. Direktur Fesyen Deputi Badan Koordinasi dan Kebijakan Desain (BKBD) Romi Astuti resmi membuka Bootcamp II Akselerasi Fesyen Muslim Indonesia di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini digagas sebagai langkah konkret untuk mendorong industri fesyen muslim Aceh agar mampu bersaing di tingkat global.

Dalam sambutannya, Romi menyampaikan bahwa sektor fesyen menjadi kontributor terbesar kedua dalam Global Islamic Economy (GIE) tahun 2024–2025. Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa fesyen muslim tidak sekadar tren, tetapi merupakan representasi nilai budaya, spiritualitas, kreativitas, dan identitas masyarakat muslim dunia.

Baca Juga :  Makin Diminati, Pariwisata Halal Aceh Raih Dua Penghargaan di IMTI 2025

“Fesyen muslim adalah cerminan nilai, identitas budaya, dan ekspresi kreatif. Potensi inilah yang harus kita akselerasikan bersama,” ujarnya.

Romi juga menyoroti tantangan utama dalam dunia produksi, yakni kontrol kualitas. Ia menilai masih banyak pelaku usaha yang mampu mendapatkan pesanan awal, tetapi kesulitan mempertahankan standar saat volume produksi meningkat. Konsistensi dan profesionalisme, katanya, menjadi kunci agar produk lokal dapat bersaing di pasar global.

Lebih lanjut, ia menilai Aceh memiliki keunggulan komparatif sebagai daerah bersyariat yang didukung budaya lokal kuat serta kekayaan wastra. Modal tersebut dinilai dapat mendorong Aceh menjadi pusat tren fesyen muslim nasional.

Baca Juga :  Sabang berbenah, Pariwisata Berkelas Dunia dan Berkelanjutan

“Jika ingin belanja fesyen muslim, datanglah ke Aceh. Kita harapkan Aceh tidak hanya menjadi pusat mode nasional, tetapi juga mampu tampil sebagai trendsetter fesyen muslim dunia,” katanya.

Bootcamp II Akselerasi Fesyen Muslim diikuti 10 brand lokal terpilih. Mereka akan menjalani proses kurasi dan penguatan kapasitas untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah, seperti kualitas tinggi, prinsip berkelanjutan, dan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Herly Marlina, yang mewakili Kepala Disbudpar Aceh, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif menjadi pilar penting dalam mewujudkan visi Aceh Kreatif, terutama melalui potensi unggulan daerah.

Baca Juga :  Melalui Ajang Lomba Kreatif, Museum Aceh Ajak Generasi Muda Bangun Bangsa

Herly menyebut sektor fesyen, bersama kuliner dan kriya, tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebagai tiga subsektor penyumbang ekspor terbesar. Pemerintah Aceh, katanya, terus berkomitmen memperkuat ekosistem kreatif melalui berbagai program pelatihan, ekspo, serta Aceh Business Fashion Festival yang telah digelar sejak 2022 dan dipresentasikan di Sarinah Mall Jakarta pada 2024.

“Kami berharap produk fesyen Aceh tidak hanya mampu bersaing di pasar nasional, tetapi juga menembus pasar global,” ujarnya. Ia turut mengapresiasi penetapan Aceh sebagai salah satu dari 15 provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional oleh Kemenparekraf/Bekraf.(Adv)

Berita Terkait

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Meunasah Tuha, Pemkab Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik
Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah di Kota Jantho
Pemkab Aceh Besar dan Unmuha Resmi Jalin Kerja Sama Strategis
Adopsi Sistem Sumedang, Bupati Aceh Besar Paparkan Inovasi Digital dan Rencana Call Center Bencana di Monev KIA
Buka Piasan Aceh Rayeuk 2026, Bupati Minta Kuliner Khas dan Budaya Lokal di Lestarikan
Sekda Aceh Besar Ajak Seluruh OPD dan Masyarakat Sukseskan MTQ ke-35 di Kuta Baro
Atasi Krisis Air di Leupung, Pemkab Aceh Besar Siapkan Perbaikan Pipa dan Rencana Bendungan 2027
Perluas Akses Listrik Perdesaan, Pemkab Aceh Besar Lakukan Sinkronisasi Data Bersama PLN

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Meunasah Tuha, Pemkab Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah di Kota Jantho

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:35 WIB

Pemkab Aceh Besar dan Unmuha Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Buka Piasan Aceh Rayeuk 2026, Bupati Minta Kuliner Khas dan Budaya Lokal di Lestarikan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:17 WIB

Sekda Aceh Besar Ajak Seluruh OPD dan Masyarakat Sukseskan MTQ ke-35 di Kuta Baro

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Atasi Krisis Air di Leupung, Pemkab Aceh Besar Siapkan Perbaikan Pipa dan Rencana Bendungan 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:42 WIB

Perluas Akses Listrik Perdesaan, Pemkab Aceh Besar Lakukan Sinkronisasi Data Bersama PLN

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Bupati Muharram Tegaskan Kepastian Hukum untuk Lindungi Hak Masyarakat Hukum Adat Aceh Besar

Berita Terbaru