Buka Piasan Aceh Rayeuk 2026, Bupati Minta Kuliner Khas dan Budaya Lokal di Lestarikan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris membuka Festival Piasan Aceh Rayeuk 2026 di halaman Kantor Camat Peukan Bada, Senin (12/10/2026). Foto : Media Center Aceh Besar.

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris membuka Festival Piasan Aceh Rayeuk 2026 di halaman Kantor Camat Peukan Bada, Senin (12/10/2026). Foto : Media Center Aceh Besar.

BANDAPOS | Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian bahasa dan warisan budaya Aceh di tengah arus modernisasi. Ia menegaskan agar generasi muda tidak kehilangan identitas serta kemampuan berbahasa daerah sendiri.

“Jangan sampai anak Aceh tidak bisa berbicara bahasa Aceh. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama agar bahasa dan budaya Aceh tetap terjaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Bupati yang akrab disapa Syech Muharram saat membuka Festival Piasan Aceh Rayeuk 2026 di halaman Kantor Camat Peukan Bada, Senin (12/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Syech Muharram menyoroti perlunya perlindungan hukum atas kekayaan intelektual warisan budaya Aceh Besar, salah satunya kuliner khas kuah beulangong. Ia menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Bappeda Aceh Besar untuk segera mengurus hak paten atau Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas tradisi tersebut.

Baca Juga :  Dari Laut ke Panggung ; Tarian Tarek Pukat Menghidupkan Tradisi Nelayan Aceh

“Kuah beulangong merupakan budaya khas Aceh Besar. Saya minta Disdikbud dan Bappeda tolong hak paten diurus, karena sudah banyak yang menjadi khazanah kita dipergunakan hak miliknya oleh daerah lain,” ujarnya.

Menurut Syech Muharram, pelestarian budaya tidak lepas dari nilai-nilai syariat Islam. Pelestarian ini sejalan dengan visi Pemkab Aceh Besar untuk mengembangkan potensi wisata religi Islami, yang menyatukan keindahan alam, kebudayaan, dan penguatan pendidikan agama melalui program Beut Kitab Bak Sikula (BKBS) serta Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS).

Baca Juga :  Malam Bersejarah untuk Film Aceh: Teater Penuh, Kreativitas Pemuda Dipuji Menparekraf

Ia juga menyampaikan keprihatinannya terkait pergeseran adab dan tata krama dalam kehidupan sehari-hari, seperti tata cara makan dan sikap menghormati orang tua, yang dinilai mulai luntur di kalangan generasi muda.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Disdikbud Aceh Besar, M. Isa, SE., Ak., M.Si., menjelaskan bahwa Festival Piasan Aceh Rayeuk 2026 berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 dengan melibatkan 273 siswa dari 15 sekolah.

“Festival ini memperlombakan enam cabang kegiatan, di antaranya pidato bahasa Aceh, hadih maja, lagu jameun, calitra paneuk, dan meucagok. Para pemenang pertama akan mewakili Aceh Besar pada ajang tingkat Provinsi Aceh,” jelas M. Isa.

Baca Juga :  Cerminan Budaya dan Agama Melalui Warisan Pakaian Adat Aceh

Apresiasi juga datang dari Balai Pelestarian Bahasa Wilayah I Kementerian Kebudayaan RI.

Melalui Kasubbag Umum Cut Zahrina, pihak kementerian berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, seniman, dan masyarakat.

Turut dihadiri oleh Asisten I Sekdakab Aceh Besar Farhan AP, Kadis Kominfo Imam Munandar, Inspektur Muharril Al Aqshar, Ketua MAA Aceh Besar Anwar Ahmad, Muspika Peukan Bada, serta para tokoh masyarakat setempat.(**)

Berita Terkait

Pemkab Aceh Besar dan Unmuha Resmi Jalin Kerja Sama Strategis
Adopsi Sistem Sumedang, Bupati Aceh Besar Paparkan Inovasi Digital dan Rencana Call Center Bencana di Monev KIA
Sekda Aceh Besar Ajak Seluruh OPD dan Masyarakat Sukseskan MTQ ke-35 di Kuta Baro
Atasi Krisis Air di Leupung, Pemkab Aceh Besar Siapkan Perbaikan Pipa dan Rencana Bendungan 2027
Perluas Akses Listrik Perdesaan, Pemkab Aceh Besar Lakukan Sinkronisasi Data Bersama PLN
Bupati Muharram Tegaskan Kepastian Hukum untuk Lindungi Hak Masyarakat Hukum Adat Aceh Besar
Kembangkan Lahan Transmigrasi, Pemkab Aceh Besar Dorong Pemanfaatan di Jantho dan Seulimeum
Bupati Aceh Besar Lantik Pengurus MAA Tekankan Penguatan Adat Hingga Gampong
Tag :

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:35 WIB

Pemkab Aceh Besar dan Unmuha Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Adopsi Sistem Sumedang, Bupati Aceh Besar Paparkan Inovasi Digital dan Rencana Call Center Bencana di Monev KIA

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Buka Piasan Aceh Rayeuk 2026, Bupati Minta Kuliner Khas dan Budaya Lokal di Lestarikan

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Atasi Krisis Air di Leupung, Pemkab Aceh Besar Siapkan Perbaikan Pipa dan Rencana Bendungan 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:42 WIB

Perluas Akses Listrik Perdesaan, Pemkab Aceh Besar Lakukan Sinkronisasi Data Bersama PLN

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Bupati Muharram Tegaskan Kepastian Hukum untuk Lindungi Hak Masyarakat Hukum Adat Aceh Besar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 04:59 WIB

Kembangkan Lahan Transmigrasi, Pemkab Aceh Besar Dorong Pemanfaatan di Jantho dan Seulimeum

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Bupati Aceh Besar Lantik Pengurus MAA Tekankan Penguatan Adat Hingga Gampong

Berita Terbaru