Tradisi Suci dari Tepung Tawar hingga Benih Padi: Makna Mendalam Peusijuek di Aceh

Rabu, 17 Desember 2025 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAPOS | Peusijuek merupakan upacara adat khas Aceh yang melambangkan doa, keselamatan, dan keberkahan. Tradisi yang juga dikenal sebagai tepung tawar ini dilakukan pada berbagai momen penting dalam kehidupan masyarakat, seperti pernikahan, khitanan, kelahiran bayi, menempati rumah baru, penyambutan tamu, hingga kegiatan pertanian dan penyelesaian konflik.

Peusijuek telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh, baik di gampong hingga wilayah perkotaan. Upacara ini menjadi bagian penting dari tradisi turun-temurun yang merepresentasikan rasa syukur serta permohonan perlindungan kepada Allah SWT.

Dalam pelaksanaannya, peusijuek menggunakan berbagai bahan simbolis, antara lain air, tepung tawar, beras, dan daun-daunan. Bahan-bahan tersebut dipercikkan atau dioleskan kepada orang atau benda yang dipeusijuek, disertai pembacaan doa-doa Islami oleh tokoh adat atau ulama.

Baca Juga :  Puluhan Seniman dan Pelaku Kuliner Meriahkan Aceh Festival 2025

Tokoh masyarakat Aceh, Teungku H. Ghazali, menyebutkan bahwa peusijuek pada hakikatnya merupakan wujud doa dan harapan yang diekspresikan melalui ritual adat.“Peusijuek adalah simbol rasa syukur dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT yang diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya.

Upacara peusijuek biasanya dipimpin oleh tetua adat atau ulama yang memiliki pemahaman mendalam terhadap adat dan agama. Setiap unsur yang digunakan memiliki makna filosofis. Air melambangkan kesucian dan keberkahan, daun-daunan serta bunga melambangkan harapan agar doa yang dipanjatkan sampai kepada Allah SWT, sementara nasi ketan (bu leukat) melambangkan eratnya persaudaraan.

Baca Juga :  Story Behind the Taste: Festival Kuliner Aceh 2025 Kupas Jejak Rasa dan Budaya

Selain dilakukan kepada manusia, peusijuek juga diterapkan pada benda, seperti rumah baru, kendaraan, tempat usaha, hingga benih padi. Dalam kegiatan pertanian, dikenal peusijuek pade bijeh, yaitu ritual sebelum menanam padi agar tanaman tumbuh subur dan terhindar dari hama.

Budayawan Aceh, Sarjev Hirzy, menjelaskan bahwa peusijuek juga berperan penting dalam menjaga keharmonisan sosial masyarakat.

“Dalam penyelesaian konflik, peusijuek yang dikenal sebagai peusijuek meulangga menjadi simbol perdamaian setelah perselisihan, bahkan yang melibatkan pertumpahan darah, dengan disertai pemberian sayam atau uang perdamaian,” jelasnya.

Baca Juga :  Lebaran Bukan Sekadar Hari Raya, Ini Makna Idulfitri yang Sering Terlupakan

Di akhir prosesi peusijuek, nasi ketan biasanya dibagikan dan dimakan bersama sebagai simbol persatuan dan kebersamaan antar keluarga serta masyarakat.

Tradisi peusijuek mencerminkan kuatnya integrasi antara adat dan ajaran Islam di Aceh, sebagaimana tertuang dalam prinsip “Hukom ngon adat hanjeut cre lagee zat ngon sifeut”, yang bermakna bahwa hukum syariat Islam dan adat istiadat tidak dapat dipisahkan.

Meski pada masa lalu adat Aceh sempat dipengaruhi budaya Hindu, tradisi seperti peusijuek kini sepenuhnya sejalan dengan nilai-nilai Islam dan tetap lestari sebagai warisan budaya takbenda yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Aceh.(Adv)

Berita Terkait

Brain Drain di Kota Kecil Merupakan Tantangan SDM Sabang ke Depan
Lebaran Bukan Sekadar Hari Raya, Ini Makna Idulfitri yang Sering Terlupakan
Ketika Akses Jadi Tantangan: Mampukah Sabang Menjaga Pesonanya?
Menyelam di Sabang, Pesona Wisata Dunia Bawah Laut yang Mendunia
Benteng Anoi Itam Pulau Weh, Saksi Perang di Pintu Selat Malaka
Sabang berbenah, Pariwisata Berkelas Dunia dan Berkelanjutan
Dari Laut ke Panggung ; Tarian Tarek Pukat Menghidupkan Tradisi Nelayan Aceh
Seudati, Warisan Tarian Legendaris Aceh yang Membawa Pesan Keislaman dan Kepahlawanan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:29 WIB

Plt. Sekda Aceh Hadiri Serah Terima Jabatan Ketua DWP Aceh

Selasa, 8 September 2026 - 15:39 WIB

Wagub Fadhlullah Ikuti Rakor Percepatan Rehab-Rekon Pascabencana di Sumatera

Senin, 7 September 2026 - 05:16 WIB

Percepat Perubahan RKPA 2026, Pemprov Aceh Minta SKPA Rapikan Data Anggaran

Kamis, 3 September 2026 - 05:51 WIB

Bahas Agenda Strategis, Pemegang Saham Pengendali Pimpin RUPSLB Bank Aceh

Kamis, 13 Agustus 2026 - 03:51 WIB

Pemerintah Aceh Raih Penghargaan Akses Layanan Pendidikan Regional Sumatera 2026

Selasa, 7 Juli 2026 - 04:40 WIB

Sukses Transformasi Ekonomi Syariah, Aceh Borong Sembilan Penghargaan di Anugerah Adinata Syariah 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:49 WIB

Sekda Aceh Muhammad Nasir Resmi Pimpin Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026–2030

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:49 WIB

Mualem Minta Mendagri Percepat Pemulihan Sawah dan Infrastruktur Pascabencana di Aceh

Berita Terbaru

Plt. Sekda Aceh, Taufik, ST, M.Si, menghadiri acara serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, yang berlangsung di Aula Kantor DWP Aceh, Rabu (9/9/2026).

Pemerintah Aceh

Plt. Sekda Aceh Hadiri Serah Terima Jabatan Ketua DWP Aceh

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:29 WIB