Kesbangpol Banda Aceh Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan, Sasar 50 Ketua Pemuda Gampong

Berita37 views

BANDAPOS |Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banda Aceh menggelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan di Hotel Al Hanifi, Lamprit, Banda Aceh, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini menjadi komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat persatuan, toleransi, dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Pemerintah Kota Banda Aceh, Dr. Samsul Bahri, M.Si. Dalam sambutannya, Samsul menegaskan bahwa pembauran kebangsaan merupakan fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa, khususnya di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

“Keberagaman yang kita miliki harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan membangun masyarakat yang harmonis. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir pemahaman yang semakin kuat tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Banda Aceh, Rizal Abdillah, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa penguatan nilai kebangsaan adalah program strategis untuk menjaga stabilitas sosial di wilayahnya.

Rizal menilai generasi muda memiliki peran krusial sebagai agen perubahan sekaligus pelopor kerukunan. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong kegiatan edukatif yang mampu menanamkan nilai toleransi, gotong royong, dan semangat kebangsaan di kalangan pemuda.

“Persatuan dan kerukunan harus terus dirawat agar menjadi kekuatan dalam mendukung pembangunan daerah,” kata Rizal.

Sebagai bentuk dukungan legislatif, kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRK Banda Aceh dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Syarifah Munirah, S.Ag.

Sebanyak 50 peserta yang merupakan para ketua pemuda gampong dari berbagai wilayah di Banda Aceh antusias mengikuti jalannya acara. Mereka diharapkan mampu menjadi motor penggerak harmoni sosial langsung di tingkat akar rumput.

Sepanjang acara, para peserta dibekali materi dari sejumlah narasumber berpengalaman. Pemateri pertama, Drs. Idrus Hayat, M.Si., mengupas pentingnya pembauran kebangsaan dalam membangun budaya saling menghormati di tengah perbedaan.

Selanjutnya, perwakilan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI di Aceh, Dr. Jalaluddin, M.Pd., menekankan penguatan nilai Pancasila sebagai landasan kehidupan bernegara bagi generasi muda.

Materi penutup disampaikan oleh Rektor Suficademic, Said Muniruddin, S.E., M.Sc., Ak., yang membawakan tema “Spiritualitas Kebangsaan sebagai Perekat Keragaman.” Ia menjelaskan bahwa nilai spiritual yang bersumber dari agama dan budaya lokal mengajarkan masyarakat untuk memandang perbedaan sebagai anugerah, bukan alasan perpecahan.

Melalui sosialisasi ini, Kesbangpol Banda Aceh berharap para pemuda gampong dapat mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, demi mewujudkan masyarakat yang rukun dan inklusif. (Heri Ulka)

Komentar