Khanduri Raya Meriahkan Pra-Event Aceh Festival 2025, Seribu Warga Kuta Alam Hadir

Senin, 24 November 2025 - 04:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAPOS | Suasana Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, tampak semarak saat Disbudpar Aceh menggelar Khanduri Raya sebagai pra-event Aceh Festival 2025, Sabtu siang (22/11/2025). Kegiatan ini melibatkan sekitar 1.000 warga dari 11 gampong di Kecamatan Kuta Alam, yang datang sejak pagi untuk mengikuti tradisi kenduri massal yang sudah menjadi bagian dari budaya Aceh.

Eliati, Sub Koordinator Atraksi Wisata Disbudpar Aceh, menjelaskan bahwa Khanduri Raya digelar sebagai pembuka rangkaian Aceh Festival 2025. Momentum perayaan Maulid Nabi menjadi alasan dipilihnya konsep kenduri sebagai acara awal, agar festival dibuka dengan nuansa kebersamaan dan keberkahan.

“Ini masih pra-event Aceh Festival 2025. Kita mulai dengan Khanduri Raya yang mengundang seribu warga dari Kecamatan Kuta Alam. Kita berharap pembukaannya membawa suasana yang positif untuk keseluruhan acara,” kata Eliati.

Baca Juga :  Perkuat Sistem Keamanan Berbasis Kearifan Lokal, Pemkab Aceh Besar Godok Ranperbup

Untuk menyukseskan kenduri, panitia memasak 10 kuah beulangong, masakan khas Aceh berbahan daging dan rempah, yang dimasak dalam belanga besar oleh para juru masak dari komunitas lokal. Makanan tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat yang diundang melalui struktur adat gampong.

“Masing-masing gampong kita undang 50 orang melalui bapak kecilnya. Mereka datang bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat,” ujar Eliati.

Warga terlihat menikmati hidangan bersama di area khusus yang disediakan panitia. Bagi sebagian warga, kegiatan ini bukan sekadar makan bersama, tetapi juga ajang memperkuat silaturahmi antar-gampong menjelang penyelenggaraan Aceh Festival 2025.

Selain kenduri, Disbudpar Aceh juga memberikan santunan kepada anak-anak penghafal ayat Al-Qur’an yang berasal dari lingkungan sekitar lokasi acara. Santunan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengapresiasi generasi muda Aceh yang berkomitmen mempelajari ilmu agama.

Baca Juga :  Di Balik Gerak Tarian Rapa’i Geleng, Tersimpan Nilai Pengajaran Kebaikan dan Kebersamaan

“Kita ingin kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga membawa nilai sosial dan spiritual,” tambah Eliati.

Eliati menegaskan, Aceh Festival 2025 tidak hanya berfungsi sebagai agenda wisata tahunan, tetapi juga menjadi ruang penting bagi para pelaku seni dan budaya yang sempat vakum akibat keterbatasan anggaran kegiatan beberapa tahun terakhir.

“Kita ingin memberikan panggung bagi pelaku seni, baik tari, musik, teater, maupun seni tradisi yang selama ini tidak mendapat kesempatan tampil. Festival ini menjadi momentum kebangkitan seni Aceh,” katanya.

Baca Juga :  Sambut Islami Cruise 2026, Aceh Jadi Panggung Wisata Halal Internasional

Disbudpar Aceh juga mengikutsertakan 30 UMKM dari berbagai bidang, di antaranya kuliner tradisional, kerajinan tangan, kopi, dan produk ekonomi kreatif. Booth UMKM dipasang berjejer di area festival, memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk menjual produk mereka kepada pengunjung.

“Kita berharap adanya festival ini memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, terutama UMKM dan warga yang berada di sekitar Taman Ratu Safiatuddin sebagai lokasi kegiatan,” ujar Eliati.

Selama dua hari pelaksanaan, festival diperkirakan akan dipadati ribuan pengunjung dari Banda Aceh dan daerah sekitarnya. Kegiatan malam pembukaan dijadwalkan menampilkan pertunjukan seni, musik, serta pameran budaya yang menjadi daya tarik utama Aceh Festival 2025.(Adv)

Berita Terkait

Atasi Krisis Air di Leupung, Pemkab Aceh Besar Siapkan Perbaikan Pipa dan Rencana Bendungan 2027
Perluas Akses Listrik Perdesaan, Pemkab Aceh Besar Lakukan Sinkronisasi Data Bersama PLN
Bupati Muharram Tegaskan Kepastian Hukum untuk Lindungi Hak Masyarakat Hukum Adat Aceh Besar
Kembangkan Lahan Transmigrasi, Pemkab Aceh Besar Dorong Pemanfaatan di Jantho dan Seulimeum
Bupati Aceh Besar Lantik Pengurus MAA Tekankan Penguatan Adat Hingga Gampong
Perkuat Sistem Keamanan Berbasis Kearifan Lokal, Pemkab Aceh Besar Godok Ranperbup
Brain Drain di Kota Kecil Merupakan Tantangan SDM Sabang ke Depan
Lebaran Bukan Sekadar Hari Raya, Ini Makna Idulfitri yang Sering Terlupakan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Atasi Krisis Air di Leupung, Pemkab Aceh Besar Siapkan Perbaikan Pipa dan Rencana Bendungan 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:42 WIB

Perluas Akses Listrik Perdesaan, Pemkab Aceh Besar Lakukan Sinkronisasi Data Bersama PLN

Rabu, 7 Oktober 2026 - 04:59 WIB

Kembangkan Lahan Transmigrasi, Pemkab Aceh Besar Dorong Pemanfaatan di Jantho dan Seulimeum

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Bupati Aceh Besar Lantik Pengurus MAA Tekankan Penguatan Adat Hingga Gampong

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:07 WIB

Perkuat Sistem Keamanan Berbasis Kearifan Lokal, Pemkab Aceh Besar Godok Ranperbup

Rabu, 15 April 2026 - 19:48 WIB

Brain Drain di Kota Kecil Merupakan Tantangan SDM Sabang ke Depan

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:37 WIB

Lebaran Bukan Sekadar Hari Raya, Ini Makna Idulfitri yang Sering Terlupakan

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:34 WIB

Ketika Akses Jadi Tantangan: Mampukah Sabang Menjaga Pesonanya?

Berita Terbaru