Polisi Presisi dan Mitra Masyarakat

Selasa, 9 Juli 2024 - 04:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr.(Cand)H.Fachrul Razi, MIP, M.Si, MH

Dr.(Cand)H.Fachrul Razi, MIP, M.Si, MH

Oleh: Dr. (Cand) H. Fachrul Razi, M.I.P, M.Si, MH

BANDAPOS :Sebuah Prestasi yang cukup dibanggakan, pada tahun 2024 berdasarkan hasil survei Litbang Kompas periode Juni 2024 mencatat naiknya citra positif terhadap lembaga Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebesar 1,5 persen. Hal tersebut jika diperbandingkan dengan hasil survei Litbang Kompas pada Desember 2023 lalu. Survei tahun 2024 mengungkap 73,1 persen responden memberikan penilaian positif terhadap citra Polri. Sebagai perbandingan, pada survei Desember 2023 lalu, hasil survei terhadap citra positif Polri tercatat sebesar 71,6 persen. Pembenahan di internal Polri yang dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dinilai berhasil.

Membangun citra positif tidaklah mudah, salah satu strategi yang dilakukan Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko adalah menyelenggara Bhayangkara Fest 2024 yang diselenggarakan oleh Polda Aceh sebagai bagian dari perayaan Hari Bhayangkara, yang merupakan hari jadi Kepolisian Republik Indonesia. Saya menilai program ini adalah bagian wujud Presisi Polri dalam membangun kemitraan dengan Masyarakat dan meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Aceh.

Program Polisi Presisi adalah konsep kepolisian yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dengan fokus pada penegakan hukum yang profesional, transparan, dan akuntabel. Polisi Presisi juga menekankan pentingnya membangun kemitraan yang baik dengan masyarakat.

Baca Juga :  Empat Pimpinan DPRK Aceh Utara Resmi di Lantik, Ini Pesan Ketua PAS Aceh Utara

Dalam konteks Polisi Presisi, penting bagi aparat kepolisian untuk memahami kebutuhan dan harapan masyarakat, serta bekerja sama dengan mereka untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Polisi Presisi menekankan pentingnya pencegahan kejahatan, penyelesaian konflik secara damai, dan penegakan hukum yang adil.

Membangun kemitraan dengan masyarakat adalah langkah penting dalam mewujudkan konsep Polisi Presisi. Hal ini dilakukan dengan cara meningkatkan komunikasi dan kerjasama antara kepolisian dan masyarakat, seperti melalui program-program sosial, kegiatan komunitas, pertemuan dengan warga, dan lain sebagainya.

Dengan membangun kemitraan yang kuat dengan masyarakat, kepolisian dapat mendapatkan dukungan dan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugasnya dengan lebih efektif. Selain itu, kemitraan yang baik juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian dan memperkuat hubungan antara kedua belah pihak.

Meningkatkan dukungan publik untuk Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merupakan hal yang penting dalam memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta meningkatkan efektivitas dari kerja-kerja keamanan dan penegakan hukum.

Baca Juga :  Bangkitkan UMKM, BPRS Hikmah Wakilah Salurkan Rp 115 M Bantuan Pembiayaan

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dukungan publik untuk Polri. Pertama, Transparansi dan akuntabilitas. Polri perlu memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil transparan dan akuntabel. Memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat mengenai kebijakan, tindakan, dan kinerja kepolisian dapat membantu membangun kepercayaan publik.

Kedua, Peningkatan layanan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Polri perlu memberikan pelayanan yang baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Hal ini mencakup respons yang cepat terhadap laporan kejahatan, kesediaan untuk memberikan bantuan dan perlindungan kepada masyarakat, serta upaya-upaya nyata untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

Ketiga, Edukasi dan sosialisasi. Polri perlu melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai peran dan fungsi kepolisian, hak dan kewajiban masyarakat dalam menjaga keamanan, serta upaya-upaya preventif untuk mencegah terjadinya kejahatan.

Keempat, Berkomunikasi secara efektif. Polri perlu memastikan komunikasi yang efektif dengan masyarakat, baik melalui media massa, sosial media, maupun pertemuan langsung dengan warga. Memberikan informasi yang jelas dan mengedepankan komunikasi dua arah dapat membantu memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Baca Juga :  Ketua Fokal IMM Aceh : Minta Ma’mun Murod dan Yusuf Warsim Jadi Momen Kebangkitan Alumni

Kelima, Kemitraan dengan masyarakat. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, membangun kemitraan yang baik dengan masyarakat merupakan kunci dalam meningkatkan dukungan publik untuk Polri. Melibatkan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan kepolisian, mendengarkan masukan dan aspirasi mereka, serta bekerja sama dalam upaya membangun keamanan bersama dapat membantu memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Dengan melakukan langkah-langkah tersebut secara konsisten dan berkelanjutan, diharapkan Polri dapat meningkatkan dukungan publik serta memperkuat legitimasi dan efektivitas dalam menjalankan tugas-tugasnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dengan demikian, Polisi Presisi dan pembangunan kemitraan dengan masyarakat merupakan dua hal yang saling terkait dan saling mendukung dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat.

*Penulis adalah Dr. (Cand) H. Fachrul Razi, M.I.P, M.Si, MH saat ini menjabat sebagai Ketua Komite I DPD RI dan Direktur PRKN SKSG Universitas Indonesia.

Berita Terkait

Bank Aceh Gandeng LPPI Percepat Persiapan Menjadi Bank Devisa
Implementasi MoU Helsinki Belum Optimal, Lembaga Wali Nanggroe Turun Gunung
Dua Dekade Perdamaian Aceh, Lembaga Wali Nanggroe Himpun Masukan di Aceh Jaya
Meneladani Habib Bugak: Dirut Bank Aceh dan Jemaah Haji Kloter 2 Ziarahi Makam Pewakaf Baitul Asyi
Kesbangpol Banda Aceh Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan, Sasar 50 Ketua Pemuda Gampong
Kamar Mesin KMP Aceh Hebat 2 Terbakar, Belasan Korban Dilarikan ke RSUDZA
JKA dan Pertaruhan Masa Depan Keadilan Sosial di Aceh
Langkah Strategis Implementasi Pergub Aceh No. 2 Tahun 2026 sebagai Solusi Pelaksanaan JKA Tepat Sasaran

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Jaga Keselamatan Pengguna Jalan, Hutama Karya Uji Coba Contraflow di KM 55 Tol Binjai–Langsa

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:47 WIB

Sering Dilanda Bencana, SAPA Minta DPRA Bentuk Pansus Lingkungan Usai Banjir dan Longsor di Aceh

Sabtu, 29 November 2025 - 20:20 WIB

BNPB: Bencana Banjir dan Longsor, 47 Warga Aceh Meninggal dan 51 Masih Hilang

Minggu, 24 Agustus 2025 - 08:31 WIB

Peringati HUT ke-80 RI, Hotel Amel Sukses Gelar Lomba Mewarnai

Jumat, 25 Juli 2025 - 07:46 WIB

Bupati Aceh Singkil Resmikan Gedung UPPKB Singkil

Rabu, 23 Juli 2025 - 04:31 WIB

Perkuat Koordinasi Pelayanan Samsat, Kepala BPKA Terima Kunjungan Dirlantas Polda Aceh

Selasa, 24 Juni 2025 - 07:28 WIB

Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Polsek Kuta Baro Gelar Bhakti Kesehatan

Senin, 9 Juni 2025 - 07:47 WIB

Idul Adha 2025, Warga Dusun Tgk Diblang Sembelih 10 Hewan Qurban

Berita Terbaru

Plt. Sekda Aceh, Taufik, ST, M.Si, menghadiri acara serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, yang berlangsung di Aula Kantor DWP Aceh, Rabu (9/9/2026).

Pemerintah Aceh

Plt. Sekda Aceh Hadiri Serah Terima Jabatan Ketua DWP Aceh

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:29 WIB