PSSI Aceh Ancam Sanksi Tim dan Perangkat Pertandingan yang Langgar Regulasi

Olahraga2 views

BANDAPOS | Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh mengingatkan seluruh klub dan panitia pelaksana (panpel) turnamen di bawah rekomendasi PSSI untuk wajib menjalankan regulasi yang telah ditetapkan. Perangkat pertandingan yang melanggar atau mengabaikan aturan tersebut dipastikan akan dijatuhi sanksi berat.

Sekretaris Umum PSSI Aceh, Nazaruddin, menegaskan bahwa pihak asosiasi akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan regulasi di setiap turnamen, kompetisi, dan kejuaraan sepak bola di Aceh, terutama yang berada di bawah rekomendasi resmi PSSI Aceh.

“PSSI Aceh mengingatkan kepada seluruh perangkat pertandingan agar menjalankan tugas sesuai dengan surat edaran yang telah diterbitkan sebelumnya. Jika tidak dijalankan, tentu akan ada sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Nazaruddin melalui siaran pers, Sabtu (6/6/2026) malam.

Nazaruddin merincikan, pengawasan tidak hanya menyasar klub peserta, tetapi juga seluruh perangkat pertandingan. Hal itu meliputi wasit, pengawas pertandingan, panitia pelaksana, dan pihak terkait lainnya yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi.

Penegasan tersebut berkaitan dengan implementasi Surat Edaran Nomor: 023/PSSI-ACEH/IV-2026. Aturan itu mewajibkan setiap tim peserta turnamen tingkat kabupaten dan kota dipimpin oleh pelatih berlisensi minimal D-PSSI. Selain itu, setiap tim wajib memainkan sedikitnya satu pemain muda kelahiran 1 Januari 2007 hingga 30 Desember 2010.

Menurut Nazaruddin, regulasi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memperkuat pembinaan sepak bola usia muda di Aceh.

“Kami ingin regulasi ini benar-benar diterapkan di lapangan, bukan hanya menjadi aturan di atas kertas. Perangkat pertandingan memiliki peran penting dalam memastikan setiap ketentuan berjalan sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Di samping penegakan regulasi tersebut, PSSI Aceh saat ini juga tengah mempersiapkan pelaksanaan Piala Soeratin 2026 untuk kategori U-13, U-15, dan U-17. Kompetisi ini menjadi salah satu agenda utama pembinaan pemain muda di Serambi Mekah.

Nazaruddin berharap seluruh Asosiasi Kabupaten (Askab) dan Askosiasi Kota (Askot) PSSI di Aceh turut mengawasi pelaksanaan regulasi tersebut serta menyosialisasikannya kepada klub-klub peserta agar tidak terjadi pelanggaran.

“Kami ingin pembinaan berjalan berjenjang dan profesional. Karena itu, seluruh pihak harus mematuhi regulasi yang telah ditetapkan demi pembinaan, lahirnya pemain bertalenta, dan prestasi sepak bola Aceh, baik di ajang Porwil maupun PON ke depan,” pungkasnya.(**)

Komentar