Rumoh Aceh Hunian Iklim Tropis Bernilai Sejarah dan Relegius

Rabu, 17 Desember 2025 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAPOS | Rumah panggung yang dibangun dari kayu tinggi menggunakan sistem pasak, tanpa paku. Rumah ini memiliki tiga bagian utama: Seuramoe Keuë (serambi depan), Seuramoe Teungoh (serambi tengah), dan Seuramoe Likôt (serambi belakang), ditambah Rumoh Dapu (dapur) disebut Rumoh Aceh. Keunikan rumah ini tidak hanya terletak pada ukiran kayu yang kaya motif flora, tetapi juga pada filosofi dan fungsinya, baik dalam menghadapi bencana alam maupun mencerminkan identitas masyarakat Aceh.

Bangunan tersebut diperkuat dengan lebih kurang 9 kaki di atas tanah untuk melindungi penghuni dari banjir dan binatang buas. Pintu rumah setinggi 120–150 cm mengharuskan tamu menunduk sebagai simbol penghormatan, sementara anak tangga ganjil mencerminkan kepercayaan adat Aceh tentang angka yang unik dan sulit ditebak. Bentuk panggung ini sekaligus mendukung ventilasi udara dan menjaga rumah tetap sejuk di iklim tropis.

Baca Juga :  Menyelam di Sabang, Pesona Wisata Dunia Bawah Laut yang Mendunia

Dari sejarah masa lalu Rumoh Aceh telah ada sejak masa kerajaan Aceh dan awalnya menjadi bentuk hunian umum masyarakat. Bahkan rumah pahlawan nasional seperti Cut Nyak Dhien dan Cut Meutia termasuk Rumoh Aceh. Pendirian rumah berpedoman pada kitab adat Meukeuta Alam, termasuk tradisi melilitkan kain merah-putih pada tiang utama sebagai penghormatan kepada leluhur. Sesuai hukum adat Aceh, rumah diwariskan kepada anak perempuan, atau istri bila tidak memiliki anak perempuan.

Baca Juga :  Inovasi dan Kecerdasan Membaca Peluang, Sektor Ekraf Perkuat Budaya Lokal

Tiang penyangga terbuat dari kayu pilihan, jumlahnya disesuaikan luas rumah: 16 tiang untuk rumah 3 ruangan, 24 tiang untuk 5 ruangan, dan 32 tiang untuk 7 ruangan. Dinding papan dihiasi ukiran khas Aceh, alas rumah disematkan tanpa paku agar mudah dilepas, sedangkan atap menggunakan daun rumbia ringan yang sejuk dan mudah dipotong saat kebakaran. Pasak dan rotan digunakan untuk memperkuat konstruksi, menggantikan paku. Menurut Siegel (1979), sejak abad ke-18 ukiran rumah Aceh semakin rumit, menandakan perkembangan seni dan estetika masyarakat.

Selain sebagai tempat tinggal Rumoh Aceh juga mempunyai nilai sosial dan religius. Bangunan memanjang timur–barat mengikuti garis imajiner ke arah Ka’bah dan menyesuaikan arah angin untuk menghadapi badai. Semakin banyak ornamen dan ukiran, semakin tinggi status sosial pemilik rumah. Wisatawan Malaysia, Kamel Ishak, menyoroti keunikan rumah ini: panggung dengan ukiran bunga indah dan warna kuning sebagai simbol kebanggaan.

Baca Juga :  Buka Festival GAYAIN 2025, Menbud RI Fadli Zon Dorong Aceh Jadi Pionir Seni dan Budaya Islam Nasional

Secara Filosofi Rumoh Aceh dibangun berdasarkan rancangan yang mempertimbangkan seluruh aspek kehidupan dan mencerminkan budaya religius, egaliter, berjiwa seni, serta dirancang fungsional untuk iklim tropis dan perlindungan dari bencana alam.

Ukiran pada Rumah Adat Aceh, Perlambang Status Ekonomi Rumoh Aceh bukan sekadar hunian, tetapi simbol kearifan lokal, filosofi, dan identitas masyarakat Aceh yang terus dilestarikan.(Adv)

Berita Terkait

Brain Drain di Kota Kecil Merupakan Tantangan SDM Sabang ke Depan
Lebaran Bukan Sekadar Hari Raya, Ini Makna Idulfitri yang Sering Terlupakan
Ketika Akses Jadi Tantangan: Mampukah Sabang Menjaga Pesonanya?
Menyelam di Sabang, Pesona Wisata Dunia Bawah Laut yang Mendunia
Benteng Anoi Itam Pulau Weh, Saksi Perang di Pintu Selat Malaka
Sabang berbenah, Pariwisata Berkelas Dunia dan Berkelanjutan
Dari Laut ke Panggung ; Tarian Tarek Pukat Menghidupkan Tradisi Nelayan Aceh
Seudati, Warisan Tarian Legendaris Aceh yang Membawa Pesan Keislaman dan Kepahlawanan

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:42 WIB

Bahas Kemandirian Ekonomi Dayah, Disdik Dayah Aceh Audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif

Kamis, 3 September 2026 - 14:57 WIB

MIN 4 Banda Aceh Peringati Maulid Nabi, Perkuat Persatuan dan Akhlak Mulia

Minggu, 5 Juli 2026 - 04:15 WIB

Salurkan Bantuan ke Dayah Rahmatul Huda, Ini Harapan Plt Kadis Pendidikan Dayah Aceh

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:47 WIB

Sinergi DPDA dan Aceh Hijau: Rancang Model Dayah Aman dan Siaga Iklim

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:36 WIB

Cetak Santri Melek Teknologi, Ini 4 Strategi Baru Disdik Dayah Aceh Hadapi Ekonomi Modern

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:25 WIB

Plt, Kadis Pendidikan Dayah Aceh Ajak Santri Jaga Ukhuwah di Gema Muharram

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:28 WIB

Dinas Pendidikan Dayah Aceh Gelar Pelatihan e-Kinerja untuk 221 PPPK

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:38 WIB

Perkuat Peran Lembaga Pendidikan Islam, Dinas Dayah Aceh Beri Masukan Strategis untuk Qanun Dayah Pidie Jaya

Berita Terbaru

Plt. Sekda Aceh, Taufik, ST, M.Si, menghadiri acara serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, yang berlangsung di Aula Kantor DWP Aceh, Rabu (9/9/2026).

Pemerintah Aceh

Plt. Sekda Aceh Hadiri Serah Terima Jabatan Ketua DWP Aceh

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:29 WIB