Wagub Fadhlullah Jadi Penengah, Konflik Pimpinan Pidie Jaya Berakhir Damai

Peristiwa30 views

BANDAPOS | Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, memediasi konflik antara Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, dan Wakil Bupati Hasan Basri. Mediasi yang berlangsung di rumah dinas Wakil Gubernur Aceh, Kamis (2/4/2026) malam, menghasilkan kesepakatan damai antara kedua pimpinan daerah tersebut.

Kesepakatan itu ditandai dengan jabat tangan dan pelukan antara Bupati dan Wakil Bupati, disaksikan oleh sejumlah tokoh masyarakat yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk Ketua MPU Pidie Jaya, Abiya Kuta Krueng.

Mediasi berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan diawali dengan makan malam bersama, sebelum dilanjutkan dengan pertemuan tertutup. Dalam forum tersebut, masing-masing pihak menyampaikan pandangan serta komitmen untuk menyelesaikan persoalan yang sebelumnya sempat mencuat ke publik.

Upaya penyelesaian konflik ini dilakukan secara bertahap. Sejak pagi hari, Fadhlullah telah menggelar serangkaian pertemuan terpisah dengan pihak-pihak terkait guna memahami akar persoalan.

Pertama, Wakil Gubernur bertemu dengan Wakil Bupati Hasan Basri, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama Bupati Sibral Malasyi pada siang hari. Sore harinya, ia juga berdialog dengan sejumlah tokoh masyarakat Pidie Jaya.

Puncak mediasi dilakukan pada malam hari dengan mempertemukan seluruh pihak dalam satu forum. Melalui dialog yang berlangsung intens, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan untuk berdamai.

Fadhlullah menyatakan, langkah mediasi ini dilakukan sebagai upaya cepat Pemerintah Aceh untuk menjaga stabilitas pemerintahan di Pidie Jaya.

“Mediasi ini merupakan langkah cepat Pemerintah Aceh untuk meredam gejolak pemerintahan di Pidie Jaya, agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat,” ujar Fadhlullah.

Ia menegaskan pentingnya menjaga soliditas pemerintahan daerah agar program pembangunan dapat berjalan efektif dan kondusif.

Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, diharapkan stabilitas pemerintahan di Pidie Jaya kembali terjaga dan pelaksanaan pembangunan daerah dapat berlangsung optimal.(**)

Komentar