Walikota Banda Aceh Terima Delegasi UEA, Bahas Rencana Pembangunan Masjid dan Islamic Center

Berita50 views

BANDAPOS | Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menerima kunjungan delegasi Uni Emirat Arab (UEA) dan jajaran UIN Ar-Raniry di Pendopo Walikota, Minggu (22/2/2026) malam. Pertemuan tersebut membahas rencana pembangunan masjid dan Islamic Center di Banda Aceh.

Delegasi UEA yang hadir antara lain Dr. Sultan selaku Ketua Yayasan Masjid Raya Syeikh Zayed Solo, Mohamed Alnaqbi dari Mohamed Bin Zayed University for Humanities Abu Dhabi, serta Abdullehh Blla, Imam Tarawih asal Maroko. Dari UIN Ar-Raniry turut hadir Rektor Prof. Dr. Mujiburrahman, Koordinator Pusat Kerohanian dan Moderasi Beragama Dr. Muqni Affan Abdullah, serta Kepala UPT Pusat Pengembangan Bahasa T. Murdani.

Dalam pertemuan itu, Dr. Sultan menyampaikan rencana sejumlah program Ramadan, seperti pembagian sembako dan daging bagi masyarakat. Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah UEA telah menyetujui rencana pembangunan masjid dan Islamic Center di Banda Aceh.

“Inisiasi proyek ini sudah dicetuskan dua tahun lalu. Persetujuan dari pemerintah UEA sudah keluar sekitar empat bulan yang lalu,” ujarnya.

Menurut Sultan, pihaknya mengharapkan dukungan Pemerintah Kota Banda Aceh terkait penyediaan lahan. Saat ini, salah satu lokasi yang diusulkan berada di kawasan UIN Ar-Raniry. Namun, pihaknya meminta tiga opsi lokasi sebagai alternatif pembangunan.

“Kami berharap Pemko dapat segera mengirimkan surat terkait ketersediaan lahan, termasuk kategori masjid dan kapasitas tampung jemaah,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Illiza menyambut baik tawaran kerja sama tersebut. Ia menyatakan kesiapan Pemko Banda Aceh untuk mendukung pembangunan masjid agung yang akan dikelola pemerintah kota.

“Banda Aceh saat ini belum memiliki masjid agung yang dikelola oleh pemerintah kota. Insyaallah, kebutuhan lahan akan kami siapkan,” ujar Illiza.

Ia menyebutkan salah satu opsi lahan yang tersedia berada di Kecamatan Meuraxa seluas sekitar tiga hektare, yang dinilai strategis dan dekat dengan kawasan wisata. Alternatif lainnya berada di kawasan Lambaro Skep, di atas lahan milik masyarakat yang telah memiliki pertapakan.

Menurut Illiza, pembangunan masjid agung tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan dan pengembangan syiar Islam di Banda Aceh.

Turut hadir dalam pertemuan itu Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, para asisten di lingkungan Setdako Banda Aceh, serta sejumlah kepala bagian terkait.(**)

Komentar