Bank Syariah Tumbuh dan Berkembang di Aceh

Senin, 31 Oktober 2022 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR Aceh, H.T.Ibrahim

Anggota DPR Aceh, H.T.Ibrahim

BANDAPOS.COM:Selain manajemen Bank Aceh yang sudah bekerja baik dengan sistem syariah, bank lain juga diharapkan dapat melakukan sistem yang sama dan mengajak masyarakat Aceh untuk menggunakan bank syariah demi menghindari riba.

Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRA H.T. Ibrahim kepada awak media saat caffee morning dikawasan Kuta alam Banda Aceh Senin (31/10/2022).

“Saya bangga dan mendukung bank dengan sistem syariah agar berjalan baik dan makin maju, apa lagi telah berlaku sistem bank syariah di Aceh dalam kurun waktu lima tahun paska terbit qanun LKS,” sebutnya.

Menurutnya, kemajuan bank Aceh saat ini sudah terasa nyaman oleh masyarakat Aceh, demikian juga dengan adanya layanan perbankan digital (digital banking).

“Nah kehadiran layanan perbankan digital banking tentunya akan sangat membantu masyarakat dalam mengakses layanan perbankan,” tutur wakil ketua DPD Demokrat Aceh ini.

Ia juga mengatakan saat ini perubahan pelayanan dinilainya sangatlah penting di era kemajuan tehnology informasi, bahwa bank Aceh tumbuh positif lantaran motori sistem syariah dan moderisasi bidang perbankan terus dilakukan

Baca Juga :  Upayakan Berbagai Manfaat, Kemenag Banda Aceh MoU dengan BSI

Ia mengharapkan untuk Bank Syariah Indonesia (BSI) agar menjadi partnernya Bank Aceh dalam memperkuat sistem perbankan syariah, kehadiran bank ini jangan dianggap sebuah saingan namun harus bersanding dalam mengelola uang masyarakat Aceh.

Saat ini layanan perbankan di era digital bagi nasabah bank dapat diperoleh informasi, melakukan komunikasi, dan melakukan transaksi perbankan melalui media elektronik.

Dengan begitu katanya dapat mengoptimalkan pemanfaatan data nasabah dalam rangka melayani nasabah secara cepat, mudah, dan sesuai dengan kebutuhan (customer experience), serta dapat dilakukan secara mandiri sepenuhnya olehnya untuk nasabah dengan memperhatikan aspek pengamanan.

Hal ini memungkinkan calon nasabah dan/atau nasabah Bank Aceh melakukan transaksi diantaranya registrasi, pembukaan rekening, transaksi perbankan (tarik tunai, transfer dan pembayaran), termasuk memperoleh informasi lainnya.

Selain itu juga bisa transaksi di luar produk perbankan, antara lain nasihat keuangan (financial advisory), investasi, transaksi sistem perdagangan berbasis elektronik (e-commerce), dan kebutuhan lainnya dari nasabah bank.

Layanan ini muncul sebagai respon dari Bank Aceh terhadap perkembangan teknologi informasi dan gaya hidup masyarakat yang memasuki era digital.

Baca Juga :  Plt Sekda Aceh Besar Lepas Tim PSAB Arungi Liga 4 di Sabang

Bank Aceh yang sebelumnya memusatkan layanan secara luring (luar jaringan) mulai berinovasi meningkatkan layanan yang bersifat mandiri (self service) dengan memanfaatkan media daring.

Sementara itu melalui layanan perbankan digital, masyarakat dapat memproses semua kebutuhan layanan perbankan secara daring.

Hal tersebut kata HT. Ibrahim tentu sangat praktis dan fleksibel karena masyarat atau nasabah tidak perlu mengunjungi kantor bank dan menunggu antrian yang lama.

“Masih butuh waktu untuk berkembang layaknya bank nasional papan atas, sekarang ini bank Aceh sedang berusaha bangkit dalam bingkai syariah,” ujar HT. Ibrahim.

Ibrahim mengajak semua elit Aceh dan masyarakat agar terus mendukung tumbuh kembang bank berbasis syariah, jika ada kelemahan pasti ada penanggungjawabnya seperti Dewan Komisaris yang bisa menegur manajemen bank, tidak usah direcoki rame – rame sehingga dimanfaatkan oleh bank konvensional mengeruk untung dari uang orang Aceh.

“Jika kita terus menggoyang – goyang bank kesayangan orang Aceh ini, tidak ada yang jamin bank ini bisa berkembang nantinya,” kata Ibrahim.

Baca Juga :  Pj Bupati Iswanto, Paparkan Upaya Penanggulangan Air Bersih di Sidang Paripurna DPRK

Bank Aceh yang sebelumnya memusatkan layanan secara luring (luar jaringan) mulai berinovasi meningkatkan layanan yang bersifat mandiri (self service) dengan memanfaatkan media daring.

Sementara itu melalui layanan perbankan digital kata Ampon Bram, masyarakat dapat memproses semua kebutuhan layanan perbankan secara daring.

Tentu hal tersebut kata HT. Ibrahim sangat praktis dan fleksibel karena masyarakat atau nasabah tidak perlu mengunjungi kantor bank dan menunggu antrian yang lama.

“Masih butuh waktu untuk berkembang layaknya bank nasional papan atas, sekarang ini bank Aceh sedang berusaha bangkit dalam bingkai syariah,” ujar HT. Ibrahim.

Untuk itu Ibrahim mengajak semua elit Aceh dan masyarakat agar terus mendukung tumbuh kembang bank berbasis syariah, jika ada kelemahan pasti ada penanggung jawabnya seperti Dewan Komisaris yang bisa menegur manajemen bank, tidak usah direcoki rame – rame sehingga dimamfaatkan oleh bank konvensional mengeruk untung dari uang orang Aceh.(*)

Berita Terkait

Bank Aceh Gandeng LPPI Percepat Persiapan Menjadi Bank Devisa
Implementasi MoU Helsinki Belum Optimal, Lembaga Wali Nanggroe Turun Gunung
Dua Dekade Perdamaian Aceh, Lembaga Wali Nanggroe Himpun Masukan di Aceh Jaya
Meneladani Habib Bugak: Dirut Bank Aceh dan Jemaah Haji Kloter 2 Ziarahi Makam Pewakaf Baitul Asyi
Kesbangpol Banda Aceh Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan, Sasar 50 Ketua Pemuda Gampong
Kamar Mesin KMP Aceh Hebat 2 Terbakar, Belasan Korban Dilarikan ke RSUDZA
Bank Aceh Serahkan Buggy Car untuk Permudah Mobilisasi Jamaah di Asrama Haji Embarkasi Aceh
Gelar Peusijuk Serentak di Seluruh Cabang, Bank Aceh Lepas 1.624 Calon Haji 2026

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 07:43 WIB

Serukan Penyelesaian, Wali Nanggroe Tegaskan Blang Padang Bukan Sekadar Aset, Ada Sejarah dan Amanah di Baliknya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Diduga Lecehkan Anak di Bawah Umur, Pemilik Wisma di Lambhuk Dilaporkan ke Polresta Banda Aceh

Selasa, 21 April 2026 - 11:29 WIB

Polda Aceh Lanjutkan Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa BPSDM, Tersangka Diserahkan ke JPU

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:52 WIB

Data Pengelolaan Diduga Tak Jelas, SAPA Desak Aparat Penegak Hukum Selidiki Aset Wakaf Masjid Raya Baiturrahman

Selasa, 10 Februari 2026 - 05:50 WIB

Nama Dicatut dalam Transaksi Pajak Fiktif, PT Global Bima Utama Terancam Laporan Pidana dan Perdata

Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:09 WIB

Diduga Kuasai Lahan Warung Kopi, Direktur PT Wajib Usaha Mix Dilaporkan ke Polda Aceh

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:01 WIB

SAPA Minta Kejati Aceh Percepat Penanganan Dugaan Korupsi Beasiswa BPSDM

Jumat, 25 Juli 2025 - 16:28 WIB

Terbukti Korupsi Pengadaan Lahan Zikir, Muhammad Yasir Dieksekusi ke Lapas Lambaro

Berita Terbaru

Plt. Sekda Aceh, Taufik, ST, M.Si, menghadiri acara serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, yang berlangsung di Aula Kantor DWP Aceh, Rabu (9/9/2026).

Pemerintah Aceh

Plt. Sekda Aceh Hadiri Serah Terima Jabatan Ketua DWP Aceh

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:29 WIB