18 Tahun Damai Aceh, Wali Nanggroe : Pembangunan Aceh Belum Merata

Berita, Politik16 views

BANDAPOS.COM : Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al-Haytar menyampaikan harapannya, terhadap kondisi pembangunan Aceh yang saat ini belum merata.

“Bagi saya sayang sekali, dalam 18 tahun damai, pembangunan Aceh belum merata dan belum seperti yang kita harapkan,” katanya saat memberi sambutan pada peringatan 18 tahun Damai Aceh di Taman Sulthanah Safiatuddin Banda Aceh, Selasa (15/8/2023).

Untuk itu, Wali Naggroe berharap di masa depan para elite Aceh fokus pikiran, tenaga, kekuatan untuk membangun Aceh yang lebih sejahtera dan lebih bermartabat.

“Ini adalah cita-cita kita semua. Saya haqulyaqin, jika kita bersatu dan dapat juga perhatian dari pemerintah pusat, Aceh dapat kita bangun. Saya yakin jika kita konsentrasi, Aceh lebih baik ke depan,” ujarnya.

Wali Nanggroe dalam sambutannya juga banyak mengurai perjalanan panjang sejarah konflik Aceh hingga berakhir damai pada 15 Agustus 2005 silam.

“Alhamdulillah semuanya bisa kita selesaikan saya bisa kembali ke Aceh. Saya secara pribadi meminta komitmen pusat agar semua poin MoU yang sudah disepakati agar direalisasi. Mari kita pertahankan apa yang sudah diraih. Mari kita perjuangkan apa yang harus dituntut,” sebut Tgk Malik Mahmud.

Selain itu, Mantan Wapres yang akrab disapa JK itu mengatakan, orang Aceh saat ini harus mengandalkan masa depan. Kata dia, masa depan yang baik dapat diraih melalui pendidikan dan perkembangan teknologi saat ini.

Lebih lanjut, JK mengaku memiliki tanggungjawab moral terhadap perdamaian Aceh. Meskipun sudah tidak lagi berada dalam lingkaran pemerintahan, sebagai inisiator perdamaian ia akan tetap terus berusaha mewujudkan seluruh kesepakatan perdamaian.

“Saya bersyukur ditemukan cadang Migas baru di on shore (darat) Aceh, sebanyak 70 persen dari penghasilan Migas ini nantinya akan menambah pendapatan Aceh, berbeda dengan daerah lain yang hanya mendapat 15 persen,” kata JK.

Oleh sebab itu, JK meminta pemangku kebijakan yang ada di Aceh untuk mempersiapkan generasi mudah dengan mengirim mereka ke sekolah bidang minyak dan gas. Dengan begitu sumber daya alam Aceh akan dikelola oleh orang Aceh sendiri. ” Saya percaya orang disini akan melakukan yang terbaik,” ujar JK.

Peringatan tersebut dihadiri Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, Pj. Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, Ketua DPR Aceh, Saiful Bahri, Kapolda Aceh, Achmad Haydar, Kajati Aceh Bambang Bachtiar, Sekda Aceh Bustami, Wakil Ketua Komite Peralihan Aceh Abu Razak, para duta besar sejumlah negara dan sejumlah mantan kombatan.(*)

Komentar