BANDAPOS | Ketua MPW Partai Aceh Sejahtera (PAS) Pidie Jaya yang juga Bupati Pidie Jaya, Tgk H. Sibral Malasyi, MA membuka kegiatan Pendidikan Politik bagi anggota dan kader PAS Pidie Jaya, Selasa (29/9/2026) di Hotel Ananda, Meureudu Pidie Jaya.
Dalam arahannya, Sibral mengapresiasi semangat para kader untuk mengikuti pendidikan politik.Ia juga menegaskan bahwa dirinya masih menjabat sebagai Ketua PAS Pidie Jaya.
“Terhadap isu yang berkembang tentang posisi ketua, hingga saat ini saya tegaskan, saya masih Ketua PAS Pidie Jaya, kecuali jika diturunkan oleh MPP PAS,” tegas Sibral di hadapan peserta pendidikan politik.
Pada kesempatan tersebut, Sibral juga menyampaikan permohonan maaf karena belum sempat menemui seluruh tim pemenangan secara langsung setelah Pilkada. Meski demikian, ia meminta seluruh tim dan kader tetap solid serta menjaga kepercayaan masyarakat.
“Atas kerja tim yang solid, saya yang sebelumnya tak pernah bermimpi menjadi bupati, tetapi atas takdir Allah serta doa para guru-guru sekalian, saya dipercaya memimpin Pidie Jaya,” ujarnya.
Menghadapi kontestasi politik mendatang, Sibral mendorong kader yang berniat maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) agar bekerja lebih keras dan terukur, dengan demikian, MPW PAS Pidie Jaya, kata dia, menargetkan perolehan satu kursi di DPRA dan lima kursi di DPRK Pidie Jaya.
Ia juga mengimbau para kader agar senantiasa peka terhadap aspirasi masyarakat, meningkatkan kapasitas diri, serta membangun kepercayaan publik.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Sibral berpesan kepada peserta agar mengikuti kegiatan tersebut dengan tekun dan menyimak materi yang disampaikan para pemateri.
Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi kader dalam membesarkan partai dan membangun kepercayaan masyarakat menjelang kontestasi politik mendatang.
Sementara itu, Tgk. H. Nurdin M. Judon (Abi Nas) yang hadir sebagai pemateri memaparkan konsep politik dalam perspektif Islam dan sejarah. Menurutnya, agama dan kekuasaan merupakan dua hal yang dapat saling menguatkan.
“Kekuasaan dan agama itu bagai saudara kembar. Kekuasaan memperkuat agama, dan agama memperkuat kekuasaan. Praktik ini pernah membawa Aceh mencapai puncak kejayaan pada masa Sultan Iskandar Muda,” jelas Abi Nas.
Ia menambahkan, dalam paham Ahlussunnah wal Jamaah, memilih pemimpin yang baik merupakan kewajiban demi kemaslahatan masyarakat.
Bagi kader yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, Abi Nas berpesan agar terlebih dahulu membangun popularitas dan memperkuat kerja sama tim.
Pada sesi yang sama, Teuku Zulfadli (Waled Landeng) turut mengajak kader PAS untuk aktif dalam politik.
“Kader dan orang-orang baik harus terlibat dalam politik. Sebab, jika panggung politik tidak diisi oleh orang baik, maka panggung itu akan diisi oleh orang-orang yang tidak baik,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum MPP PAS Aceh Tgk. H. Tu Bulqaini Tanjongan, S.Sos.I., Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, Anggota DPRA Teuku Zulfadli (Waled Landeng), Tgk. H. Nurdin M. Judon (Abi Nas), serta Anggota DPRK Pidie Jaya Azrijal Syahputra.(*)













