BANDAPOS | Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris (Syech Muharram), mengajak para santri membiasakan penggunaan bahasa Aceh dalam kehidupan sehari-hari. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya melestarikan bahasa, budaya, dan warisan leluhur yang kian tergerus zaman.
Ajakan tersebut disampaikan Syech Muharram saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kompleks Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa, Gampong Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (22/10/2026).
Dalam amanatnya, Bupati menyayangkan berkurangnya kebiasaan berbahasa Aceh di tengah masyarakat, padahal bahasa daerah merupakan identitas utama suatu bangsa.
“Geutanyoe nyoe darah Aceh, lahee dari ureung Aceh. Tapi cukop tasayangkan bahasa, budaya, dan khasanah yang geutinggai lee indatu geutanyoe yang geuciptakan selama bertahun-tahun, uroe nyoe dengon mudahnya geutanyoe lupakan,” kata Syech Muharram.
Sebagai langkah konkret, ia mengimbau seluruh masyarakat, khususnya santri, untuk membiasakan berbahasa Aceh setiap hari Kamis, baik di lingkungan pendidikan, perkantoran, maupun interaksi sosial.
Bahkan, santri juga diminta membiasakan diri berbicara bahasa Aceh di rumah meskipun orang tua berkomunikasi dalam bahasa Indonesia.
Syech Muharram mencontohkan suku lain seperti Minangkabau, Batak, Jawa, hingga etnis Tionghoa dan India yang konsisten menggunakan bahasa daerah saat berkumpul.
“Kita orang Aceh juga harus bangga dan tidak malu menggunakan bahasa daerah sendiri,” tegasnya.
Selain isu pelestarian bahasa, momentum HSN 2026 dimanfaatkan Bupati untuk menyuarakan kesetaraan kesejahteraan bagi pendidik di lingkungan pesantren atau dayah.
Ia berharap guru dayah mendapatkan perhatian serta insentif yang setara dengan tenaga pendidik formal, sesuai amanat UUD 1945 terkait hak atas pendidikan yang layak.
Pada kesempatan itu, Syech Muharram turut membacakan amanat Menteri Agama RI bertema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema ini menekankan peran strategis santri dalam membentengi karakter bangsa serta menguasai ilmu pengetahuan.
Sebagai wujud kepedulian daerah, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyerahkan bantuan kepada guru dayah serta 570 santri kurang mampu dari berbagai pesantren di Aceh Besar.
Upacara HSN 2026 ini dihadiri jajaran Pemkab Aceh Besar, unsur Forkopimda, para pimpinan dayah, serta ratusan santri dari Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa dan pesantren sekitarnya.(**)













