Dinilai Stunting Tertinggi di Aceh, Gayo Lues di Beri Perhatian Khusus

Minggu, 15 Januari 2023 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAPOS.COM : Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.O.G (K) memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten Gayo Lues yang merupakan daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di Provinsi Aceh.

Penilaian dan perhatian tersebut disampaikannya dalam kunjungan kerja percepatan penurunan stunting di Provinsi Aceh yang merupakan satu dari 12 provinsi prioritas, Hasto Wardoyo berdialog dengan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) se-Kabupaten Gayo Lues, Jumat (13/01/2023) di aula kantor Pemkab Gayo Lues.

Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 angka prevalensi stunting Gayo Lues 42,9 persen. Prevalensi stunting di kabupaten berjuluk Seribu Bukit tertinggi dibandingkan 22 kabupaten dan kota lain di Aceh. Prevalensi stunting Provinsi Aceh rata-rata adalah 33,2 persen.

Pejabat (Pj) Bupati yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Gayo Lues Irwansyah dalam pertemuan mengatakan Pemkab Gayo Lues telah melakukan berbagai upaya mempercepat turunkan stunting, seperti melaksanakan Rembuk Stunting dan melakukan Audit Kasus Stunting.

Selain itu kata Irwansyah, pihaknya telah melakukan program Bapak Asuh Anak Stunting.

“Kami meminta seluruh organisasi perangkat daerah di Kabupaten Gayo Lues untuk menjadi Bapak Asuh Anak Stunting,” kata Irwansyah.

Baca Juga :  Nagan Raya Bebas Frambusia, Menkes Mengapresiasi dan Berikan Penghargaan

Kendati demikian Irwansyah mengatakan ada kendala yang menyebabkan stunting di kabupaten yang berada di kaki Gunung Leuser ini punya prevalensi stunting tinggi. “Kendalanya terkait pola pikir masyarakat terhadap pola asuh dan pemberian asupan makanan. Tingkat pendidikan juga masih rendah,” ujar Irwansyah.

Menurut Irwansyah, angka pernikahan dini di daerah berhawa sejuk dan kerap ditutupi kabut ini juga tinggi dan tingkat kemiskinan yang juga tinggi.

Hadir pada pertemuan itu seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kabupaten Gayo Lues, Komandan Kodim 0113/Gayo Lues Letkol Inf. Krismanto, S.Pd, Kepala Kejaksaan Negeri Gayo Lues Ismail Fahmi, SH, Kasatreskrim Polres Gayo Lues Kompol K. Pangaribuan, serta penyuluh KB dan Tim Penggerak PKK. Hadir juga Tim Pendamping Keluarga dan perwakilan Bidan.

Dalam dialog dan arahan percepatan penurunan stunting itu, Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo didampingi Direktur Bina Akses Pelayanan KB dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid, Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak dr. Irma Ardiana, MAPS., Direktur Analisis Dampak Kependudukan Dr. Faharuddin , S.St., M.Si, Penyuluh KB Utama ir. Siti Fathonah, MPH, dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh Drs. Sahidal Kastri, M.Pd.

Baca Juga :  Dinilai Peduli dan Berpengalaman, Aminullah Usman Didukung Maju DPR-RI

Dalam arahannya Hasto mengatakan agar Pemkab Gayo Lues memprioritaskan keluarga-keluarga muda dalam upaya mempercepat penurunan stunting dan mencegah lahirnya bayi-bayi stunting yang baru. Hasto juga menjelaskan pentingnya membangun kualitas sumber daya manusia sebab generasi saat ini akan menjadi pemimpin masa depan bangsa Indonesia.

“Keluarga muda harus jadi prioritas dalam percepatan penurunan stunting, sesuai arahan dan pesan Bapak Presiden. Karena itu pendampingan terhadap keluarga-keluarga muda di Gayo Lues harus jadi prioritas utama,” kata Hasto.

Pendampingan kepada keluarga muda itu menurut Hasto, masuk dalam strategi pencegahan stunting dari hulu. Hal ini bisa dilakukan melalui sejak tiga bulan sebelum pernikahan dan juga pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga kepada pasangan usia subur. Pelayanan KB dan penggunaan alat kontrasepsi bagi Pasangan Usia Subur (PUS), jelas Hasto memiliki pengaruh signifikan terhadap percepatan penurunan stunting.

Hasto juga megatakan bahaya dari pernikahan muda dan kehamilan di usia remaja. Karena itu, untuk mengatasi pernikahan di usia muda maka Pemkab Gayo Lues harus bekerja sama dengan sekolah-sekolah, kantor Kementerian Agama, dan para ulama.

Baca Juga :  Tingkatkan Kinerjanya, PEMA Terbuka Terhadap Semua Kritikan

Hasto optimistis, Kabupaten Gayo Lues mampu menurunkan stunting. “Saya optimistis, Kabupaten Gayo ini mampu menurunkan stunting. Kabupaten Gayo Lues adalah lumbung pangan. Maka dengan mengubah pola pikir dan perilaku dari masyarakat, maka stunting bisa diturunkan dan bisa dicegah lahirnya bayi-bayi stunting baru,” jelas Hasto seraya menyebutkan pentingnya meningkatkan kualitas sumber pangan padi berupa fortifikasi penanaman padi di sawah.

Kabupaten Gayo Lues berpenduduk 101.061 jiwa. Dari 11 kecamatan dan 148 desa atau gampong, penduduk paling banyak tinggal di Kecamatan Blangkejeren yang merupakan ibukota Kabupaten Gayo Lues.

Berdasarkan hasil Pendataan Keluarga (PK) tahun 2021 yang telah dimutakhirkan BKKBN pada 2022, di Kabupaten Gayo Lues terdiri dari 23,980 keluarga. Dari jumlah itu, keluarga berisiko stunting sebanyak 12.292 keluarga.

Pada 2023 ini, Kabupaten Gayo Lues menerima dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) dari BKKBN sebesar Rp6,4 miliar yang diperuntukan untuk program fisik Rp1,5 miliar dan Rp4,9 miliar.(*)

Berita Terkait

Bank Aceh Gandeng LPPI Percepat Persiapan Menjadi Bank Devisa
Implementasi MoU Helsinki Belum Optimal, Lembaga Wali Nanggroe Turun Gunung
Dua Dekade Perdamaian Aceh, Lembaga Wali Nanggroe Himpun Masukan di Aceh Jaya
Meneladani Habib Bugak: Dirut Bank Aceh dan Jemaah Haji Kloter 2 Ziarahi Makam Pewakaf Baitul Asyi
Kesbangpol Banda Aceh Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan, Sasar 50 Ketua Pemuda Gampong
Kamar Mesin KMP Aceh Hebat 2 Terbakar, Belasan Korban Dilarikan ke RSUDZA
Bank Aceh Serahkan Buggy Car untuk Permudah Mobilisasi Jamaah di Asrama Haji Embarkasi Aceh
Gelar Peusijuk Serentak di Seluruh Cabang, Bank Aceh Lepas 1.624 Calon Haji 2026

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 04:16 WIB

Dari Pendidikan Politik, Tu Bulqaini Minta Kader Perkuat Konsolidasi dan Kawal UUPA

Senin, 21 September 2026 - 13:15 WIB

Dikpol di Aceh Barat, Tu Bulqaini Minta Kader PAS Harus Baca dan Kawal UUPA sebagai Konstitusi Lokal

Senin, 21 September 2026 - 04:38 WIB

Silaturrahmi dan Konsolidasi di Abdya, MPP PAS Aceh Gelar Pendidikan Politik untuk Kader

Jumat, 11 September 2026 - 05:00 WIB

Perkuat Konsolidasi dan Silaturrahmi, PAS Aceh Gelar Rapimwil di Sabang

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:36 WIB

Jalin Silaturrahmi, PAS Aceh Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Rabu, 11 Februari 2026 - 10:19 WIB

Jelang Pergantian Kepemimpinan, Ketua Demokrat Aceh Dinilai Harus Berkapasitas dan Berwibawa

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:42 WIB

Pimpinan DPRA Minta Pemerintah Pusat Segera Realisasikan Pengembalian TKD Rp1,7 Triliun

Selasa, 20 Januari 2026 - 05:34 WIB

Sekretariat DPRA Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi 2025 dengan Predikat Informatif

Berita Terbaru