BANDAPOS | Abu Leupie mendesak Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengevaluasi kepemimpinan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Ia menilai kinerja manajemen rumah sakit tersebut perlu mendapat perhatian serius, terutama terkait kondisi keuangan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Dedi atau Abu Leupie, yang mengaku sebagai bagian dari tim pemenangan Mualem-Dek Fadh, mengatakan RSUDZA sebagai rumah sakit rujukan utama di Aceh seharusnya mampu meningkatkan kinerja manajemen dan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.
Hal itu disampaikannya kepada media ini, Minggu (25/10/2026). Selain menyoroti persoalan keuangan, Abu Lupie juga mempertanyakan keikutsertaan sejumlah pejabat RSUDZA dalam Indonesia Hospital Expo 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 7–10 Oktober 2026.
Ia menyayangkan keikutsertaan pejabat rumah sakit dalam kegiatan di luar daerah tersebut, terutama ketika pelayanan kesehatan masih membutuhkan pembenahan.
“Jangan sampai pejabat rumah sakit justru lebih mengutamakan kegiatan di luar daerah, sementara pelayanan kepada masyarakat masih membutuhkan perhatian serius,” ujar Abu Leupie.
Menurutnya, setiap kegiatan yang diikuti jajaran manajemen rumah sakit harus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Karena itu, ia meminta agar efektivitas kegiatan tersebut dievaluasi, termasuk dari segi urgensi, penggunaan anggaran, dan dampaknya terhadap pelayanan pasien.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran yang bersumber dari keuangan daerah. Menurutnya, setiap pengeluaran harus mempertimbangkan urgensi dan manfaatnya bagi masyarakat.
Abu Leupie turut mengkritik kinerja Direktur RSUZA yang menurut penilaiannya belum menunjukkan kemajuan signifikan selama sekitar satu tahun kepemimpinan.
“Di bawah kepemimpinan direktur yang sekarang ini, kurang lebih satu tahun berjalan, tetapi tidak ada kemajuan. Justru utang semakin menumpuk,” katanya.
Ia menilai direktur rumah sakit memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal, meningkatkan kedisiplinan jajaran, serta mengelola keuangan secara bertanggung jawab.
Atas dasar penilaian tersebut, Abu Leupie meminta Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengambil langkah tegas terhadap manajemen RSUZA. Ia menilai evaluasi kepemimpinan diperlukan untuk memastikan rumah sakit milik Pemerintah Aceh itu dikelola secara profesional dan mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Menurutnya, sebagai rumah sakit rujukan utama di Aceh, RSUDZA memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, kebijakan manajemen harus berorientasi pada kepentingan pasien, peningkatan mutu layanan, dan efektivitas pengelolaan anggaran.
Abu Lupie berharap Pemerintah Aceh memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang menjadi sorotan publik, terutama terkait kinerja manajemen dan kondisi keuangan rumah sakit.
Ia menegaskan, desakan evaluasi hingga pencopotan direktur tersebut merupakan bentuk kritik terhadap pengelolaan RSUZA yang menurutnya perlu segera dibenahi.
Untuk memperoleh klarifikasi terkait kritik terhadap kinerja manajemen dan persoalan keuangan rumah sakit tersebut, media ini telah menghubungi Humas RSUDZA Banda Aceh melalui aplikasi WhatsApp. Namun, hingga berita ini ditayang, pihak Humas RSUDZA belum memberikan tanggapan.(*)













