Soroti Persoalan Keuangan dan Manajemen, Mualem Diminta Evaluasi Direktur RSUDZA 

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi (Abu Leupie)

Dedi (Abu Leupie)

BANDAPOS | Abu Leupie mendesak Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengevaluasi kepemimpinan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Ia menilai kinerja manajemen rumah sakit tersebut perlu mendapat perhatian serius, terutama terkait kondisi keuangan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Dedi atau Abu Leupie, yang mengaku sebagai bagian dari tim pemenangan Mualem-Dek Fadh, mengatakan RSUDZA sebagai rumah sakit rujukan utama di Aceh seharusnya mampu meningkatkan kinerja manajemen dan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.

Hal itu disampaikannya kepada media ini, Minggu (25/10/2026). Selain menyoroti persoalan keuangan, Abu Lupie juga mempertanyakan keikutsertaan sejumlah pejabat RSUDZA dalam Indonesia Hospital Expo 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 7–10 Oktober 2026.

Baca Juga :  Dukung Program Emisi Gas, Dirut PEMA Ajak Masyarakat Dunia Kurangi Emisi Rumah Kaca

Ia menyayangkan keikutsertaan pejabat rumah sakit dalam kegiatan di luar daerah tersebut, terutama ketika pelayanan kesehatan masih membutuhkan pembenahan.

“Jangan sampai pejabat rumah sakit justru lebih mengutamakan kegiatan di luar daerah, sementara pelayanan kepada masyarakat masih membutuhkan perhatian serius,” ujar Abu Leupie.

Menurutnya, setiap kegiatan yang diikuti jajaran manajemen rumah sakit harus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Karena itu, ia meminta agar efektivitas kegiatan tersebut dievaluasi, termasuk dari segi urgensi, penggunaan anggaran, dan dampaknya terhadap pelayanan pasien.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran yang bersumber dari keuangan daerah. Menurutnya, setiap pengeluaran harus mempertimbangkan urgensi dan manfaatnya bagi masyarakat.

Baca Juga :  Bahas Kemandirian Ekonomi Dayah, Disdik Dayah Aceh Audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif

Abu Leupie turut mengkritik kinerja Direktur RSUZA yang menurut penilaiannya belum menunjukkan kemajuan signifikan selama sekitar satu tahun kepemimpinan.

“Di bawah kepemimpinan direktur yang sekarang ini, kurang lebih satu tahun berjalan, tetapi tidak ada kemajuan. Justru utang semakin menumpuk,” katanya.

Ia menilai direktur rumah sakit memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal, meningkatkan kedisiplinan jajaran, serta mengelola keuangan secara bertanggung jawab.

Atas dasar penilaian tersebut, Abu Leupie meminta Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengambil langkah tegas terhadap manajemen RSUZA. Ia menilai evaluasi kepemimpinan diperlukan untuk memastikan rumah sakit milik Pemerintah Aceh itu dikelola secara profesional dan mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Menurutnya, sebagai rumah sakit rujukan utama di Aceh, RSUDZA memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, kebijakan manajemen harus berorientasi pada kepentingan pasien, peningkatan mutu layanan, dan efektivitas pengelolaan anggaran.

Baca Juga :  Bank Aceh Catat Pertumbuhan Kinerja Positif hingga Kuartal III 2026

Abu Lupie berharap Pemerintah Aceh memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang menjadi sorotan publik, terutama terkait kinerja manajemen dan kondisi keuangan rumah sakit.

Ia menegaskan, desakan evaluasi hingga pencopotan direktur tersebut merupakan bentuk kritik terhadap pengelolaan RSUZA yang menurutnya perlu segera dibenahi.

Untuk memperoleh klarifikasi terkait kritik terhadap kinerja manajemen dan persoalan keuangan rumah sakit tersebut, media ini telah menghubungi Humas RSUDZA Banda Aceh melalui aplikasi WhatsApp. Namun, hingga berita ini ditayang, pihak Humas RSUDZA belum memberikan tanggapan.(*)

Berita Terkait

JKA Diprotes Warga, Haji Uma Desak Pemerintah Aceh Evaluasi Data Penerima
Komitmen Perluasan Jaminan Layanan Kesehatan, Pemerintah Aceh Raih UHC Awards 2026
Empat Kepala Puskesmas Dilantik, Pemkab Aceh Besar Tekankan Peningkatan Layanan Kesehatan
Dukung Pelaksanaan PON, Pemkab Aceh Besar Siapkan 6 Unit Ambulan
Cegah Stunting, Pj Bupati Aceh Besar Pimpin Rapat Intervensi Serentak
HUT Kota Jantho ke 40, Pemkab Aceh Besar Gelar Donor Darah
Cegah Stunting, Calon Pengantin di Aceh Periksa Kesehatan
Upaya Turunkan Stunting, Kepala BKKBN Pusat Isi Materi Pencegahan

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:55 WIB

Bank Aceh Gandeng LPPI Percepat Persiapan Menjadi Bank Devisa

Jumat, 31 Juli 2026 - 04:24 WIB

Implementasi MoU Helsinki Belum Optimal, Lembaga Wali Nanggroe Turun Gunung

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:02 WIB

Dua Dekade Perdamaian Aceh, Lembaga Wali Nanggroe Himpun Masukan di Aceh Jaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 02:51 WIB

Meneladani Habib Bugak: Dirut Bank Aceh dan Jemaah Haji Kloter 2 Ziarahi Makam Pewakaf Baitul Asyi

Selasa, 23 Juni 2026 - 04:10 WIB

Kesbangpol Banda Aceh Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan, Sasar 50 Ketua Pemuda Gampong

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:07 WIB

Kamar Mesin KMP Aceh Hebat 2 Terbakar, Belasan Korban Dilarikan ke RSUDZA

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:36 WIB

Bank Aceh Serahkan Buggy Car untuk Permudah Mobilisasi Jamaah di Asrama Haji Embarkasi Aceh

Senin, 4 Mei 2026 - 04:31 WIB

Gelar Peusijuk Serentak di Seluruh Cabang, Bank Aceh Lepas 1.624 Calon Haji 2026

Berita Terbaru