Diduga Lecehkan Anak di Bawah Umur, Pemilik Wisma di Lambhuk Dilaporkan ke Polresta Banda Aceh

Hukum129 views

BANDAPOS | Pemilik penginapan sekaligus warung kopi di kawasan Jalan T. Iskandar, Gampong Lambhuk, Banda Aceh, berinisial S (75), dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur berinisial A (14) oleh keluarga korban pada Selasa (11/8/2026).

Hal tersebut berdasarkan surat tanda laporan nomor LP/B/595/VIII/2026/SPKT/Polresta Banda Aceh/Polda Aceh Tanggal 11 Agustus 2026 di Polresta Banda Aceh

Menurut keterangan keluarga, perlakuan tersebut diduga terjadi sebanyak lima kali pada awal tahun 2026 di lingkungan tempat usaha terduga pelaku.

Orang tua korban mengungkapkan, kasus ini terungkap setelah sang anak pulang mengambil air dari depot isi ulang dalam keadaan menangis terisak.

“Dia pulang mengambil air isi ulang sambil menangis terisak-isak dan memohon maaf kepada ibunya. Dari situ kami menanyakan apa yang sebenarnya terjadi,” ujar orang tua korban kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

Korban mengaku kepada orang tuanya, S memanggilnya masuk ke dalam kamar dengan alasan meminta bantuan membentangkan sprei. Setelah korban masuk, S mengunci pintu dari dalam dan melakukan tindakan asusila.

Orang tua korban menambahkan, anaknya sempat takut melapor karena mendapat ancaman dari terduga pelaku.

“Dia diancam agar tidak memberitahu ayahnya,” kata orang tua korban menirukan ucapan S.

Pihak keluarga menyatakan pelecehan tersebut berdampak pada trauma psikologis korban. Tak terima atas perbuatan yang dialami anaknya, keluarga resmi melaporkan S ke Polresta Banda Aceh untuk memproses kasus ini secara hukum.

“Kami mencari keadilan dan menuntut kepastian hukum atas perbuatan S. Kami berharap pelaku dihukum setimpal dan anak kami bisa pulih dari trauma,” tegasnya.

Sementara itu, S saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (10/8/2026) di warung kopi miliknya dikawasan lambhuk, membantah keras tuduhan pelecehan seksual tersebut.

“Demi Allah, saya tidak melakukan apa yang dituduhkan. Justru anak itu yang masuk ke kamar saya sebanyak dua kali dengan alasan mau merapikan sprei, tetapi langsung saya usir,” katanya dengan penuh yakin (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *