BANDAPOS | Kepemimpinan Partai Demokrat Aceh ke depan dinilai harus dipegang oleh sosok yang memiliki kapasitas, integritas, dan kewibawaan. Hal ini disampaikan oleh mantan calon anggota DPRA Dapil 6 Aceh Timur dari Partai Demokrat, Dr. Tgk. Jamaluddin.
Menurut Jamaluddin, sebagai partai besar dengan sejarah panjang dalam perjuangan politik nasional maupun daerah, Demokrat membutuhkan figur pemimpin yang mampu menjawab tantangan politik Aceh yang semakin kompleks.
“Partai Demokrat adalah partai besar. Kita membutuhkan sosok pemimpin yang sudah teruji agar partai tidak semakin mundur. Kepemimpinan yang matang dan sarat pengalaman sangat menentukan arah dan kekuatan Demokrat di Aceh,” ujar Jamaluddin di Banda Aceh.
Ia menilai, ketua partai ke depan harus memiliki kemampuan komunikasi yang solid, baik di internal partai maupun dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Selain itu, kepemimpinan yang kuat juga diperlukan untuk memperkuat struktur partai hingga ke tingkat akar rumput serta menjaga marwah partai di tengah dinamika politik yang terus berkembang.
Jamaluddin menambahkan, calon ketua Demokrat Aceh juga harus memahami dinamika lokal sekaligus memiliki pengalaman dan rekam jejak di tingkat nasional. Menurutnya, kepemimpinan yang luwes, terbuka, dan visioner akan menentukan masa depan partai di daerah.
Ia mengajak seluruh kader Demokrat agar memanfaatkan momentum ini sebagai ajang konsolidasi untuk menghadirkan kepemimpinan yang inklusif dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Tetap berpikir luas, jangan pragmatis, dan tidak terburu-buru dalam menentukan sosok kepemimpinan Partai Demokrat Aceh,” katanya.
Jamaluddin optimistis, dengan kepemimpinan yang tepat, Partai Demokrat Aceh akan semakin maju dan kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat.(**)








Komentar