Minta Tanah Waqaf di Kembalikan ke Masjid Raya, Warga Demo di Depan Kantor Gubernur

Senin, 7 Juli 2025 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan warga yang tergabung dalam aliansi “Rakyat Aceh Menggugat

Ratusan warga yang tergabung dalam aliansi “Rakyat Aceh Menggugat" mengadakan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (7/7/2025).

BANDAPOS | Ratusan warga yang tergabung dalam gerakan Rakyat Aceh Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, pada Senin, (7/7/2025). Massa menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari pengembalian tanah wakaf Blang Padang yang saat ini dikuasai oleh Kodam Iskandar Muda, hingga penolakan terhadap rencana pembangunan empat batalyon baru di Aceh.

Aksi ini berlangsung sejak pagi hari dan dipusatkan di gerbang utama Kantor Gubernur Aceh. Massa datang dengan membawa spanduk dan poster berisi berbagai tuntutan serta seruan politik. Sejumlah orator secara bergantian menyampaikan aspirasi mereka dari atas mobil komando yang dilengkapi pengeras suara.

Salah satu isu utama yang disorot oleh massa adalah status tanah wakaf Blang Padang. Mereka mendesak agar lahan yang berada di jantung ibu kota provinsi itu dikembalikan kepada pengelola Masjid Raya Baiturrahman, sesuai peruntukan awalnya sebagai tanah wakaf. Massa menilai keberadaan institusi militer di atas tanah tersebut tidak memiliki dasar hukum yang sah dan bertentangan dengan semangat keadilan bagi masyarakat Aceh.

Baca Juga :  HT. Ibrahim : Demi Daerah, Peran Generasi Muda Pada Pemilu 2024 Sangat Penting

“Secara sejarah, ini sudah sangat jelas. Blang Padang milik rakyat Aceh, milik Masjid Raya Baiturrahman. Tanah itu diwakafkan untuk kepentingan umat, bukan untuk militer,” ujar salah satu orator dengan suara lantang, disambut teriakan dukungan dari peserta aksi.

Selain itu, massa juga menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan empat batalyon baru oleh TNI di sejumlah wilayah Aceh. Mereka menilai langkah tersebut melanggar Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki yang ditandatangani antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 15 Agustus 2005 di Finlandia. Salah satu poin dalam perjanjian tersebut menyebutkan bahwa status keamanan di Aceh akan dikembalikan kepada kepolisian sipil, bukan militer.

Baca Juga :  Resmi Dilantik, Akkar Arafat Pimpin Karo Adpim Setda Aceh.

“Pembangunan batalyon baru adalah bentuk pengkhianatan terhadap MoU Helsinki. Ini memperlihatkan bahwa Jakarta tidak serius menjaga perdamaian. Aceh bukan daerah konflik lagi, kenapa justru militerisasi diperkuat?” kata orator lainnya.

Dalam aksi tersebut, massa juga mengangkat isu lain seperti konflik agraria, izin perkebunan, dan aktivitas pertambangan di kawasan hutan lindung. Beberapa spanduk yang dibawa massa bertuliskan: “Hentikan Izin HGU PT Bumi Flora Aceh Timur”, “Kembalikan Tanah yang Dihibahkan untuk TNI”, dan “Copot Tito Karnavian”.

Tuntutan agar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dicopot muncul sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah pusat yang dianggap abai terhadap suara rakyat Aceh. Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga diminta untuk bertanggung jawab atas penerbitan izin tambang di kawasan hutan lindung, yang dinilai merusak lingkungan dan menyengsarakan rakyat.

Baca Juga :  HT.Ibrahim : Anak-anak Palestina Harus Diselamatkan

“Kita sudah lama merdeka, tapi penjajahan dalam bentuk baru masih kita rasakan. Lahan kita dikuasai, hutan kita dibabat, tambang terus berjalan, rakyat terus menderita,” teriak seorang aktivis lingkungan yang ikut berorasi.

Pantauan di lokasi, hingga pukul 12.05 WIB, massa masih tertahan di depan gerbang Kantor Gubernur Aceh. Mereka berusaha mendesak masuk untuk menyampaikan tuntutan langsung kepada pejabat pemerintah, namun dihalangi oleh barikade aparat keamanan. Puluhan polisi dan personel Satpol PP terlihat berjaga dengan pengamanan ketat.

“Percuma kami berkoar-koar di sini, pintu saja tidak dibuka. Buka pintu! Buka pintu!” teriak massa, sembari mendorong pagar besi yang tetap tertutup.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada perwakilan dari Pemerintah Aceh yang menemui massa. Aksi berlangsung dengan tertib, meskipun sempat terjadi ketegangan antara demonstran dan aparat keamanan.(**)

Berita Terkait

Perkuat Konsolidasi dan Silaturrahmi, PAS Aceh Gelar Rapimwil di Sabang
Jalin Silaturrahmi, PAS Aceh Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim
Jelang Pergantian Kepemimpinan, Ketua Demokrat Aceh Dinilai Harus Berkapasitas dan Berwibawa
Pimpinan DPRA Minta Pemerintah Pusat Segera Realisasikan Pengembalian TKD Rp1,7 Triliun
Sekretariat DPRA Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi 2025 dengan Predikat Informatif
DPRA Ingatkan Sekda Aceh soal APBA-P 2025: “Tahapan Pembahasan Sudah Lewat”
Kapolda Aceh Bertemu Mualem, Bahas Stabilitas Pasca Demonstrasi
Sore ini, M.Nasir Dilantik sebagai Sekda Aceh Definitif

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:42 WIB

Bahas Kemandirian Ekonomi Dayah, Disdik Dayah Aceh Audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif

Kamis, 3 September 2026 - 14:57 WIB

MIN 4 Banda Aceh Peringati Maulid Nabi, Perkuat Persatuan dan Akhlak Mulia

Minggu, 5 Juli 2026 - 04:15 WIB

Salurkan Bantuan ke Dayah Rahmatul Huda, Ini Harapan Plt Kadis Pendidikan Dayah Aceh

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:47 WIB

Sinergi DPDA dan Aceh Hijau: Rancang Model Dayah Aman dan Siaga Iklim

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:36 WIB

Cetak Santri Melek Teknologi, Ini 4 Strategi Baru Disdik Dayah Aceh Hadapi Ekonomi Modern

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:25 WIB

Plt, Kadis Pendidikan Dayah Aceh Ajak Santri Jaga Ukhuwah di Gema Muharram

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:28 WIB

Dinas Pendidikan Dayah Aceh Gelar Pelatihan e-Kinerja untuk 221 PPPK

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:38 WIB

Perkuat Peran Lembaga Pendidikan Islam, Dinas Dayah Aceh Beri Masukan Strategis untuk Qanun Dayah Pidie Jaya

Berita Terbaru

Plt. Sekda Aceh, Taufik, ST, M.Si, menghadiri acara serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, yang berlangsung di Aula Kantor DWP Aceh, Rabu (9/9/2026).

Pemerintah Aceh

Plt. Sekda Aceh Hadiri Serah Terima Jabatan Ketua DWP Aceh

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:29 WIB