Kerja Sama dengan Gampong Nusa, DLH Aceh Besar Tuntaskan Masalah Sampah

Jumat, 31 Januari 2025 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas DLH Aceh Besar sedang membersihkan tumpukkan sampah di TPS Gampong Nusa untuk dibawa menuju TPA Blang Bintang. (Foto : MC Aceh Besar)

Petugas DLH Aceh Besar sedang membersihkan tumpukkan sampah di TPS Gampong Nusa untuk dibawa menuju TPA Blang Bintang. (Foto : MC Aceh Besar)

BANDAPOS | Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Besar, Muwardi, SH, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah LB3, Mulyadi SH, mengatakan, perlunya dilakukan berbagai upaya komprehensif dari hulu ke hilir dalam rangka menuntaskan permasalahan sampah di Aceh Besar.

DLH Aceh Besar membuat komitmen bersama perangkat Gampong Nusa, yang masuk desa wisata yang berada di Aceh Besar, sebagai upaya penanganan sampah dari hulu ke hilir.

“Salah satu upaya dan pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah melalui pengembangan teknologi tepat guna dalam pengolahan sampah dan pelibatan peran aktif seluruh lapisan masyarakat, dan kami sudah melaksanakan komitmen kerja sama dengan masyarakat Gampong Nusa Kecamatan Aceh Besar,” katanya di Kota Jantho, Kamis (30/1/2025).

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Besar Buka Turnamen Oemar Diyan Cup VI

Ia menjelaskan bahwa polusi plastik merupakan ancaman nyata yang berdampak pada setiap komunitas di seluruh dunia. Seperti diproyeksikan oleh UNEP bahwa pada tahun 2040 akan terdapat 29 juta ton plastik masuk ke ekosistem perairan.

Dikatakannya, plastik yang berakhir di lautan sebagian besar dihasilkan dari sumber polusi darat yang membutuhkan penanganan dengan kerangka hukum dan kelembagaan dalam proses pengelolaan sampah yang komprehensif. Implementasi yang efektif di tingkat nasional dan daerah sangat diperlukan. Termasuk pengawasan dalam siklus hidup produk plastik, daripada mengatur pendekatan pencegahan terhadap polusi limbah plastik dari daratan.

“Pengaturan tersebut mencakup langkah-langkah yang lebih spesifik dalam rangka menangani masalah produksi, transportasi, konsumsi, perdagangan, dan perlakuan akhir masa pakai plastik dan sifat aditifnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Peduli Bencana Banjir, Zulva Tour Travel Fasilitasi Penyaluran Bantuan Warga dan NGO Malaysia ke Sejumlah Wilayah di Aceh

Mulyadi turut mengajak agar semua pihak terus menggalakkan berbagai langkah dan upaya untuk mendorong kehidupan yang berkelanjutan secara kondusif agar lingkungan sehat. Menurutnya, pentingnya dilakukan pembersihan plastik di pantai-pantai, kawasan konservasi, bantaran sungai, tempat-tempat umum sehingga dapat memperkuat budaya kehidupan berkelanjutan.

“Karena, sebagai daerah dengan kearifan lokal yang tinggi, mari kita hidupkan kembali dan tanamkan pengetahuan dan pendekatan modern inovatif menuju Aceh Besar yang lebih bersih, hijau dan bebas plastik,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa Pemkab Aceh Besar mendorong masyarakat untuk memanfaatkan bank sampah dan pelapak di lingkungan masing-masing untuk menjual sampah yang bisa didaur ulang, atau memanfaatkan metode pengolahan sampah organik seperti biopori dan maggot.

Baca Juga :  Pj Bupati Bersama Ketua Bunda PAUD Aceh Besar Launching Syandu dan Segarmadu

Sambung Mulyadi, di beberapa wilayah sudah berhasil menerapkan metode ini dan diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain.

“Tantangannya adalah bagaimana wilayah yang sudah berhasil, seperti RW yang sudah punya bank sampah atau mengelola maggot, bisa dijadikan contoh bagi gampong lain. Ini adalah solusi yang tidak hanya menguntungkan lingkungan, tetapi juga bisa memberikan keuntungan finansial bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Keuchik Gampong Nusa, Sanusi, mengatakan, dengan berbagai tantangan yang dihadapi, pihaknya berharap adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait.

“Upaya bersama ini diharapkan dapat mengatasi persoalan sampah di Aceh Besar dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta nyaman bagi warga,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Bank Aceh Gandeng LPPI Percepat Persiapan Menjadi Bank Devisa
Implementasi MoU Helsinki Belum Optimal, Lembaga Wali Nanggroe Turun Gunung
Dua Dekade Perdamaian Aceh, Lembaga Wali Nanggroe Himpun Masukan di Aceh Jaya
Meneladani Habib Bugak: Dirut Bank Aceh dan Jemaah Haji Kloter 2 Ziarahi Makam Pewakaf Baitul Asyi
Kesbangpol Banda Aceh Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan, Sasar 50 Ketua Pemuda Gampong
Kamar Mesin KMP Aceh Hebat 2 Terbakar, Belasan Korban Dilarikan ke RSUDZA
Bank Aceh Serahkan Buggy Car untuk Permudah Mobilisasi Jamaah di Asrama Haji Embarkasi Aceh
Gelar Peusijuk Serentak di Seluruh Cabang, Bank Aceh Lepas 1.624 Calon Haji 2026

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:42 WIB

Bahas Kemandirian Ekonomi Dayah, Disdik Dayah Aceh Audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif

Kamis, 3 September 2026 - 14:57 WIB

MIN 4 Banda Aceh Peringati Maulid Nabi, Perkuat Persatuan dan Akhlak Mulia

Minggu, 5 Juli 2026 - 04:15 WIB

Salurkan Bantuan ke Dayah Rahmatul Huda, Ini Harapan Plt Kadis Pendidikan Dayah Aceh

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:47 WIB

Sinergi DPDA dan Aceh Hijau: Rancang Model Dayah Aman dan Siaga Iklim

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:36 WIB

Cetak Santri Melek Teknologi, Ini 4 Strategi Baru Disdik Dayah Aceh Hadapi Ekonomi Modern

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:25 WIB

Plt, Kadis Pendidikan Dayah Aceh Ajak Santri Jaga Ukhuwah di Gema Muharram

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:28 WIB

Dinas Pendidikan Dayah Aceh Gelar Pelatihan e-Kinerja untuk 221 PPPK

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:38 WIB

Perkuat Peran Lembaga Pendidikan Islam, Dinas Dayah Aceh Beri Masukan Strategis untuk Qanun Dayah Pidie Jaya

Berita Terbaru

Plt. Sekda Aceh, Taufik, ST, M.Si, menghadiri acara serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, yang berlangsung di Aula Kantor DWP Aceh, Rabu (9/9/2026).

Pemerintah Aceh

Plt. Sekda Aceh Hadiri Serah Terima Jabatan Ketua DWP Aceh

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:29 WIB