Wali Nanggroe: Hutan Aceh Harus Diselamatkan

Kamis, 10 November 2022 - 05:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Nanggroe Aceh Tgk.Malik Mahmud Al Haythar didampingi Direktur Bina Usaha Pemanfaatan Hutan KLHK Istianto dan Rektor USK Prof Dr.Ir Marwan pada acara jumpa pers di forum kajian model pengelolaan sumber daya hutan dan implementasinya Rabu (9/11/2022).

Wali Nanggroe Aceh Tgk.Malik Mahmud Al Haythar didampingi Direktur Bina Usaha Pemanfaatan Hutan KLHK Istianto dan Rektor USK Prof Dr.Ir Marwan pada acara jumpa pers di forum kajian model pengelolaan sumber daya hutan dan implementasinya Rabu (9/11/2022).

BANDAPOS.COM: Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Al Haythar mengadakan pertemuan dengan kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai upaya memaksimalkan pengelolaan hutan di Aceh Rabu (9/11/2022) di Aula Kantor Wali Nanggroe Aceh.

Pertemuan bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia bertujuan membentuk forum Kajian Model Pengelolaan Sumber Daya Hutan dan Implementasinya dalam mengelola hutan beserta satwa yang ada didalamnya.

Sebelum pembentukan forum kajian model pengelola hutan ini, September lalu, Menteri LHK Prof. Dr. Siti Nurbaya, M.Sc, juga telah melakukan pertemuan dengan Wali Nanggroe.

“Hari ini, Wali Nanggroe bersama pihak-pihak terkait kembali melakukan pembahasan secara rinci upaya dan pengelolaan hutan Aceh,” kata Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe, M. Nasir Syamaun MPA.

Baca Juga :  Awal Tahun 2025, Pelanggan PLN Akan Menikmati Diskon 50 Persen

Dalam forum tersebut, Wali Nanggroe mengatakan, meskipun banyak mengalami kerusakan, walaupun demikian Aceh masih menjadi daerah yang memiliki sebaran hutan terluas di Pulau Sumatera, yang dihuni oleh beraneka ragam satwa, terutamanya Harimau Sumatera, gajah, badak dan orang utan yang jumlahnya kian berkurang, disebabkan kehilangan habitat dari perburuan.

Wali Nanggroe menyebutkan, saat ini ada 3,3 juta hektar, atau setara 59 persen kawasan hutan tersebar di seluruh kabupaten/kota di Aceh. Dari luas tersebut, hanya 2,9 juta hektar yang masih berstatus hutan, dan lebih 400 ribu hektar telah berubah fungsi menjadi non hutan. 1,7 juta hektar diantaranya adalah hutan lindung, dan 710 ribu hektar lebih sebagai hutan produksi.

Baca Juga :  Mendagri Lantik Achmad Marzuki Pj Gubernur Aceh

“Angka-angka tersebut merupakan potensi kekayaan yang saat ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Ditambah lagi, setiap tahunnya, ada begitu banyak kawasan hutan aceh yang dirusak secara sistematis,” ujar Wali Nanggroe.

Tidak maksimalnya pemanfaatan potensi hutan Aceh, menurut Wali Nanggroe, diantaranya disebabkan pengelolaan yang tidak baik, rendahnya pengawasan, dan maraknya ilegal logging.

Pada kesempatan itu, Wali Nanggroe berharap, kajian yang dilakukan pada Forum Kajian Model Pengelolaan Sumber Daya Hutan dan Implementasinya Dalam Bingkai Keistimewaan Aceh dengan mengedepankan ke arifan lokal, diharapkan bisa merumuskan bagaimana pengelolaan hutan yang lebih baik sehingga hutan yang ada nantinya masih bisa dinikmati oleh anak cucu.

Baca Juga :  Sukseskan PON XXI, Pj Gubernur Aceh MoU dengan Dirut BSI

“Kita semua harus berupaya menyelamatkan sisa-sisa hutan Aceh bersama ragam satwa didalamnya yang masih terjaga”, ujarnya.

Sementara itu, Direktur Bina Usaha Pemanfaatan Hutan KLHK, Istanto, yang hadir langsung pada forum di Meuligoe Wali Nanggroe tersebut mengatakan, dari pertemuan itu, lahir rumusan untuk membentuk tim yang akan mengkaji mekanisme pengelolaan hutan Aceh.

Hasil kajian tersebut ditargetkan selesai pada akhir November 2022. Kemudian akan dibahas dengan stakeholder di Jakarta pada Desember 2022.

“Kajian akan dilakukan secara menyeluruh, melihat kekayaan biodiversitynya, dan keberadaan masyarakatnya setempat kan ada kepentingan banyak pihak termasuk pengelolaan yang telah berlangsung seperti apa,” kata Istianto.(*)

Berita Terkait

Demi Keselamatan Pengguna Jalan, Tol Padang Tiji–Seulimeum Ditutup Mulai Hari Ini, Pengendara Dialihkan ke Saree
Bank Aceh Gandeng LPPI Percepat Persiapan Menjadi Bank Devisa
Jaga Keselamatan Pengguna Jalan, Hutama Karya Uji Coba Contraflow di KM 55 Tol Binjai–Langsa
Implementasi MoU Helsinki Belum Optimal, Lembaga Wali Nanggroe Turun Gunung
Dua Dekade Perdamaian Aceh, Lembaga Wali Nanggroe Himpun Masukan di Aceh Jaya
Meneladani Habib Bugak: Dirut Bank Aceh dan Jemaah Haji Kloter 2 Ziarahi Makam Pewakaf Baitul Asyi
Kesbangpol Banda Aceh Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan, Sasar 50 Ketua Pemuda Gampong
Kamar Mesin KMP Aceh Hebat 2 Terbakar, Belasan Korban Dilarikan ke RSUDZA

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah di Kota Jantho

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:35 WIB

Pemkab Aceh Besar dan Unmuha Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Adopsi Sistem Sumedang, Bupati Aceh Besar Paparkan Inovasi Digital dan Rencana Call Center Bencana di Monev KIA

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:17 WIB

Sekda Aceh Besar Ajak Seluruh OPD dan Masyarakat Sukseskan MTQ ke-35 di Kuta Baro

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Atasi Krisis Air di Leupung, Pemkab Aceh Besar Siapkan Perbaikan Pipa dan Rencana Bendungan 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:42 WIB

Perluas Akses Listrik Perdesaan, Pemkab Aceh Besar Lakukan Sinkronisasi Data Bersama PLN

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Bupati Muharram Tegaskan Kepastian Hukum untuk Lindungi Hak Masyarakat Hukum Adat Aceh Besar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 04:59 WIB

Kembangkan Lahan Transmigrasi, Pemkab Aceh Besar Dorong Pemanfaatan di Jantho dan Seulimeum

Berita Terbaru