Aktivis Hukum Aceh Ajak Masyarakat Jaga Perdamaian di Peringatan 20 Tahun MoU Helsinki

Kamis, 14 Agustus 2025 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Aktivis Hukum Aceh Boihaqqi Muchdijah

Ketua Aktivis Hukum Aceh Boihaqqi Muchdijah

BANDAPOS | Hari ini menandai peringatan 20 tahun penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki, sebuah kesepakatan bersejarah yang mengakhiri konflik bersenjata selama hampir tiga dekade di Aceh. MoU yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan perdamaian, persatuan, dan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Aceh.

Konflik bersenjata yang berlangsung sejak akhir 1970-an hingga awal 2000-an menyebabkan penderitaan mendalam bagi masyarakat Aceh, dengan ribuan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang parah. Penandatanganan MoU Helsinki menjadi titik balik dalam sejarah Aceh, membuka jalan bagi proses rekonsiliasi, rehabilitasi, dan pembangunan yang lebih fokus pada kesejahteraan rakyat.

Aktivis Hukum Aceh Serukan Penguatan Perdamaian

Baca Juga :  KPA/PA Sepakat Menangkan Mualem untuk Gubernur, Fachrul Razi Wali Kota Banda Aceh

Dalam momentum peringatan 20 tahun perdamaian Aceh ini, Ketua Aktivis Hukum Aceh, Boihaqqi Muchdijah, Kamis (14/8/2025) dalam rilisnya ke media ini, menegaskan pentingnya menjaga dan merawat perdamaian yang telah diperoleh dengan susah payah. Boihaqqi, yang juga berprofesi sebagai pengacara muda di Aceh, mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan generasi muda untuk bersinergi mempertahankan suasana damai dan harmonis.

“Aceh sudah cukup menderita akibat konflik yang panjang. Perdamaian yang telah terwujud saat ini harus menjadi warisan berharga yang kita jaga bersama. Mari kita rawat dan pelihara perdamaian ini agar tidak hilang, dan kita gunakan sebagai momentum untuk terus membangun Aceh yang lebih maju dan sejahtera di masa depan,” ujarnya.

Baca Juga :  PAS Aceh Usulkan PAW Anggota DPRA Gantikan Almarhum Tgk Rasyidin

Boihaqqi juga menekankan pentingnya pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dalam memperkuat fondasi perdamaian, terutama bagi generasi muda yang tidak merasakan langsung dampak konflik masa lalu. “Generasi sekarang harus memahami arti penting perdamaian, agar tidak ada lagi konflik yang terjadi,” tambahnya.

Nota Kesepahaman Helsinki merupakan hasil dari proses negosiasi yang difasilitasi oleh Crisis Management Initiative (CMI), sebuah organisasi perdamaian internasional yang berbasis di Finlandia. Kesepakatan ini memuat sejumlah poin penting, antara lain penghentian kekerasan dan pengakuan hak-hak politik masyarakat Aceh, termasuk otonomi khusus.

MoU tersebut juga menjadi landasan hukum bagi penarikan pasukan militer dan GAM, serta pembentukan lembaga-lembaga yang mendukung rekonstruksi dan pembangunan pasca konflik dan bencana tsunami 2004 yang juga melanda Aceh.

Baca Juga :  Saling Mendoakan, Tgk H Musannif Bersama Ir Sanusi Kunjungi Dua Ulama Aceh Besar

Sejak ditandatangani, Aceh telah mengalami perubahan signifikan dalam berbagai aspek, mulai dari keamanan, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga stabilitas sosial dan mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Peringatan dua dekade perdamaian ini dengan harapan agar semangat damai dan persatuan terus tumbuh. Pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan komunitas lokal bersinergi mengadakan seminar, diskusi, serta kegiatan sosial yang menekankan pentingnya nilai-nilai perdamaian dan kerja sama.

Peringatan ini juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mengingat sejarah panjang perjuangan Aceh, menghargai pengorbanan para pejuang perdamaian, dan memperkuat komitmen bersama demi masa depan Aceh yang lebih cerah dan damai.(*)

Berita Terkait

Buka Pendidikan Politik, Sibral Malasyi Tegaskan Masih Ketua PAS Pidie Jaya, Kader Diminta Tetap Solid
Soroti Syariat Islam dan Pengangguran di Aceh, PAS Minta Pemda Optimalkan Dana Otsus
Dari Pendidikan Politik, Tu Bulqaini Minta Kader Perkuat Konsolidasi dan Kawal UUPA
Dikpol di Aceh Barat, Tu Bulqaini Minta Kader PAS Harus Baca dan Kawal UUPA sebagai Konstitusi Lokal
Silaturrahmi dan Konsolidasi di Abdya, MPP PAS Aceh Gelar Pendidikan Politik untuk Kader
Daurah Siyasah PAS Aceh di Nagan Raya: Tegaskan Komitmen Politik Santun dan Berakhlak
Perkuat Konsolidasi dan Silaturrahmi, PAS Aceh Gelar Rapimwil di Sabang
Jalin Silaturrahmi, PAS Aceh Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:58 WIB

Bupati dan Wabup Aceh Besar Saksikan Penampilan Qari dan Qariah MTQ XXXV

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Syech Muharram Buka MTQ XXXV Aceh Besar, 665 Peserta Berlomba di Sembilan Arena

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Pimpin Upacara HSN 2026, Bupati Aceh Besar Ajak Santri Lestarikan Bahasa Aceh 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:37 WIB

Abaikan Teguran, Satpol PP Aceh Besar Tertibkan Lapak PKL dan Kanopi Bangunan Liar di Bandara SIM

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Digelar di Kuta Baro, MTQ ke-35 Aceh Besar Diikuti 663 Peserta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Meunasah Tuha, Pemkab Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah di Kota Jantho

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:35 WIB

Pemkab Aceh Besar dan Unmuha Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

Berita Terbaru