Rahmatan lil ‘Alami Upaya Islam Membawa Kemaslahatan Bagi Alam Semesta

Kamis, 20 Oktober 2022 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bandapos.com | Banda Aceh – Islam rahmatan lil ‘alamin merupakan agama yang diturunkan oleh Allah SWT kemudian disempurnakan pada zaman Nabi Muhammad SAW yang mengatur tata kehidupan, sekaligus merubah peradaban melalui perbaikan akhlak kepada segenap umat manusia bahkan seluruh alam. Artinya Islam tidak hanya berlaku bagi umat manusia saja, tapi juga membawa kemaslahatan bagi seluruh makhluk yang ada di alam semesta ini.

Hal itu disampaikan oleh Ustadz Masrul Aidi, Lc saat mengisi kajian KWPSI di Sekber Jurnalis, Rabu (19/10/2022). Kajian yang dihadiri para jurnalis itu mengangkat tema ‘Relevansi Rahmatan lil ‘alamin Rasulullah SAW’.

Ustadz Masrul Aidi mengatakan, sebahagian ulama berpendapat, Allah SWT mengutus rasulullah saw ke muka bumi untuk kedua kelompok, yakni orang yang beriman dan orang yang tidak beriman atau kafir. Hanya saja, bagi yang beriman akan mendapat pahala di dunia sampai di hari akhirat, sedangkan yang kafir hanya mendapat rahmat di dunia tapi tidak mendapatkannya di akhirat.

Baca Juga :  Sekda Aceh Besar Pimpin Safari Ramadhan dan Buka Puasa Bersama Masyarakat di Lamkunyet

“Ibaratnya sama seperti air hujan yang Allah turunkan ke permukaan bumi. Ketika hujan itu turun bagi mereka karena mensyukurinya, hujan itu adalah rahmat dan rizki yang sedang Allah limpahkan, tapi bagi mereka yang lalai dan tidak mensyukurinya mungkin dianggap sebagai suatu penghalang atau malah bencana,” katanya.

Beliau juga mengatakan, manusia sebagai makhluk yang berinteraksi dengan alam, hal itu merupakan rahmat Allah yang diperuntukkan bagi manusia itu sendiri. Jika mereka saling menjaga dan merawat serta berperilaku baik antar sesama.

Contoh, ketika manusia menebang pohon, yang merasakan dampaknya langsung adalah manusia yaitu banjir. Lalu habitat makhluk lain seperti binatang juga terganggu, populasinya berkurang, maka mereka otomatis berinteraksi langsung dengan manusia, maka terjadilah gangguan binatang buas terhadap manusia.

Baca Juga :  Surat KPU RI Batalkan Keputusan KIP Aceh, Paslon Bustami-Syeh Fadhil Dipastikan Lolos

Ustad Masrul melanjutkan, ketika rasulullah saw diutus ke muka bumi beliau menyatakan, Allah menetapkan sikap ihsan itu ada pada segala sesuatu.

“Terhadap interaksi dengan hal-hal di sekitar kita, ada aturan ihsan dan rahmat tersebut yang harus diperhatikan. Maka dalam kehadiran rasulullah saw di muka bumi, misi yang beliau utamakan yakni menyempurnakan akhlak mulia, sesungguhnya saya diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak,” kata pimpinan Dayah Babul Maghfirah itu sambil mengutip Hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah RA.

Relevansi rahmatan lil ‘alamin kata Ustadz Masrul, harus mampu menempatkan bahwa praktek prilaku manusia itu dapat dirasakan kemaslahatannya secara umum, bukan secara personal. Maka Islam membatasi hak individu tertentu apabila sudah menyinggung individu lain. Islam melarang berinteraksi dengan binatang, apabila interaksi tersebut menyebabkan mudharat kepada manusia.

Baca Juga :  Dorong Perlindungan Kekayaan Daerah, Kanwil Kumham Aceh Gelar Promosi dan Diseminasi

“Rahmatan lil ‘alamin walaupun sasaran objeknya manusia dan jin tapi implementasinya juga terdampak kepada alam sekitar. Inilah yang harus kita pahami bahwa semua aturan-aturan agama dan syariat itu bermuara ke maslahatan manusia dengan catatan orientasi pencapaian di dunia tanpa melupakan akhirat,” jelasnya.

Oleh karenanya, menjaga keseimbangan dalam kehidupan ini merupakan bagian dari rahmatan lil ‘alamin yang membawa kemaslahatan antar makhluk di alam semesta ini. Tak hanya itu, Islam juga mengajarkan interaksi baik sesama muslim maupun nonmuslim, baik dalam bermuamalah maupun hubungan sosial dalam kesehariannya.

“Narasi-narasi rahmatan lil ‘alamin harus mampu mengubah pandangan kita terhadap penerapan syariat Islam di Aceh yang harus mengedepankan akhlak, agar sebagaimana ruh Islam itu yang datang untuk memperbaiki akhlak manusia sehingga terciptanya kemaslahatan dan ketentraman bagi makhluk di muka bumi ini,” tutur Ustad Masrul Aidi.(*)

Berita Terkait

Lantik Taufik Sebagai Pj Sekda Aceh, Mualem Tekankan Pentingnya Sinergi dan Pelayanan Publik
Demi Keselamatan Pengguna Jalan, Tol Padang Tiji–Seulimeum Ditutup Mulai Hari Ini, Pengendara Dialihkan ke Saree
Bank Aceh Gandeng LPPI Percepat Persiapan Menjadi Bank Devisa
Jaga Keselamatan Pengguna Jalan, Hutama Karya Uji Coba Contraflow di KM 55 Tol Binjai–Langsa
Implementasi MoU Helsinki Belum Optimal, Lembaga Wali Nanggroe Turun Gunung
Dua Dekade Perdamaian Aceh, Lembaga Wali Nanggroe Himpun Masukan di Aceh Jaya
Meneladani Habib Bugak: Dirut Bank Aceh dan Jemaah Haji Kloter 2 Ziarahi Makam Pewakaf Baitul Asyi
Kesbangpol Banda Aceh Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan, Sasar 50 Ketua Pemuda Gampong

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Adopsi Sistem Sumedang, Bupati Aceh Besar Paparkan Inovasi Digital dan Rencana Call Center Bencana di Monev KIA

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Buka Piasan Aceh Rayeuk 2026, Bupati Minta Kuliner Khas dan Budaya Lokal di Lestarikan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:17 WIB

Sekda Aceh Besar Ajak Seluruh OPD dan Masyarakat Sukseskan MTQ ke-35 di Kuta Baro

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Atasi Krisis Air di Leupung, Pemkab Aceh Besar Siapkan Perbaikan Pipa dan Rencana Bendungan 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Bupati Muharram Tegaskan Kepastian Hukum untuk Lindungi Hak Masyarakat Hukum Adat Aceh Besar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 04:59 WIB

Kembangkan Lahan Transmigrasi, Pemkab Aceh Besar Dorong Pemanfaatan di Jantho dan Seulimeum

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Bupati Aceh Besar Lantik Pengurus MAA Tekankan Penguatan Adat Hingga Gampong

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:07 WIB

Perkuat Sistem Keamanan Berbasis Kearifan Lokal, Pemkab Aceh Besar Godok Ranperbup

Berita Terbaru