Rumoh Aceh Dipamerkan: Jejak Kearifan Lokal yang Tak Lekang oleh Zaman

Jumat, 12 Desember 2025 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedi Yuswadi resmi membuka pemeran Rumoh Aceh Senin, (17/11/2025).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedi Yuswadi resmi membuka pemeran Rumoh Aceh Senin, (17/11/2025).

BANDAPOS | Museum Aceh kembali menegaskan perannya sebagai pusat edukasi dan diplomasi budaya dengan menghadirkan Pameran Rumoh Aceh, sebuah ruang pembelajaran dan apresiasi yang resmi dibuka pada Senin, (17/11/2025).

Pameran ini dirangkaikan dengan program sosialisasi, lomba foto, dan vlog kreatif yang melibatkan pelajar, mahasiswa, serta komunitas budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dedy Yuswadi, dalam sambutannya menekankan bahwa Rumoh Aceh bukan sekadar bangunan tradisional, melainkan rekam sejarah dan identitas budaya yang membentuk karakter masyarakat Aceh selama berabad-abad.

“Arsitektur Rumoh Aceh mencerminkan kecerdasan lokal, kearifan spiritual, serta nilai sosial yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat. Melalui pameran ini, kita diajak memahami kembali bagaimana rumah tradisional Aceh menjadi simbol kedaulatan budaya sekaligus ruang diturunkannya nilai-nilai kehidupan dari masa ke masa,” ujar Dedy.

Baca Juga :  Rumoh Aceh Hunian Iklim Tropis Bernilai Sejarah dan Relegius

Ia juga mengapresiasi Museum Aceh atas inisiatif menghadirkan kegiatan pendukung seperti Sosialisasi Museum Aceh untuk Belajar, lomba foto, dan vlog tingkat SMA dan mahasiswa. Menurutnya, museum kini bukan hanya tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga ruang inspirasi, kolaborasi, dan inovasi bagi masyarakat.

Menutup sambutannya, Dedy mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum ini sebagai wujud cinta terhadap budaya Aceh serta memperkuat pemahaman bahwa tradisi luhur merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa.

Kepala UPTD Museum Aceh, Arif Arham, menegaskan bahwa pameran ini digelar sebagai upaya memperkuat literasi budaya sekaligus menandai perjalanan panjang Museum Aceh yang telah berdiri selama 110 tahun.

Baca Juga :  Percepat Realisasi Anggaran, Disbudpar Aceh Tekankan Disiplin Kerja

“Tema Rumoh Aceh dipilih karena kaya akan nilai sejarah, arsitektur, dan kearifan lokal. Kami berharap masyarakat dapat memahami secara lebih mendalam filosofi dan warisan identitas bangsa yang tercermin dalam rumah tradisional Aceh,” ungkap Arif.

Lebih lanjut, kata Arif, melalui pameran ini, masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah, filosofi, dan nilai budaya yang terkandung dalam rumah tradisional Aceh.

“Pameran ini juga menjadi sarana untuk mendorong partisipasi generasi muda melalui aktivitas kreatif dan edukatif, sekaligus memperkuat peran Museum Aceh sebagai pusat pembelajaran dan diplomasi budaya. Kami ingin menggugah ketertarikan publik terhadap arsitektur tradisional melalui media digital, serta menjadikan kegiatan ini sebagai wahana promosi budaya Aceh secara luas.” jelas Arif.

Baca Juga :  Malam Bersejarah untuk Film Aceh: Teater Penuh, Kreativitas Pemuda Dipuji Menparekraf

Salah satu peserta sosialisasi, Cut Zira Miranda, mengaku dengan adanya pameran ini dapat mengetahui Rumoh Aceh secara detail dan mudah dipahami.

“Penjelasan tentang Rumoh Aceh sangat detail dan mudah dipahami. Semoga Museum Aceh terus berinovasi agar semakin banyak masyarakat mendapatkan edukasi budaya.”

Dengan hadirnya Pameran Rumoh Aceh, Museum Aceh berharap masyarakat semakin terinspirasi untuk menjaga, mempelajari, dan merawat warisan budaya sebagai fondasi peradaban Aceh bagi generasi mendatang.(Adv)

Berita Terkait

Bupati Aceh Besar Lantik Pengurus MAA Tekankan Penguatan Adat Hingga Gampong
Perkuat Sistem Keamanan Berbasis Kearifan Lokal, Pemkab Aceh Besar Godok Ranperbup
Brain Drain di Kota Kecil Merupakan Tantangan SDM Sabang ke Depan
Lebaran Bukan Sekadar Hari Raya, Ini Makna Idulfitri yang Sering Terlupakan
Ketika Akses Jadi Tantangan: Mampukah Sabang Menjaga Pesonanya?
Menyelam di Sabang, Pesona Wisata Dunia Bawah Laut yang Mendunia
Benteng Anoi Itam Pulau Weh, Saksi Perang di Pintu Selat Malaka
Sabang berbenah, Pariwisata Berkelas Dunia dan Berkelanjutan

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 06:26 WIB

Perkuat Profesionalisme dan Integritas Wartawan, LUKW-MIO Indonesia Gelar UKW Angkatan XX

Jumat, 4 September 2026 - 16:42 WIB

Bahas Kemandirian Ekonomi Dayah, Disdik Dayah Aceh Audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif

Kamis, 3 September 2026 - 14:57 WIB

MIN 4 Banda Aceh Peringati Maulid Nabi, Perkuat Persatuan dan Akhlak Mulia

Minggu, 5 Juli 2026 - 04:15 WIB

Salurkan Bantuan ke Dayah Rahmatul Huda, Ini Harapan Plt Kadis Pendidikan Dayah Aceh

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:47 WIB

Sinergi DPDA dan Aceh Hijau: Rancang Model Dayah Aman dan Siaga Iklim

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:36 WIB

Cetak Santri Melek Teknologi, Ini 4 Strategi Baru Disdik Dayah Aceh Hadapi Ekonomi Modern

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:25 WIB

Plt, Kadis Pendidikan Dayah Aceh Ajak Santri Jaga Ukhuwah di Gema Muharram

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:28 WIB

Dinas Pendidikan Dayah Aceh Gelar Pelatihan e-Kinerja untuk 221 PPPK

Berita Terbaru