BANDAPOS | Suara tabuhan rebana dan lantunan nasyid dari siswi-siswi MIN 6 Model Banda Aceh bergema hangat di lingkungan Madrasah setempat Kamis (22/10/2026). Di tengah kemeriahan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut, tampak sosok wanita berpenampilan tenang dan anggun, namun sigap menyapa para tamu undangan, alumni, dan mantan guru yang hadir.
Sosok itu adalah Dr. Dahrina, S.Ag., M.A., Kepala MIN 6 Model Banda Aceh yang baru saja resmi dilantik pada 1 Oktober 2026. Bagi Dahrina, peringatan Maulid bukan sekadar rutinitas agenda tahunan atau jamuan khanduri, melainkan sebuah panggung awal untuk merawat tradisi dan mempererat tali silaturahmi.
“Kegiatan ini adalah wujud cinta kita kepada Rasulullah SAW. Lebih dari itu, momentum ini penting untuk menjaga silaturahmi agar tak pernah putus dengan para guru terdahulu. Intinya, kita jangan pernah melupakan jasa-jasa mereka yang telah bersusah payah memajukan madrasah ini, sekarang saya hanya malanjutkan saja pengembangannya”, ujar Dahrina di sela-sela acara peringatan maulid.
Di balik kepemimpinannya yang humanis, Dahrina mengantongi rekam jejak pendidikan, organisasi dan karir yang kokoh.
Perjalanan akademisnya dimulai dari tanah kelahirannya di Aceh Tengah—menempuh pendidikan di MIN 4 Bebesen, MTsN 2 Aceh Tengah, hingga MAN 1 Aceh Tengah.
Semangat belajarnya tak pernah padam hingga menuntaskan pendidikan tinggi di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, mulai dari jenjang Sarjana (S1) Jurusan Tarbiyah/TPA, Magister (S2) Dirasah Islamiyah, hingga berhasil meraih gelar Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI).
Selain kesibukannya mengelola madrasah, Dr. Dahrina juga menjalankan peran penting di masyarakat, sebagai istri Kompol Dr. Syabirin, S.H., M.Si Wakapolres Kabupaten Bener Meriah, Dahrina sangat aktif mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Bhayangkari Kabupaten Bener Meriah.
Mengikuti dinamika tugas sang suami tak menjadi penghalang baginya untuk terus berkarya di dunia pendidikan. Dengan manajemen waktu dan komitmen yang kuat, Dr. Dahrina berhasil menyeimbangkan peran sebagai pemimpin madrasah, pendamping suami, sekaligus penggerak kegiatan organisasi kepolisian.
Maka dengan kombinasi latar belakang pendidikan yang kuat, pengalaman lapangan yang kaya, serta kematangan organisasial, Dr. Dahrina siap membawa MIN 6 Model Banda Aceh menjadi madrasah yang makin berprestasi, berkarakter, dan menjadi teladan bagi pendidikan Islam di Aceh.
Pengalaman kepemimpinannya di dunia pendidikan madrasah juga teruji, sebelum diberi amanah memimpin MIN 6 Model Banda Aceh, Dahrina telah menempa kepemimpinannya sebagai Kepala Sekolah di MIN 11 Darussalam dan MIN 4 Banda Aceh.
Usai dilantik dan menjadi kepala madrasah, Dahrina langsung mendapat tugas perdana tepat di hari pertamanya menjabat. Tanpa jeda, MIN 6 Model Banda Aceh ditunjuk menjadi tuan rumah untuk menampung 187 tamu kontingen dari Aceh Tengah dalam ajang Apresiasi Madrasah 2026.
Bagi Dahrina, kepercayaan ini adalah ujian kesiapan sekaligus kehormatan. Bersama jajaran guru dan staf, ia langsung bergerak cepat membenahi seluruh fasilitas madrasah—mulai dari kebersihan ruang kelas, kamar mandi, halaman, hingga penataan ruang VIP.
“Ini tantangan pertama saya bersama para guru di sini. Namun, saya sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada MIN 6 Model Banda Aceh,” tuturnya optimistis.
Sementara itu, di tengah maraknya isu perundungan (bullying) yang membayangi dunia pendidikan, Dahrina memiliki pandangan dan pendekatan tersendiri. Menurutnya, pengawasan ketat serta kolaborasi erat antara sekolah dan orang tua adalah kunci utama.
Namun, benteng terkuat sebenarnya ada pada penanaman karakter spiritual sejak dini.
Salah satu program yang terus didorong bagi siswa dan siswi adalah gerakan wajib shalat subuh di rumah, baru kemudian orang tua mengantarkan ke madrasah.
“Tujuannya untuk membentuk karakter anak-anak sedini mungkin agar mereka mengenal siapa Tuhannya. Jika pondasi keimanannya kuat, rasa benci, dendam, maupun kepribadian buruk bisa dihindari karena mereka merasa punya Allah SWT,” tegas Dahrina.
Kini, dengan kombinasi pengalaman, latar belakang akademis yang matang, serta pendekatan pembinaan karakter yang humanis, Dr. Dahrina siap membawa MIN 6 Model Banda Aceh melangkah lebih jauh—menjadi madrasah unggulan yang tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga berakhlak mulia.(mun)













