Berkunjung ke Aceh Besar, Mentan RI: Komoditas Tanaman Pangan Berpotensi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Rabu, 7 Februari 2024 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakili Pj Bupati Aceh Besar, Sekda Drs.Sulaimi, M,Si menyambut kedatangan Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr.Ir.H.AndiAmran Sulaiman, M.P saat menghadiri acara pembinaan penyuluh pertanian dan petani Provinsi Aceh di Gampong Deunong-Mata Ie Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar Selasa (6/2/2024).

Wakili Pj Bupati Aceh Besar, Sekda Drs.Sulaimi, M,Si menyambut kedatangan Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr.Ir.H.AndiAmran Sulaiman, M.P saat menghadiri acara pembinaan penyuluh pertanian dan petani Provinsi Aceh di Gampong Deunong-Mata Ie Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar Selasa (6/2/2024).

BANDAPOS : Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Sulaimi MSi menyambut kedatangan Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P pada saat menghadiri kegiatan Pembinaan Penyuluh Pertanian dan petani Provinsi Aceh dengan tema “Mendukung peningkatan produksi padi dan jagung nasional” yang berlangsung di Gampong Deunong-Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Selasa (06/02/2024).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya mengatakan, jagung adalah komoditas tanaman pangan yang sangat strategis dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain pangsa pasar yang sangat terbuka, dengan budidaya yang cukup mudah, saat ini harga jagung sangat stabil bahkan cenderung tinggi.

Baca Juga :  Isu Miring Soal PKA-8, Ini Penjelasan Kadisbudpar Aceh

“Kami sangat bangga, karena apa yang telah dilakukan oleh Pangdam IM beserta jajarannya ini, telah sangat membantu dan mendukung program ketahanan pangan nasional, karena ketahanan pangan juga berarti Ketahanan Nasional,” katanya.

Ia menyebutkan, ketahanan pangan indentik dengan ketahanan negara. Karena kalau krisis pangan, tidak ada satupun manusia di bumi ini yang mampu bertahan selama tiga hari apabila dia tidak makan.

“Oleh karena itu, apabila ingin memperkuat negara Pemerintah harus memperhatikan sektor pertanian,” sebutnya.

Andi Amran Sulaiman, menjelaskan, yang sebenarnya para petani itu sangat sederhana, berikan mereka ruang untuk untung produksi, ruang untuk produksi dan permudahkan bagi petani untuk mendapatkan pupuk. Karena kalau mempersulit petani sama halnya mempersulit negara,” jelasnya.

Baca Juga :  Cegah Stunting, Calon Pengantin di Aceh Periksa Kesehatan

Kemudian, arman mengungkapkan, Kementerian Pertanian sudah memberikan bantuan untuk peningkatan pertanian di Provinsi Aceh sebesar kurang lebih Rp 176 miliar dan bibit jagung 60 ribu Hektar.

“Tetapi, kalau ini mampu ditanam dengan waktu cepat, kami dari Kementan akan kembali menambahkan 40 ribu hektar, sekarang hanya 60 ribu hektar yang kita bantu untuk masyarakat petani di Aceh,” pintanya.

Sementara itu, Pj Bupati dalam hal ini diwakili Sekda Aceh Besar Sulaimi menyampaikan berterimakasih kepada Kementerian Pertanian yang telah memberikan untuk bantuan DAK tahun 2024 sebesar Rp 10.130.000.00,- kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

Baca Juga :  Layani Volume Kendaraan pada Tahun Baru, Hutama Karya Buka 4 Ruas Jalan Tol

“Terima kasih Pak Menteri Pertanian, telah memberikan perhatian besar pada sektor pertanian di daerahnya Kabupaten Aceh Besar,” katanya.

Selain itu, bantuan Kementan khususnya DAK untuk meningkatkan sarana prasarana pertanian, sehingga mampu memudahkan petani dalam meningkatkan produksi. Terlebih Kabupaten Aceh Besar memiliki potensi padi yang luar biasa serta akses distribusi pangan yang luas untuk kebutuhan masyarakat Aceh saat ini.

“Tentunya ini menjadikan satu hal untuk mewujudkan ketahanan pangan serta peningkatan sarana prasarana pertanian di Kabupaten Aceh Besar,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Peringati Maulid Nabi, IMARA Perkuat Ukhuwah dan Kecintaan kepada Rasulullah
Demi Keselamatan Pengguna Jalan, Tol Padang Tiji–Seulimeum Ditutup Mulai Hari Ini, Pengendara Dialihkan ke Saree
Bank Aceh Gandeng LPPI Percepat Persiapan Menjadi Bank Devisa
Jaga Keselamatan Pengguna Jalan, Hutama Karya Uji Coba Contraflow di KM 55 Tol Binjai–Langsa
Implementasi MoU Helsinki Belum Optimal, Lembaga Wali Nanggroe Turun Gunung
Dua Dekade Perdamaian Aceh, Lembaga Wali Nanggroe Himpun Masukan di Aceh Jaya
Meneladani Habib Bugak: Dirut Bank Aceh dan Jemaah Haji Kloter 2 Ziarahi Makam Pewakaf Baitul Asyi
Kesbangpol Banda Aceh Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan, Sasar 50 Ketua Pemuda Gampong

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 09:21 WIB

JKA Diprotes Warga, Haji Uma Desak Pemerintah Aceh Evaluasi Data Penerima

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:17 WIB

Komitmen Perluasan Jaminan Layanan Kesehatan, Pemerintah Aceh Raih UHC Awards 2026

Selasa, 27 Januari 2026 - 08:29 WIB

Empat Kepala Puskesmas Dilantik, Pemkab Aceh Besar Tekankan Peningkatan Layanan Kesehatan

Selasa, 3 September 2024 - 03:34 WIB

Dukung Pelaksanaan PON, Pemkab Aceh Besar Siapkan 6 Unit Ambulan

Rabu, 5 Juni 2024 - 06:38 WIB

Cegah Stunting, Pj Bupati Aceh Besar Pimpin Rapat Intervensi Serentak

Kamis, 2 Mei 2024 - 09:01 WIB

HUT Kota Jantho ke 40, Pemkab Aceh Besar Gelar Donor Darah

Senin, 11 Desember 2023 - 04:31 WIB

Cegah Stunting, Calon Pengantin di Aceh Periksa Kesehatan

Selasa, 28 November 2023 - 06:38 WIB

Upaya Turunkan Stunting, Kepala BKKBN Pusat Isi Materi Pencegahan

Berita Terbaru