Kemacetan di Jembatan Kutablang Bireuen Disorot, DPRA Minta Evaluasi Sistem Buka-Tutup

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPR Aceh dari Fraksi Partai Nasdem, Ir. Saifuddin Muhammad. Foto. Ist

Wakil Ketua DPR Aceh dari Fraksi Partai Nasdem, Ir. Saifuddin Muhammad. Foto. Ist

BANDAPOS | Kemacetan panjang yang kerap terjadi di kawasan Jembatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, kembali menuai sorotan. Antrean kendaraan yang berlangsung hingga berjam-jam dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya pengguna jalan di jalur vital tersebut.

Sistem buka-tutup yang diterapkan di jembatan itu awalnya dirancang sebagai solusi sementara untuk mengatur arus kendaraan di jalur sempit. Namun, dalam pelaksanaannya, kebijakan tersebut dinilai belum efektif mengatasi kepadatan lalu lintas.

Sejumlah pengendara mengeluhkan lamanya waktu tunggu, yang dalam kondisi tertentu bisa mencapai lebih dari satu jam. Situasi ini kerap terjadi, terutama pada jam-jam sibuk.

Baca Juga :  Tgk M.Nizar Resmi Dilantik sebagai Anggota DPRA

Wakil Ketua DPRA dari Fraksi NasDem, Saifuddin Muhammad, yang dikenal dengan sapaan Yah Fud, menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia menekankan perlunya langkah cepat dan terukur dari instansi terkait, khususnya Dinas Perhubungan, untuk mengevaluasi sistem pengaturan lalu lintas di lokasi tersebut.

Menurutnya, salah satu persoalan utama terletak pada durasi buka-tutup yang belum proporsional. Ketidakseimbangan waktu buka dari masing-masing arah menyebabkan penumpukan kendaraan di satu sisi, sehingga antrean menjadi panjang dan sulit diurai.

“Pengaturan waktu harus lebih proporsional, terutama pada jam sibuk. Jika tidak, kemacetan akan terus berulang dan semakin parah,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Baca Juga :  Dinilai Belum Berjalan Signifikan, Kinerja APBA 2026 Disorot, Yah Fud Minta Eksekusi Anggaran Dipacu

Selain itu, Yah Fud juga menyoroti rendahnya disiplin sebagian pengendara yang melawan arus untuk mempercepat perjalanan. Ia menilai tindakan tersebut justru memperburuk kondisi lalu lintas dan memicu kemacetan yang lebih kompleks.

Ia meminta adanya pengawasan yang lebih ketat serta penindakan tegas terhadap pelanggaran lalu lintas di kawasan tersebut. Di samping itu, pemerintah juga didorong untuk mempertimbangkan skema alternatif, seperti rekayasa lalu lintas maupun penambahan petugas di titik-titik rawan kemacetan.

Kemacetan di Jembatan Kutablang tidak hanya berdampak pada kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Distribusi barang menjadi terhambat, waktu tempuh meningkat, dan produktivitas ikut terganggu.

Baca Juga :  DPRA Gelar Paripurna LKPJ 2025, Kinerja Pemerintah Aceh Dievaluasi

Sebagai jalur penghubung penting di wilayah pesisir utara Aceh, kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang ada dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga mobilitas masyarakat.

Pemerintah diharapkan tidak hanya mengandalkan solusi sementara, tetapi juga merancang kebijakan jangka panjang yang berkelanjutan guna mengatasi persoalan kemacetan tersebut. (**)

Berita Terkait

Anggota DPRA Desak Pemerintah Aceh Alihkan Paket Kurang Produktif untuk Irigasi Gunung Pudung
Ketua DPRA Minta KPK Perkuat Pendampingan dan Pencegahan Korupsi di Aceh
Pergub JKA Dicabut, Anggota DPRA Nora Idah Nita Dukung Langkah Gubernur Mualem
DPRA Dukung PORA XV 2026 di Aceh Jaya Tetap Digelar Sesuai Jadwal
Pemulihan Pascabencana Dinilai Lamban, DPRA Minta Pemerintah Bergerak Cepat
Ketua Komisi V DPRA, Soroti Krisis RSUDZA, Desak Perbaikan Layanan dan Minta Manajemen Transparan
DPRA Desak Pergub JKA Dicabut, Dinilai Batasi Akses Layanan Kesehatan
Kawal Proses Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi, DPR Aceh Bentuk Satgas

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 07:43 WIB

Serukan Penyelesaian, Wali Nanggroe Tegaskan Blang Padang Bukan Sekadar Aset, Ada Sejarah dan Amanah di Baliknya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Diduga Lecehkan Anak di Bawah Umur, Pemilik Wisma di Lambhuk Dilaporkan ke Polresta Banda Aceh

Selasa, 21 April 2026 - 11:29 WIB

Polda Aceh Lanjutkan Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa BPSDM, Tersangka Diserahkan ke JPU

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:52 WIB

Data Pengelolaan Diduga Tak Jelas, SAPA Desak Aparat Penegak Hukum Selidiki Aset Wakaf Masjid Raya Baiturrahman

Selasa, 10 Februari 2026 - 05:50 WIB

Nama Dicatut dalam Transaksi Pajak Fiktif, PT Global Bima Utama Terancam Laporan Pidana dan Perdata

Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:09 WIB

Diduga Kuasai Lahan Warung Kopi, Direktur PT Wajib Usaha Mix Dilaporkan ke Polda Aceh

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:01 WIB

SAPA Minta Kejati Aceh Percepat Penanganan Dugaan Korupsi Beasiswa BPSDM

Jumat, 25 Juli 2025 - 16:28 WIB

Terbukti Korupsi Pengadaan Lahan Zikir, Muhammad Yasir Dieksekusi ke Lapas Lambaro

Berita Terbaru

Plt. Sekda Aceh, Taufik, ST, M.Si, menghadiri acara serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, yang berlangsung di Aula Kantor DWP Aceh, Rabu (9/9/2026).

Pemerintah Aceh

Plt. Sekda Aceh Hadiri Serah Terima Jabatan Ketua DWP Aceh

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:29 WIB