Sambut Kemenangan Erdogan, Ketua PAS Aceh Tu Bulqaini Ajak Masyarakat Lahirkan Pemimpin Pro Islam

Berita, Politik268 views

BANDAPOS.COM : Ketua Umum Partai Adil Sejahtera (PAS) Aceh, Tu Bulqaini Tanjungan menyambut gembira kemenangan Recep Tayyip Erdogan dalam Pilpres Turkiye yang baru saja berlangsung.

Pasalnya, saingan Erdogan dalam Pilpres Turkiye adalah kandidat dari partai sekuler yang pernah menjauhkan masyarakat Turkiye dari Islam.

“Turkiye dulu adalah pusat kejayaan Islam. Tapi kemudian kejayaan ini hancur oleh kaum sekuler dan masyarakat Turkiye yang Islami akhirnya dijauhkan dari Islam oleh penguasanya yang sekuler dan anti Islam,” ujar Tu Bulqaini dalam keterangan persnya kepada media, Jumat 2 Juni 2023.

Oleh sebab itu, Kata Tu Bulqaini, sebagai muslim kita patut berbangga dengan kemenangan Erdogan dalam Pilpres Turkiye karena sepak terjang dan reputasinya yang berupaya membawa kembali Turkiye dalam pangkuan umat Islam.

“Selama Erdogan berkuasa di Turkiye, umat Islam disana menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Masyarakat muslim bebas menunjukkan identitas keislaman mereka yang dulu dilarang oleh penguasa sekuler,” kata Tu Bulqaini menjelaskan.

Dan bukan itu saja, menurut Tu Bulqaini, Erdogan juga menunjukkan dirinya terdepan dalam membela Islam di pentas dunia serta aktif menyuarakan keadilan bagi orang-orang yang tertindas dan dizalimi di berbagai belahan dunia.

“Jarang ada pemimpin seperti Erdogan di dunia modern. Jadi kita berharap kita di Aceh dan Indonesia juga agar dapat melahirkan model pemimpin seperti Erdogan ini. Masyarakat kita harus berupaya melahirkan model kepemimpinan yang pro rakyat dan pro Islam,” harap Tu Bulqaini yang juga pimpinan Dayah Markaz Ishlah Al Aziziyah Banda Aceh

Di sisi lain, mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh ini juga mengajak masyarakat Aceh untuk mulai berfikir serius tentang pentingnya kita betul-betul dapat melahirkan kepemimpinan yang ideal untuk Aceh.

Tu Bulqaini juga mengajak orang-orang baik di Aceh untuk ikut berpolitik. Sebab, sambung Tu Bulqaini, jika orang-orang baik tidak mau berpolitik atau tidak mau peduli pentingnya kita melahirkan kepemimpinan yang baik, maka kita akan diatur oleh orang-orang yang tidak serius memikirkan urusan ummat dan agama, atau bahkan tidak mau berfikir selama sekali.

“Kita harus menghadirkan agama dalam upaya memperbaiki politik Aceh karena jika tidak maka politik ini akan menjadi problem besar bagi agama dan bangsa,” pungkas Tu Bulqaini.(*)

Komentar