Pengamat : Jelang Pemilu, Terindakasi Money Politic Masif

Rabu, 13 Desember 2023 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Taufiq A. Rahim, SE., M.Si.,

Dr. Taufiq A. Rahim, SE., M.Si.,

BANDAPOS : Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik, Dr. Taufiq Abdul Rahim SE., M.Si., menilai

politik uang atau money politic jelang Pemilu sudah mulai terlihat. Tindakan semacam itu sudah mulai terlihat dan bagaikan suatu penyakit dan sindrom akut dari para politisi.

Penyebabnya kata Taufiq karena sistem kepemiluan saat ini sangat membuka ruang, kesempatan dari para aktor politik dan politisi.

“Jadi mereka ini lihai sekali memanfaaatkan peluang ini dengan cara pendekatan uang atawa materi,” ungkap dosen Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Aceh ini kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu (13/12/2023).

Ironisnya lagi, ada janji dalam bentuk uang dengan menggunakan cara-cara yang terstruktur, sistemik dan masif.

Hal ini terjadi disebabkan aturan terhadap pemberian uang atau materi serta gratifikasi ini dibenarkan dalam aturan Pemilu yaitu, sesuatu barang yang diberikan harganya sudah ditentukan dibawah Rp 50 ribu.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari Ombubsman RI

Namun sesungguhnya kata Taufiq, bukan tidak mungkin dibalik barang pemberian itu ada terselip sejumlah uang jauh lebih tinggi lagi.

Nah secara hukum, hal ini sama sekali tidak ada tindakan konkrit secara hukum dari para penyelenggara dan pengawas Pemilu terhadap praktik culas dan busuk tersebut

Bahkan berbagai fenomena yang berkembang terhadap politik uang / money politik yang dilakukan oleh para politisi atau aktor politik, tapi tetap tidak ditindak.

Karena saban kali dilaksanakan Pemilu praktik ini terus berulang kali dilakukan, dan semakin menjijikkan.

“Meskipun para pemantau Pemilu serta kelompok masyarakat sipil sudah melaporkan dan mengingatkan, namun para pihak penyelenggara dan pengawas Pemilu diam saja dan tidak ambil pusing,” tuturnya.

Baca Juga :  Ketua Kadin Aceh : Bank Aceh Harus Dipimpin Oleh Profesional

Menurut Taufiq A Rahim, selama penegakan dan kepastian hukum terhadap penyalahgunaan wewenang, pelanggaran hukum dan praktik “money politics” yang cukup lihai dengan berbagai strategi dilakukan oleh para aktor politik serta politisi, maka jangan harapkan negara ini akan semakin baik,.

Karenanya tak heran, pasca Pemilu setelah terpilih, maka politisi kembali menjadi milik partai politik yang menjalankan kepatuhan (loyal) terhadap ketentuan “patront and client” antara politisi dengan pemimpin, elite partai.

“Bahkan mereka boleh jadi setelah terpilih lebih loyal kepada para oligarki ekonomi dan politik partai yang ikut menentukan arah kebijakan politik, ekonomi serta sistem kenegaraan yang korup ini,” katanya.

Dampaknya apa tambahnya, masyarakat tetap miskin atau dimiskinkan secara sistemik, kemudian diperlukan lagi pada saat suara kembali diperlukan dalam Pemilu.

Baca Juga :  Ingat, 15 Oktober Hari Cuci Tangan Pakai Sabun. HIDUP SEHAT, BEBAS KUMAN DENGAN CUCI TANGAN

Nah, biasanya Pemilu sebagai dasar demokrasi menyimpulkan bahwa kedaulatan serta kekuasaan politik rakyat tertinggi ditentukan oleh pilihan politiknya.

“Jika mengacu kepada aturan Pemilu, maka riuh-rendah penyelenggaraan pesta demokrasi (Pemilu) 2024 tersisa hitungan bulan ke depan,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, ini sesungguhnya pemilu yang bakal digelar 14 Februari 2024 nanti tidak hanya pemilihan presiden dan wakil presiden, tetapi juga memilih calon anggota legislatif tingkat DPR-RI, DPD-RI dan DPRD tingkat provinsi serta kabupaten/kota.

Tentunya momen itu oleh para calon (caleg/capres) akan dimanfaatkan menyiapkan diri untuk kampanye agar meraih jabatan politik.

“Namun yang perlu diingat, meraih kemenangan dengan cara terhormat, tanpa melanggar aturan. Salah satunya cara dengan tidak menggunakan politik uang alias money politik,” demikian kata Taufiq A Rahim, SE., M.Si., Ph.D.(*)

Berita Terkait

Peringati Maulid Nabi, IMARA Perkuat Ukhuwah dan Kecintaan kepada Rasulullah
Buka Pendidikan Politik, Sibral Malasyi Tegaskan Masih Ketua PAS Pidie Jaya, Kader Diminta Tetap Solid
Soroti Syariat Islam dan Pengangguran di Aceh, PAS Minta Pemda Optimalkan Dana Otsus
Dari Pendidikan Politik, Tu Bulqaini Minta Kader Perkuat Konsolidasi dan Kawal UUPA
Dikpol di Aceh Barat, Tu Bulqaini Minta Kader PAS Harus Baca dan Kawal UUPA sebagai Konstitusi Lokal
Silaturrahmi dan Konsolidasi di Abdya, MPP PAS Aceh Gelar Pendidikan Politik untuk Kader
Daurah Siyasah PAS Aceh di Nagan Raya: Tegaskan Komitmen Politik Santun dan Berakhlak
Perkuat Konsolidasi dan Silaturrahmi, PAS Aceh Gelar Rapimwil di Sabang

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Pj Sekda Aceh dan SKPA Ikuti Bimtek 1.800 Kasus Korupsi Terungkap, Ini Penegasan KPK

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Kabut Asap Karhutla Melanda Aceh, Gubernur Mualem Intruksikan Faskes Siaga 24 Jam

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:36 WIB

Buka SYAFIF Goes to Aceh, Plt Sekda Tekankan Penguatan Literasi dan Ekonomi Syariah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Plt Sekda Aceh dan Pimpinan DPRA Teken Persetujuan Bersama KUA-PPAS Aceh 2027

Rabu, 16 September 2026 - 02:41 WIB

Enam Isu Pertanahan Aceh Mengemuka di DPR RI, Wagub Fadhlullah Minta Blang Padang Diberi Kepastian Hukum

Rabu, 9 September 2026 - 09:29 WIB

Plt. Sekda Aceh Hadiri Serah Terima Jabatan Ketua DWP Aceh

Selasa, 8 September 2026 - 15:39 WIB

Wagub Fadhlullah Ikuti Rakor Percepatan Rehab-Rekon Pascabencana di Sumatera

Senin, 7 September 2026 - 13:53 WIB

Buka Jalur Dagang ke Malaysia, Aceh Garap Regulasi Pelayaran Langsung Krueng Geukueh–Penang

Berita Terbaru