Ketua Komisi V DPRA, Soroti Krisis RSUDZA, Desak Perbaikan Layanan dan Minta Manajemen Transparan

Selasa, 5 Mei 2026 - 04:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi V DPRA, Rijaluddin, S.H., M.H

Ketua Komisi V DPRA, Rijaluddin, S.H., M.H

BANDAPOS | Ketua Komisi V DPRA, Rijaluddin, menyoroti kondisi layanan di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) yang dilaporkan kian memprihatinkan. Ia menegaskan, situasi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut mengingat RSUDZA merupakan rumah sakit rujukan utama di Aceh.

“Ini jelas tidak bisa dibiarkan. RSUDZA adalah rujukan utama di Aceh. Semua pihak harus berkomitmen mengembalikan fungsi layanan seperti semula,” kata Rijaluddin, Senin (4/5/2026) malam.

Menurutnya, Komisi V DPRA telah memanggil manajemen RSUDZA sekitar dua pekan lalu untuk membahas persoalan utang yang mencapai lebih dari Rp350 miliar. Dalam pertemuan tersebut, pihak manajemen berjanji akan melunasi utang secara bertahap, termasuk rencana pembayaran sebagian dalam waktu dekat, meski belum merinci sumber pendanaannya.

Baca Juga :  Dinilai Ancam Usaha Milik Rakyat, Wakil Ketua Komisi III DPRA Minta Pemerintah Evaluasi Izin Indomaret dan Alfamart

Rijaluddin juga mengaku telah berkoordinasi dengan pihak eksekutif agar segera turun langsung meninjau kondisi rumah sakit. Ia menilai, langkah cepat diperlukan untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang ada.

Menanggapi informasi yang beredar terkait terhentinya sejumlah tindakan medis akibat kekurangan bahan medis habis pakai (BMHP), Rijaluddin menyatakan keprihatinannya. Ia memastikan akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

Baca Juga :  Paparkan LKPJ di Paripurna DPRA, Muzakir Manaf Urai Capaian Pembangunan 2025

“Kami akan cek langsung ke manajemen dan melihat kondisi riil di RSUDZA,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUDZA, dr. Muhazar, menyatakan bahwa ketersediaan BMHP masih mencukupi. Namun, ia mengakui ada sejumlah kegiatan yang dinilai tidak mendesak untuk sementara dihentikan.

“BMHP tetap tersedia. Hanya saja ada kegiatan yang tidak urgen yang dihentikan,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (5/5/2026).

Muhazar juga mengakui kondisi keuangan RSUDZA saat ini sedang tidak baik. Namun, ia belum memberikan rincian lebih lanjut terkait total utang maupun isu kekosongan obat dan kendala distribusi.

Baca Juga :  Pimpinan DPRA Hadiri Forum Konsultasi Publik RKPA 2027 di Banda Aceh

Sebelumnya, sumber internal menyebutkan adanya penghentian sementara sejumlah layanan medis, termasuk tindakan kateterisasi jantung, akibat keterbatasan BMHP. Selain itu, disebutkan pula adanya kendala pada layanan ortopedi, operasi mata, serta ketersediaan cairan CAPD untuk pasien hemodialisis.

Kelangkaan obat juga dilaporkan terjadi pada pasien rawat jalan maupun pascaoperasi. Kondisi ini dinilai berdampak pada pasien, terutama yang tidak mampu dirujuk ke luar daerah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUDZA belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait berbagai isu tersebut.(**)

Berita Terkait

Anggota DPRA Desak Pemerintah Aceh Alihkan Paket Kurang Produktif untuk Irigasi Gunung Pudung
Ketua DPRA Minta KPK Perkuat Pendampingan dan Pencegahan Korupsi di Aceh
Pergub JKA Dicabut, Anggota DPRA Nora Idah Nita Dukung Langkah Gubernur Mualem
DPRA Dukung PORA XV 2026 di Aceh Jaya Tetap Digelar Sesuai Jadwal
Pemulihan Pascabencana Dinilai Lamban, DPRA Minta Pemerintah Bergerak Cepat
Kemacetan di Jembatan Kutablang Bireuen Disorot, DPRA Minta Evaluasi Sistem Buka-Tutup
DPRA Desak Pergub JKA Dicabut, Dinilai Batasi Akses Layanan Kesehatan
Kawal Proses Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi, DPR Aceh Bentuk Satgas

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 07:43 WIB

Serukan Penyelesaian, Wali Nanggroe Tegaskan Blang Padang Bukan Sekadar Aset, Ada Sejarah dan Amanah di Baliknya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Diduga Lecehkan Anak di Bawah Umur, Pemilik Wisma di Lambhuk Dilaporkan ke Polresta Banda Aceh

Selasa, 21 April 2026 - 11:29 WIB

Polda Aceh Lanjutkan Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa BPSDM, Tersangka Diserahkan ke JPU

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:52 WIB

Data Pengelolaan Diduga Tak Jelas, SAPA Desak Aparat Penegak Hukum Selidiki Aset Wakaf Masjid Raya Baiturrahman

Selasa, 10 Februari 2026 - 05:50 WIB

Nama Dicatut dalam Transaksi Pajak Fiktif, PT Global Bima Utama Terancam Laporan Pidana dan Perdata

Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:09 WIB

Diduga Kuasai Lahan Warung Kopi, Direktur PT Wajib Usaha Mix Dilaporkan ke Polda Aceh

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:01 WIB

SAPA Minta Kejati Aceh Percepat Penanganan Dugaan Korupsi Beasiswa BPSDM

Jumat, 25 Juli 2025 - 16:28 WIB

Terbukti Korupsi Pengadaan Lahan Zikir, Muhammad Yasir Dieksekusi ke Lapas Lambaro

Berita Terbaru

Plt. Sekda Aceh, Taufik, ST, M.Si, menghadiri acara serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, yang berlangsung di Aula Kantor DWP Aceh, Rabu (9/9/2026).

Pemerintah Aceh

Plt. Sekda Aceh Hadiri Serah Terima Jabatan Ketua DWP Aceh

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:29 WIB