Terkait Dugaan Oknum Anggota TNI Tusuk Warga Sipil, Begini Pernyataan Kapendam IM

Minggu, 17 Maret 2024 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda (Kapendam IM) Kol Inf Drs. Alim Bahri (Foto: portalnusa.com)

Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda (Kapendam IM) Kol Inf Drs. Alim Bahri (Foto: portalnusa.com)

BANDAPOS :Kasus penganiayaan dua pemuda asal Aceh Jaya di rumah kost kawasan Geuceu Komplek, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Jumat, 15 Maret 2024 sekira pukul 03.00 WIB dini hari atau menjelang sahur, 4 Ramadhan 1445 H ditanggapi oleh pihak Kodam Iskandar Muda (IM).

Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda (Kapendam IM), Kol Inf Drs. Alim Bahri kepada wartawan Minggu (17/3/2024) mengatakan, pihaknya baru mendengar informasi penganiayaan terhadap dua warga sipil di Banda Aceh yang disebut-sebut melibatkan seorang oknum TNI yang berdinas di Rindam IM, Aceh Besar.

“Begitu mendapat informasi, kami langsung berkoordinasi dengan pihak Rindam IM dan Pomdam IM tentang kejadian itu,” kata Kolonel Alim Bahri.

Menurut Kapendam IM, kasus ini masih didalami oleh pihak Rindam IM dan Pomdam IM menyangkut sejauh mana keterlibatan anggota TNI tersebut.

Baca Juga :  Upaya Turunkan Stunting, Kepala BKKBN Pusat Isi Materi Pencegahan

“Perlu saya tegaskan, kasus itu sedang didalami jadi belum bisa dipastikan yang bersangkutan terlibat atau tidak. Tetapi jika memang terbukti maka pelaku akan dihukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku di militer,” tegas Kapendam IM.

Kapendam IM juga memastikan pihaknya terus berkoordinasi dan berkomunikasi mengawal kasus ini dengan pihak Rindam IM dan Pomdam IM.

“Jika ada hal-hal atau perkembangan baru akan kami sampaikan pada kesempatan berikutnya,” ujar Kolonel Alim Bahri.

Meski diakuinya bahwa kasus itu masih dalam pendalaman, namun atas nama Kodam IM pihaknya meminta maaf kepada keluarga korban dan masyarakat atas kejadian ini.

“Kita tunggu saja bagaimana hasil pendalaman. Namun yang pasti kami (TNI) berkomitmen untuk terus meningkatkan pembinaan mental dan disiplin bagi seluruh anggota agar kejadian seperti yang dilaporkan tidak terulang,” pungkas Kapendam.

Baca Juga :  Fachrul Razi Mengutuk Kontes Waria Bawa Nama Aceh

Seperti diberitakan sejumlah media, seorang oknum TNI-AD berisial DAR (25), berpangkat Serda diamankan oleh aparat gabungan TNI/Polri atas dugaan melakukan tindak pidana penganiayan berat yang mengakibatkan dua warga Kabupaten Aceh Jaya mengalami luka tusukan benda tajam.

Informasi penangkapan oknum TNI yang berdinas di Rindam IM Mata Ie, Aceh Besar tersebut disampaikan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli melalui Kapolsek Banda Raya, AKP Abdul Halim kepada wartawan, Sabtu, (16/3/2024).

Penganiayaan yang menimpa Almizan dan Fahrulrazi–keduanya warga Aceh Jaya–terjadi di sebuah rumah kos, Gampong Geuceu Komplek, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Jumat, 15 Maret 2024 sekira pukul 03.00 WIB dinihari atau menjelang sahur, 4 Ramadhan 1445 H.

Baca Juga :  Tiga Anggota Dewan Dilantik, DPRA Gelar Paripurna

Pelaku tindak pidana penganiayaan berat ditangkap Jumat sore, 15 Maret 2024 di Asrama Kabupaten Aceh Barat, Gampong Lamgapang, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar oleh pihak Rindam IM didampingi kepolisian.

“Setelah diinterogasi, pelaku DAR mengatakan dirinya melakukan penganiayaan bersama temannya bernama AL yang kini dalam pencarian pihak keamanan,” kata AKP Abdul Halim.

Menurut Kapolsek Banda Raya, kejadian penganiayaan berat itu sesuai laporan dari pihak korban Nomor: LP.B/9/III/Yan 2.5/2024/SPKT/Sek Banda Raya, Tanggal 15 Maret 2024 tentang Tindak Pidana Penganiayaan.

“Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku mengarah ke oknum TNI, dan ini harus kami lakukan koordinasi dengan pihak Rindam IM sehingga DAR yang melakukan penganiayaan berhasil diamankan di Asrama Mahasiswa Kabupaten Aceh Barat yang dihuni oleh abangnya,” tambah Halim.(*)

Berita Terkait

Bank Aceh Gandeng LPPI Percepat Persiapan Menjadi Bank Devisa
Implementasi MoU Helsinki Belum Optimal, Lembaga Wali Nanggroe Turun Gunung
Dua Dekade Perdamaian Aceh, Lembaga Wali Nanggroe Himpun Masukan di Aceh Jaya
Meneladani Habib Bugak: Dirut Bank Aceh dan Jemaah Haji Kloter 2 Ziarahi Makam Pewakaf Baitul Asyi
Kesbangpol Banda Aceh Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan, Sasar 50 Ketua Pemuda Gampong
Kamar Mesin KMP Aceh Hebat 2 Terbakar, Belasan Korban Dilarikan ke RSUDZA
Bank Aceh Serahkan Buggy Car untuk Permudah Mobilisasi Jamaah di Asrama Haji Embarkasi Aceh
Gelar Peusijuk Serentak di Seluruh Cabang, Bank Aceh Lepas 1.624 Calon Haji 2026

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:29 WIB

Plt. Sekda Aceh Hadiri Serah Terima Jabatan Ketua DWP Aceh

Selasa, 8 September 2026 - 15:39 WIB

Wagub Fadhlullah Ikuti Rakor Percepatan Rehab-Rekon Pascabencana di Sumatera

Senin, 7 September 2026 - 05:16 WIB

Percepat Perubahan RKPA 2026, Pemprov Aceh Minta SKPA Rapikan Data Anggaran

Kamis, 3 September 2026 - 05:51 WIB

Bahas Agenda Strategis, Pemegang Saham Pengendali Pimpin RUPSLB Bank Aceh

Kamis, 13 Agustus 2026 - 03:51 WIB

Pemerintah Aceh Raih Penghargaan Akses Layanan Pendidikan Regional Sumatera 2026

Selasa, 7 Juli 2026 - 04:40 WIB

Sukses Transformasi Ekonomi Syariah, Aceh Borong Sembilan Penghargaan di Anugerah Adinata Syariah 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:49 WIB

Sekda Aceh Muhammad Nasir Resmi Pimpin Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026–2030

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:49 WIB

Mualem Minta Mendagri Percepat Pemulihan Sawah dan Infrastruktur Pascabencana di Aceh

Berita Terbaru

Plt. Sekda Aceh, Taufik, ST, M.Si, menghadiri acara serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, yang berlangsung di Aula Kantor DWP Aceh, Rabu (9/9/2026).

Pemerintah Aceh

Plt. Sekda Aceh Hadiri Serah Terima Jabatan Ketua DWP Aceh

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:29 WIB