Sabang Harus Terbuka dan Maju

Rabu, 7 Desember 2022 - 06:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Kadin Aceh Muhammad Iqbal

Ketua Kadin Aceh Muhammad Iqbal

BANDAPOS.COM : Kawasan Sabang harus terbuka dan maju. Karena itu ada tiga skala prioritas untuk memakmurkan 47 ribu masyarakat di pulau ujung sumatera itu.

Ketua Kadin Aceh Iqbal Piyeung disela pelantikan Kadin Kota Sabang, Rabu (7/12) mengatakan potensi daerah itu sudah ada sejak lama. Apalagi ada Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS). Namun hingga kini masih belum bisa bangkit karena masih terkendala berbagai regulasi turunan dan hambatan teknis lainnya.

Meski Sabang sudah ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas sesuai amanat UU No. 37 tahun 2001 tetapi sampai saat ini masih jalan di tempat.

Dengan adanya kawasan bebas dan perdagangan bebas Sabang maka fasilitas yang diberikan pemerintah harus lebih dipermudah agar aktifitas bisnis dan ekonomi bisa berjalan dan terkoneksi langsung dengan kawasan Sabang. Berbagai aturan terkait aktifitas ekspor-impor di kawasan freeport perlu dipermudah, jangan dipersulit dengan berbagai regulasi.

Baca Juga :  Jaga Gampong dari Maksiat, Geuchik Mulia Ancam Pemilik Kos dan Homestay dengan Qanun Jinayat

Apalagi sebelumnya pemerintah Indonesia sudah melakukan kerjasama dengan India serta ada beberapa potensi komoditi yang bisa diekspor ke Andaman dan Nicobar yang lebih dekat dengan daratan India.

Tiga potensi itu wajib dikembangkan, sektor pariwisata sebagai pintu masuk destinasi cruise yang setiap tahun mengunjungi Pulau Weh sehingga menjadi pusat perberlanjaan berkualitas bagi turis yang datang ke Sabang.

‘Yang harus dilakukan Pemerintah Aceh, Pemko Sabang dan BPKS adalah regulasi yang dikeluarkan tidak dipersulit tapi dipermudah agar investasi bisa masuk’, ungkap Iqbal

Harapan kita kepada pemangku kepentingan untuk tidak mempersulit agar apa yang sudah ditetapkan dalam UU 37/2000 serta PP 83/2010, itu saja yang dilakukan.

Baca Juga :  STAI Nusantara Banda Aceh Terima KMA 2 Prodi Baru

Ketua Kadin Sabang, Teuku Ari Afriansyah yang akrab disapa Poen Biet mengatakan dengan adanya Kadin di Sabang menjadi mitra strategis dan salah satu destinasi wisata bagi pelaku usaha dari sisi perkembangsn bisnis ekspor impor yang bisa ikut berpartisipasi untuk memakmurkan masyarakat.

Kemudian dalam memajukan pulau Sabang harapan dari Kadin dapat menjadi mitra dan melibatkan semua komponen dan pelaku usaha lainnya baik usaha kecil maupun menengah.

Harus Satu Suara

Para pengusaha di Sabang mengharapkan semua elemen yang ada di pulau weh itu harus satu suara terkait kebijakan yang sudah ada dalam UU No.37 tahun 2000.

Misalnya dalam hal pemasukan barang dari dalam dan luar negeri menurutnya tidak saling sinkron dan konek atau kurang koordinasi sehingga tak nyambung untuk menjalankan usaha.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi dengan Dunia Perbankan, PT PEMA Teken MoU dengan BTN

Yang tidak boleh katanya hanya limbah beracun, senjata, narkoba dan pornografi.

Sementara itu, Munzami Hs selaku salah satu anggota Dewas BPKS mengharapkan agar seluruh stakeholder dan instansi terkait agar bersinergi untuk menghidupkan kawasan Freeport Sabang. Tidak mungkin aktifitas di kawasan freeport hanya tanggung jawab BPKS saja. Butuh sinergitas seluruh pihak.

Harapan masyarakat Sabang, agar Forbes DPR RI terpanggil untuk menyahuti persoalan freeport yang sudah bertahun-tahun stagnan. Kami minta kepada utusan Aceh yang ada di pusat dapat bahu membahu menyuarakannya.

“Kami sangat berharap agar wakil Aceh di pusat bisa memperhatikan Sabang agar lebih maju ke depannya”, ujar T Juliansyah Darwin salah satu tokoh pemuda Aceh yang juga peduli terhadap Sabang.(*)

Berita Terkait

Peringati Maulid Nabi, IMARA Perkuat Ukhuwah dan Kecintaan kepada Rasulullah
Demi Keselamatan Pengguna Jalan, Tol Padang Tiji–Seulimeum Ditutup Mulai Hari Ini, Pengendara Dialihkan ke Saree
Bank Aceh Gandeng LPPI Percepat Persiapan Menjadi Bank Devisa
Jaga Keselamatan Pengguna Jalan, Hutama Karya Uji Coba Contraflow di KM 55 Tol Binjai–Langsa
Implementasi MoU Helsinki Belum Optimal, Lembaga Wali Nanggroe Turun Gunung
Dua Dekade Perdamaian Aceh, Lembaga Wali Nanggroe Himpun Masukan di Aceh Jaya
Meneladani Habib Bugak: Dirut Bank Aceh dan Jemaah Haji Kloter 2 Ziarahi Makam Pewakaf Baitul Asyi
Kesbangpol Banda Aceh Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan, Sasar 50 Ketua Pemuda Gampong

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pemkab Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Punie

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Pimpin Upacara HSN 2026, Bupati Aceh Besar Ajak Santri Lestarikan Bahasa Aceh 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:37 WIB

Abaikan Teguran, Satpol PP Aceh Besar Tertibkan Lapak PKL dan Kanopi Bangunan Liar di Bandara SIM

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Digelar di Kuta Baro, MTQ ke-35 Aceh Besar Diikuti 663 Peserta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Meunasah Tuha, Pemkab Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah di Kota Jantho

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:35 WIB

Pemkab Aceh Besar dan Unmuha Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Adopsi Sistem Sumedang, Bupati Aceh Besar Paparkan Inovasi Digital dan Rencana Call Center Bencana di Monev KIA

Berita Terbaru