Seringkali Manusia Lupa Diri

Kamis, 27 Oktober 2022 - 23:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAPOS.COM : Wakil Dekan Fakultas MIPA USK Dr Rer Nat Ilham Maulana, S.Si, akan memulai khutbah Jumat di Masjid Al-Ikhlas Lembaga Administrasi Negara (LAN), Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar Jumat (28/10/2022).

Dengan kisah petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, yang sebelum menjadi muallaf bernama Classius Clay. “Prestasi tinjunya yang luar biasa dan melegenda ini ternyata pernah membuatnya berpikir, dialah yang terhebat dan terbesar, sehingga ungkapan ini sering muncul dari mulut Muhammad Ali, setiap wartawan menginterviewnya,” ujarnya.

“I am the greatest (akulah yang terhebat),” kata Muhammad Ali setiap ditanyai wartawan. Di usia tua, qadarullah, Muhammad Ali, menderita penyakit Alzheimer dan Parkinson, yang menyebabkan seseorang sulit mengontrol organ tubuhnya, sehingga seluruh tubuhnya akan bergetar hebat, termasuk juga lidahnya. Praktis, Muhammad Ali kesulitan bergerak, bahkan kesulitan berbicara.

“What is the most beautiful thing happened in your life? (Apa hal terindah yang terjadi dalam hidupmu),” tanya seseorang pada Ali di saat ia sudah menderita penyakit tersebut.

Baca Juga :  Turunkan Stunting, BKKBN dan DP3AKB Gelar Peningkatan Kapasitas bagi Kader BKB

Secara mengejutkan, Ali menjawab: This disease (penyakit ini). Selanjutnya Ali menjelaskan, penyakit inilah yang menyadarkannya, bahwa ia sama sekali bukan yang terhebat, semua kekuatannya dianugerahkan oleh Allah dan sama sekali bukan miliknya pribadi. Ali merasa, Allah menegurnya dengan keras melalui penyakit ini, sehingga ia sadar, jangankan untuk memukul orang, sekarang bahkan ia tak mampu berbicara lancar.

“Ali bersyukur, bahwa Allah memberinya kesempatan untuk bertaubat dari keyakinan keliru dengan merasa paling hebat. Ali juga bersyukur kembali menyadari bahwa Allah-lah yang Maha hebat, Maha besar, Allahu Akbar,” kata Ilham Maulana.

Dari kisah itu, kemudian Ilham Maulana mengungkapkan, bahwa kehebatan, kecantikan, kekayaan, dan berbagai nikmat dari Allah SWT justru seringkali membuat manusia lupa diri, sehingga menjauhkannya dari jalan lurus Ilahi.

Baca Juga :  Promosikan Budaya, Bank Aceh Dukung PKA

Padahal, sejak lama Allah SWT mengingatkan manusia, bahwa rasa pongah manusia akan terjadi kembali dalam setiap generasi manusia, dari dulu hingga sekarang. Salah satu gambaran kesombongan tersebut dinukilkan Allah SWT dalam Surat Fussilat ayat 15:

“Maka adapun kaum ‘Ad, mereka menyombongkan diri di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran dan mereka berkata, ‘Siapakah yang lebih hebat kekuatannya dari kami?’ Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan mereka. Dia lebih hebat kekuatan-Nya dari mereka? Dan mereka telah mengingkari tanda-tanda (kebesaran) Kami.”

Menurut Ilham Maulana, kecenderungan manusia merasa hebat, menjauh dari konsep penghambaan, setiap saat ia merasa tercukupkan sangat besar, apalagi Allah mengizinkan Iblis dan semua setan yang bersamanya untuk menggoda manusia menuju ke sana. Fenomena ini Allah sampaikan secara tegas dalam Alquran, surat Al-‘Alaq ayat 6-7: “Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas, apabila melihat dirinya serba cukup.”

Baca Juga :  Daurah Siyasah PAS Aceh Berakhir, Ini Pesan Abi Daud

Oleh karena itu, dia mengingatkan, untuk tidak pernah lupa, setiap segala sesuatu yang dimiliki seseorang, baik harta, ilmu, jiwa, raga dan lain sebagainya adalah titipan dari Allah SWT. Maka satupun di antara kita tidak boleh merasa memiliki itu semua, karena kita semua hanya dititipi oleh Allah SWT.

“Di sisi lain, keyakinan dan filosofi ini juga akan memberikan kepuasan tersendiri bagi setiap individu, karena ia merasa hanya sebagai hamba dan tidak terlalu terbebani dengan target-target pencapaian secara materi selama hidup di dunia,” ujarnya.

Ilham Maulana mengakhiri khutbahnya dengan mengatakan, “Ketika beberapa di antara nikmat yang dititip tersebut ditarik kembali oleh Yang Mahakuasa, hal itu juga tidak akan membuat orang tersebut bersedih, karena ia tidak merasa memilikinya. Maka mudah baginya untuk berucap Inna lillaahi wainna ilaihi raajiuuun”. Tutupnya.(*)

Berita Terkait

Peringati Maulid Nabi, IMARA Perkuat Ukhuwah dan Kecintaan kepada Rasulullah
Bank Aceh Gandeng LPPI Percepat Persiapan Menjadi Bank Devisa
Implementasi MoU Helsinki Belum Optimal, Lembaga Wali Nanggroe Turun Gunung
Dua Dekade Perdamaian Aceh, Lembaga Wali Nanggroe Himpun Masukan di Aceh Jaya
Meneladani Habib Bugak: Dirut Bank Aceh dan Jemaah Haji Kloter 2 Ziarahi Makam Pewakaf Baitul Asyi
Kesbangpol Banda Aceh Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan, Sasar 50 Ketua Pemuda Gampong
Kamar Mesin KMP Aceh Hebat 2 Terbakar, Belasan Korban Dilarikan ke RSUDZA
Bank Aceh Serahkan Buggy Car untuk Permudah Mobilisasi Jamaah di Asrama Haji Embarkasi Aceh

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 07:43 WIB

Serukan Penyelesaian, Wali Nanggroe Tegaskan Blang Padang Bukan Sekadar Aset, Ada Sejarah dan Amanah di Baliknya

Rabu, 9 September 2026 - 08:48 WIB

Penyidik Polda Metro Jaya Masih Dalami Laporan terhadap Hotman Paris, MIO Indonesia Apresiasi Profesionalisme Kepolisian

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Diduga Lecehkan Anak di Bawah Umur, Pemilik Wisma di Lambhuk Dilaporkan ke Polresta Banda Aceh

Selasa, 21 April 2026 - 11:29 WIB

Polda Aceh Lanjutkan Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa BPSDM, Tersangka Diserahkan ke JPU

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:52 WIB

Data Pengelolaan Diduga Tak Jelas, SAPA Desak Aparat Penegak Hukum Selidiki Aset Wakaf Masjid Raya Baiturrahman

Selasa, 10 Februari 2026 - 05:50 WIB

Nama Dicatut dalam Transaksi Pajak Fiktif, PT Global Bima Utama Terancam Laporan Pidana dan Perdata

Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:09 WIB

Diduga Kuasai Lahan Warung Kopi, Direktur PT Wajib Usaha Mix Dilaporkan ke Polda Aceh

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:01 WIB

SAPA Minta Kejati Aceh Percepat Penanganan Dugaan Korupsi Beasiswa BPSDM

Berita Terbaru