Kaper BKKBN Aceh Optimis, GISA Dapat Turunkan Stunting di Aceh

Senin, 26 Desember 2022 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Drs.Sahidal Kastri.M.Pd

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Drs.Sahidal Kastri.M.Pd

BANDAPOS.COM : Program Gerakan Imunisasi dan Stunting Aceh (GISA) Pemerintah Aceh perlu dilanjutkan pada 2023 dan sangat efektif dilaksanakan, guna mempercepat penurunan stunting di Provinsi Aceh.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh, Drs. Sahidal Kastri, M.Pd, usai menandatangani Perjanjian Kinerja Tahun 2023 secara virtual dengan Kepala BKKBN, Dr (HC) dr. Hasto Wardoyo, SpOG, pada Jum’at (23/12/2022) lalu, di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.

Wakil Presiden, KH. Ma’ruf Amin mengeluarkan tujuh arahan percepatan penurunan stunting di tanah air, salah satunya yaitu “inovasi baik yang sudah dilakukan oleh daerah terus dilanjutkan, dipertajam, agar tepat sasaran dan diperluas cakupannya”.

Menurut Sahidal, program GISA salah satu inovasi yang sangat efektif mendorong percepatan penurunan stunting di Aceh. Jika dilihat pencegahan stunting dilakukan dari hulu. Ia mencontohkan intervensi kepada remaja yang telah dilakukan GISA yaitu pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) dan Screening Anemia.

Baca Juga :  Wagub Fadhlullah Pimpin Acara Peringatan Hari Pahlawan Nasional

Sebab dari data Riskesdas 2018, sekitar 23 % anak lahir dengan kondisi sudah stunted, akibat ibu hamil sejak masa remaja kurang gizi dan anemia. Sebelum hamil data dari Riskesdas 2007, 2013, 2018, SSGBI 2019, SSGI 2021 menyebutkan, 32% remaja usia 15-24 tahun mengalami anemia dan wanita usia subur sebesar 24%. Kondisi masalah kesehatan ini menurut Sahidal berkontribusi terjadinya stunting.

“Intervensi yang dilakukan pada remaja pada program GISA sudah sangat tepat, yaitu pemberian tablet tambah darah juga melakukan screening anemia. Ini pencegahan dari hulu yang dilakukan GISA. Sedangkan dari BKKBN dari hulu dengan inovasi aplikasi elektronik siap nikah siap hamil (Elsimil),” ucap Sahidal.

Baca Juga :  Pj Bupati Iswanto Berharap, Proyek Panas Bumi Tingkatkan Kesejahtraan Masyarakat

Selain itu tambah Kaper BKKBN Aceh, GISA juga melakukan intervensi kepada Ibu Hamil dan Balita. Intervensi yang dilakukan GISA pada Bumil yaitu pemeriksaan kehamilan, pemberian TTD dan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada Bumil KEK. Sedangkan pada balita intervensi yang dilakukan, lanjut Sahidal, yaitu pemantauan tumbuh kembang (timbang,ukur, dan pantauan perkembangan), kemudian pemberian ASI Ekslusif, PMT, Tatalaksana balita dengan masalah gizi, dan peningkatan cakupan serta perluasan jenis imunisasi.

Menurut Sahidal, program GISA sangat baik dilaksanakan berkelanjutan di dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Aceh. Cuma sarannya, harus dipertajam lagi, agar tepat sasaran serta diperluas cakupannya.

Baca Juga :  Bank Syariah Dibidani Aceh, Kini Menjadi Pilot Project bagi Daerah

“Perlu komitmen, sinergistasi, dan koordinasi yang baik diantara lintas sektor terkait. Baik dari keluarga, perangkat desa, kepala sekolah, pemilik pondok pasantren, kepala Puskesmas, PLKB, Tim PPS kabupaten/kota dan provinsi,” ucapnya lagi.

Hasil SSGI tahun 2021 diketahui Aceh berada pada urutan ketiga secara nasional dengan pravelensi stunting sebesar 33,2 % . Sementara itu angka stunting di Aceh masih berada di atas 30 persen atau masuk dalam 10 besar daerah dengan angka stunting tertinggi di Indonesia.

“Kami optimistis dengan adanya GISA, maka target yang telah ditetapkan oleh Presiden, yaitu pada tahun 2024 angka stunting nasional bisa ditekan menjadi 14 persen akan terwujud,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Soroti Persoalan Keuangan dan Manajemen, Mualem Diminta Evaluasi Direktur RSUDZA 
Peringati Maulid Nabi, IMARA Perkuat Ukhuwah dan Kecintaan kepada Rasulullah
Bank Aceh Gandeng LPPI Percepat Persiapan Menjadi Bank Devisa
Implementasi MoU Helsinki Belum Optimal, Lembaga Wali Nanggroe Turun Gunung
Dua Dekade Perdamaian Aceh, Lembaga Wali Nanggroe Himpun Masukan di Aceh Jaya
Meneladani Habib Bugak: Dirut Bank Aceh dan Jemaah Haji Kloter 2 Ziarahi Makam Pewakaf Baitul Asyi
Kesbangpol Banda Aceh Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan, Sasar 50 Ketua Pemuda Gampong
Kamar Mesin KMP Aceh Hebat 2 Terbakar, Belasan Korban Dilarikan ke RSUDZA

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 07:43 WIB

Serukan Penyelesaian, Wali Nanggroe Tegaskan Blang Padang Bukan Sekadar Aset, Ada Sejarah dan Amanah di Baliknya

Rabu, 9 September 2026 - 08:48 WIB

Penyidik Polda Metro Jaya Masih Dalami Laporan terhadap Hotman Paris, MIO Indonesia Apresiasi Profesionalisme Kepolisian

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Diduga Lecehkan Anak di Bawah Umur, Pemilik Wisma di Lambhuk Dilaporkan ke Polresta Banda Aceh

Selasa, 21 April 2026 - 11:29 WIB

Polda Aceh Lanjutkan Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa BPSDM, Tersangka Diserahkan ke JPU

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:52 WIB

Data Pengelolaan Diduga Tak Jelas, SAPA Desak Aparat Penegak Hukum Selidiki Aset Wakaf Masjid Raya Baiturrahman

Selasa, 10 Februari 2026 - 05:50 WIB

Nama Dicatut dalam Transaksi Pajak Fiktif, PT Global Bima Utama Terancam Laporan Pidana dan Perdata

Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:09 WIB

Diduga Kuasai Lahan Warung Kopi, Direktur PT Wajib Usaha Mix Dilaporkan ke Polda Aceh

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:01 WIB

SAPA Minta Kejati Aceh Percepat Penanganan Dugaan Korupsi Beasiswa BPSDM

Berita Terbaru