Santri Dayah di Bireuen Dibekali Penyuluhan Hukum dan Melek Inklusi Keuangan Syariah

Jumat, 11 Oktober 2024 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAPOS :Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh bekerjasama dengan Kejaksaan Tinggi Aceh serta Bank Aceh Syariah (BAS) kembali menggelar program “Jaksa Masuk Dayah” di Kabupaten Bireuen, Jumat (11/10/2024).

Kali ini, sosialisasi “Jaksa Masuk Dayah” ini berlangsung di Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam Desa Blangbladeh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen. Kegiatan ini disambut dengan baik oleh Teungku Abiya Khaizir Jailani selaku Pimpinan Umum Dayah Al- Madinatuddiniyah Babussalam Blangblahdeh.

Dalam Sambutannya, Abiya mengatakan bahwa “penyuluhan dan penerangan hukum serta edukasi inklusi keuangan syariat ini adalah bukan hal yang baru dalam lingkungan dayah melainkan ini adalah bagian dari syiar islam yang kaitannya tidak dapat dipisahkan dengan ilmu yang di ajarkan di dayah-dayah sejak dulu”.

Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Dr. Munawar A. Jalil diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Musmulyadi, S.Pdi, MM, Kasipenkum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, S.H, Mewakili Kadis Pendidikan Dayah Bireuen, Firdaus, Kasi Intel Kejari Bireuen, Wendy Yufhrizal, SH dan Furqan mewakili Bank Aceh Syariah (BAS) Bireuen.

Baca Juga :  LKS PWU Diluncurkan, BPRS Hikmah Wakilah Terima Waqaf Uang

Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Musmulyadi, S.Pdi, MM mengatakan, program ini bertujuan untuk memberikan edukasi hukum serta inklusi keuangan Syariah kepada santri-santri dayah, khususnya di wilayah Bireuen. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindaklanjut dariagenda kick off kekerasan di dayah yang telah dilaksanakan acara launching pada 12 Agustus 2024 lalu di Dayah MUQ Pagar Air.

“Edukasi hukum bagi santri sangatlah berperan penting karena sifatnya sangat krusial. Tujuannya untuk mencegah kekerasan, baik fisik maupun verbal seminimal mungkin. Ini bisa saja terjadi di lingkungan pendidikan dayah. Oleh sebab itu, sosialisasi ini kita harapkan agar santri-santri dayah sebagai generasi ummat kedepan dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh untuk menjaga moral masyarakat,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Musmulyadi, S.Pdi, MM.

Baca Juga :  Ponpes Gontor 8 Terbakar, Pj Bupati Aceh Besar Serahkan Bantuan

Hal senada juga disampaikan Kasipenkum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, S.H, yang ikut memberikan penyuluhan hukum. Ali Rasab menjelaskan, kegiatan Jaksa Masuk Dayah kali ini adalah terkait Bahaya dan Pencegahan perilaku Perundungan/Bullying” pada Santriwan dan Santriwati di lingkungan dayah, khususnya di Kabupaten Bireuen. Pasalnya, perihal perilaku bullying baik secara fisik ataupun verbal jangan sampai terjadi di lingkungan sekolah maupun dayah.

“Ini harus ada atensi kita bersama supaya kekerasan di lingkungan dayah ini harus dicegah dari hulu ke hilir. Sebab, korban nantinya bisa tidak percaya diri dan takut untuk datang ke sekolah maupun dayah. Bahkan jika bullying secara fisik yang dilakukan sudah keterlaluan, bisa menyebaban korban cidera dan fatalnya lagi bisa meninggal dunia,” ujar Kasi Penkum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, SH.

Baca Juga :  Gampong Mulia Memperingati 1 Muharram1446 H / 2024 M

Selain itu, “penggunaan media sosial di harapkan untuk lebih bijak, karena di jaman semakin canggih ini banyak hal-hal di dunia maya yang mudah di salahgunakan hingga dapat menimbulkan masalah yang berujung pada pelanggaran hukum” Tambah Ali Rasab.

Sementara itu, Furqan yang mewakili Bank Aceh Syariah (BAS) kabupaten bireun turut memberikan materi tentang inklusi keuangan Syariah. Dalam pemaparannya, Bank Aceh Syariah (BAS) memperkenalkan konsep keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam kepada santri. Hal ini diharapkan dapat mendorong para santri untuk lebih memahami pentingnya pengelolaan keuangan syariah di era modern.

“Program “Jaksa Masuk Dayah” yang berkolaborasi antara Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Kejati Aceh Dan Bank Aceh Syariah ini akan terus berlanjut di berbagai dayah di Aceh, sebagai upaya meningkatkan pemahaman hukum dan inklusi keuangan syariah di kalangan santri,” pungkas Furqan.(*)

Berita Terkait

Peringati Maulid Nabi, IMARA Perkuat Ukhuwah dan Kecintaan kepada Rasulullah
Demi Keselamatan Pengguna Jalan, Tol Padang Tiji–Seulimeum Ditutup Mulai Hari Ini, Pengendara Dialihkan ke Saree
Bank Aceh Gandeng LPPI Percepat Persiapan Menjadi Bank Devisa
Jaga Keselamatan Pengguna Jalan, Hutama Karya Uji Coba Contraflow di KM 55 Tol Binjai–Langsa
Implementasi MoU Helsinki Belum Optimal, Lembaga Wali Nanggroe Turun Gunung
Dua Dekade Perdamaian Aceh, Lembaga Wali Nanggroe Himpun Masukan di Aceh Jaya
Meneladani Habib Bugak: Dirut Bank Aceh dan Jemaah Haji Kloter 2 Ziarahi Makam Pewakaf Baitul Asyi
Kesbangpol Banda Aceh Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan, Sasar 50 Ketua Pemuda Gampong

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:58 WIB

Bupati dan Wabup Aceh Besar Saksikan Penampilan Qari dan Qariah MTQ XXXV

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Syech Muharram Buka MTQ XXXV Aceh Besar, 665 Peserta Berlomba di Sembilan Arena

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Pimpin Upacara HSN 2026, Bupati Aceh Besar Ajak Santri Lestarikan Bahasa Aceh 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:37 WIB

Abaikan Teguran, Satpol PP Aceh Besar Tertibkan Lapak PKL dan Kanopi Bangunan Liar di Bandara SIM

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Digelar di Kuta Baro, MTQ ke-35 Aceh Besar Diikuti 663 Peserta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Meunasah Tuha, Pemkab Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah di Kota Jantho

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:35 WIB

Pemkab Aceh Besar dan Unmuha Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

Berita Terbaru